Menikah Dengan Sahabat

Menikah Dengan Sahabat
BAB 11


__ADS_3

Si bayi gembul rupanya nyaman berada di pangkuan Tari, sampai ia terlelap.


Lalu Tari menyerahkan bayi itu kepada ibunya, karena ibunya sudah beres menyuapi anak pertamanya dan bergegas akan segera pulang.


"Mbak terima kasih banyak atas bantuannyam" ucap ibu muda itu dengan sopan


"Sama-sama mbakm" jawab Tari tersenyum tipis.


Tari menatap punggung ibu muda itu, iya membayangkan dirinya ketika punya anak nanti mungkin akan seperti itu.


Ada rasa iri, ia menginginkan kehadiran seorang bayi. Tanpa sadar ia mengusap-usap perutnya, semua itu tak luput dari pandangan Andra.


"Kenapa? mau yah punya baby gemoy kayak gitu? tebak Andra.


"Ih mau banget, lucu yah?" ucap Tari sumringah.


"Ya udah yuk buruan pulang." ajak Andra menarik tangan mengajak Tari pulang setelah membayar sate.


Bagai kerbau di cucuk hidungnya, Tari menuruti ajakan Andra dan menumpangi jok belakang motornya.


Sampai di rumah Andra meletakan Sate di meja makan, Tari menyiapkan nasi dan piringnya lalu mereka makan bersama dengan nikmat.


"Gimana mau bikin dedek bayi?" goda Andra sambil menaik turunkan alisnya.


"Ogaaaaahhhh." tolak Tari melenggang pergi ke tempat cuci piring, ia mencuci piring bekas makan mereka.


Selesai mencuci piring Tari melanjutkan aktivitas nya di kamar mandi, membersihkan badan nya yang sudah lengket, beres mandi lanjut bersiap melaksanakan sholat karena adzan isya sudah berkumandang.


"Tar pintu loe kunci aja, takutnya gue pulang agak malam. Gue bawa kunci cadangan kok." seru Andra.


"Emang mau kemana? kok pulang malam?" tanya Tari.


"Abis dari mesjid mau ke rumah pak RT dulu ada acara syukuran." jawab Andra.


"Oh iya udah gue kunci." setuju Tari.


Selepas sholat isya Tari membaringkan tubuhnya yang sudah lelah itu di tempat tidur,via berencana untuk segera tidur.


Namun mata Tari sangat sulit untuk terpejam, padahal ia sudah sangat ngantuk.


Tari membolak balikan badannya, miring kanan miring kiri, tengkurap sampai terlentang berusaha untuk terpejam tapi tetap saja tidak bisa, seperti yang sedang gelisah.


Kini pikiran Tari berpusat pada Andra,ia memikirkan suaminya, Tari mulai terbiasa tidur dengan suaminya.


Tari merindukan Andra 🀭


"Kenapa gue jadi kangen ya? padahal kan dia cuma pergi sebentar." gumam Tari heran dengan perasaanya sendiri.


"Aaarrgghh kok gue gak bisa tidur tanpa Andra sih? apa emang udah terbiasa kali yah?" Tari frustasi.


Bagaimana tidak? tubuh nya sangat membutuhkan istirahat tapi pikirannya terfokus pada Andra suaminya itu.


"Apa gue chat aja kali yah?" Tari bimbang.


"Ah gak deh, nanti dia kepedean lagi."

__ADS_1


Lalu ia mencoba lagi untuk tidur, tapi hasilnya nihil.


Tetap saja ia tak bisa memejamkan matanya.


Tanpa menghiraukan rasa gengsinya akhirnya Tari mengambil handphone nya,membuka aplikasi hijau lalu chat Andra.


Tari : "Dra kalo udah beres pengajiannya langsung pulang ya."


Andra : "Kenapa emang? kangen ya? gak bisa jauh-jauh dari gue 😁"


Tari : "Gak apa-apa, gue takut aja sendirian di rumah 😱 "


Andra : "Sejak kapan loe jadi penakut πŸ€”"


Tari : "Gak tau nih,lagi takut aja ini"


Andra : "Takut apaan sih?"


Tari : "Takut kehilangan loe πŸ€ͺ"


Andra : 😍πŸ₯°πŸ˜˜ Aku mau pengajian dulu yang, udah di mulai nih.


Jantung Tari berdebar kala membaca chat terakhir dari Andra, menurut Tari itu adalah chat termanis dari Andra sepanjang sejarah.


Apa mungkin Tari jatuh cinta pada suaminya? tapi segera Tari menepis perasaannya itu.


Ia takut kalau seandainya iya mencintai Andra, cinta nya hanya bertepuk sebelah tangan.


Karena sampai saat ini Tari belum merasakan tanda-tanda Andra mencintai nya.


Sementara di tempat lain sebelum acara pengajian di mulai, sekelompok bapak-bapak termasuk Andra berkumpul sambil ghibah (ternyata bukan cuma emak-emak aja yang doyan ghibah 🀭)


"Bapak-bapak tau gak pak Beni?" ucap salah satu bapak-bapak membuka pembicaraan ghibah nya.


"Iya tau kenapa emang?" sahut bapak-bapak lainnya.


"Istrinya selingkuh, pas ada razia di hotel b dia ketangkap sama petugas keamanan" jawab bapak si pembawa ghibah itu sebut saja dia mawar 🀭


"kok bisa sih pak?padahal kan Bu Beni terkenal alim" tanya si bapak yang tadi menyahutnya


Mereka berdua mengghibah yang lain menyimak, termasuk Andra ikut menyimak bapak-bapak ghibah.


"Katanya sih ya, pak beni dingin orang nya,cuek sama istrinya,gak romantis.


Suka gak peka sama kemauan istrinya, mau nganu juga harus istrinya yang mulai."


"Masa sih kok bapak tau?"


"Tau lah, kan istri nya pak beni sering curhat sama istri saya pak."


"masa dia kalo ngobrol sama istrinya manggil nya gue loe?kayak sama temen aja ya kan?"


"Udah bapak-bapak gak baik ngomongin orang, mereka kan emang tadinya teman jadi mungkin kebiasaan mereka sejak dulu jadi manggil nya gue loe." ucap salah satu bapak-bapak yang tau sejarah pak beni.


"Ya tapi kan mereka udah nikah pak,udah punya anak gede-gede pula,masa gak bisa ngasih conto sih sama anaknya?"

__ADS_1


Bla bla blaa bapak-bapak ghibah itu lanjut bercerita.


Sementara Andra menerima notifikasi pesan dari istrinya.


Andra berbalas pesan dengan Tari, Andra jd teringat ucapan bapak-bapak ghibah barusan.


Cerita pak beni hampir mirip dengan kisahnya dengan Tari.


Andra takut Tari melalukan hal seperti istrinya pak Beni.


Iya bertekad akan mengubah sikap terhadap istrinya itu.


Setelah acara pengajian selesai Andra buru-buru pulang, ia ingat istrinya menunggu di rumah.


Sesampainya Andra di rumah, ia langsung membukakan pintu kamar, tak di lihatnya Tari di dalam kamar.


Kemana Tari? apakah Tari pergi dengan laki-laki lain seperti yang Bu Beni lakukan? Andra berpikir konyol.


"Dra ngapain diem di depan pintu? halangin tau" ucap Tari.


"Dari mana Tar? kok kamu belum tidur?" tanya Andra.


Tari mengerutkan keningnya,ada yang aneh dengan Andra.


Kenapa jadi manggil dia kamu? biasanya loe.


"Abis dari kamar mandi." jawab Tari.


"Katanya takut, tuh berani ke kamar mandi sendirian." ledek Andra.


"Itu kan tadi sekarang mah Enggak πŸ€ͺ" Tari menjulurkan lidahnya.


Andra mengacak gemas rambut istrinya itu "Tidur yuk, aku ngantuk." ajak Andra.


"Iihhh Andra jadi berantakan tau." protes Tari sambil merapihkan rambutnya.


"Biarin lah mau tidur ini." ucap Andra dengan santai ia membuka pakaian.


"Ngapain buka-buka baju?" tanya Tari panik.


"Mau ganti baju lah, kan mau tidur. Ya kali tidur pake baju Koko nanti mimpi jadi ustad dong." canda Andra.


"Ya gak usah di sini juga kali, kan bisa di kamar mandi." usul Tari.


"Buka baju depan istri sendiri ini, apa harus aku buka celana sekalian?" tanya Andra.


kini Andra berada di hadapan Tari, wajah nya sangat dekat dengan wajah Tari hanya menyisakan jarak beberapa centi saja.


deg


deg


deg


Jantung Tari berdebar lebih cepat

__ADS_1


__ADS_2