Menikah Dengan Sahabat

Menikah Dengan Sahabat
BAB 14


__ADS_3

Setelah tragedi itu terjadi Tari dan Andra tidak pernah melakukan nya lagi karena menganggap itu adalah sebuah kesalahan (mereka udah halal kok,salahnya dimana coba? 🤦)


Andra dan Tari menganggap tidak pernah ada yang terjadi di antara mereka karena untuk mengingatnya mereka merasa malu sendiri.


Andra bersiap untuk kerja, ia sudah memakai seragamnya kerjanya.


"Lho kok belum siap Tar?" tanya Andra yang melihat Tari masih berkutat di dapur.


"Hari ini aku gak masuk dra, tukeran off sama Mira." jawab Tari sambil menyiapkan bekal untuk Andra, beberapa hari setelah menikah Andra selalu membawa bekal untuk makan siangnya.


"Kok bisa kenapa?" tanya Andra sambil menyendok nasi dan lauk ke piring nya.


"Katanya Mira mau pulang kampung mau mengadakan acara lamaran besok." jawab Tari sambil mencuci piring bekas masak tadi.


"Mira mau nikah? syukur deh kalau gitu" Andra merasa lega.


"Lah emang kenapa?" tanya Tari.


"Aku ngerasa risih aja sama Mira, bukannya aku kepedean nih yah cuma kayaknya dia tuh genit." tutur Andra bergidik ngeri.


Andra selalu merasa risih kala ia bertemu Mira di tempat kerja istrinya.


flashback on


Suatu hari Andra menjemput Tari, ia menunggu istrinya di tempat parkiran.


Tapi tidak seperti biasanya Andra begitu lama menunggu istrinya, setengah jam ia menunggu namun sang istri tak muncul juga.


"Hai Andra, mau jemput Tari yah?" sapa Mira basa basi.


Mira berusaha mendekati Andra, ia mendekatkan tubuhnya ke samping Andra namun Andra menjauh karena risih dengan perlakuan Mira.


"Andra aku tau keadaan pernikahan kalian seperti apa, kalian terpaksa menikah.


Sepertinya Tari belum pernah melayani kamu kan?" Tanya Mira tangannya tak tinggal diam ia meraba-raba dada Andra namun Andra menepis nya.


"Diam kamu, itu bukan urusan kamu" jawab Andra ketus


"Aku ngerti kok dra, kalau kamu butuh sentuhan aku bisa menggantikan Tari melayani kamu." tawar Mira genit menyentuh dagu Andra.


Lagi-lagi Andra menepis tangan Mira.


"Ciiihh aku gak butuh wanita sepertimu." tolak Andra lalu ia pergi meninggalkan parkiran yang amat sepi itu.


Andra mencari tempat lain untuk menunggu istrinya.


flashback off

__ADS_1


"Masa sih? perasaan Mira gak kayak gitu deh." ucap Mira berpura-pura padahal ia tahu Mira selalu berusaha mendekati suaminya.


"Beneran Tar" Andra menceritakan kejadian hari itu


Tari mengepalkan tangannya, ia tak menyangka Mira akan senekat itu bahkan Mira sampai menawarkan diri pada suaminya.


"Sialan dasar wanita penggoda." batin Tari.


"Twmen kamu itu gak bener, aku gak suka kamu deket-deket sama dia.


dari dulu aku udah ingetin kamu buat jaga jarak." pinta Andra.


"Iya dra, akhir-akhir ini aku gak terlalu deket sih sama dia soalnya aku banyak menghabiskan waktu sama mbak Rita pemilik toko.


Belakangan ini mbak Rita sering mengunjungi toko" ucap Tari tersenyum, seketika emosi nya mereda kala mengingat Rita yang baik hati dan tidak sombong.


"Oh yah? kayaknya kamu akrab banget Tar sama pemilik toko" tanya Andra.


"Iya Dra dia itu baik banget sama aku, dia udah menganggap aku kayaknya adiknya sendiri.


katanya sih dia terpisah sama adiknya kembarannya dari kecil." jawab Tari


"Oh mbak Rita kembar?" tanya Andra.


"Iya dra, mbak Rita kembar bahkan sekarang dia juga punya anak kembar lucu-lucu lagi." ucap Tari gemas mengingat si bayi kembar anak Rita si pemilik toko kue itu.


"Aku siap-siap berangkat yah, takut kesiangan." potong Andra setelah selesai makan.


"Emang kamu gak ada rencana keluar?" tanya Andra.


"Gak, aku mau di rumah aja menunggu suami pulang." jawab Tari bercanda


Hati Andra menghangat mendengar ucapan Tari, ada yang menunggu dia pulang di rumah.


Ia tersenyum tipis entah di sengaja atau tidak ia mengelus puncak kepala Tari lalu mencium keningnya "Aku berangkat dulu, Assalamualaikum" pamit Andra sambil menyambar kunci dan pergi keluar.


blushhh pipi Tari memerah "Wa.. waalaikumsalam" ucap Tari terbata.


Ia kaget mendapat kecupan kening nya tiba-tiba jantungnya berdetak.


Tari berusaha menyeimbangkan tubuhnya, namun Andra kembali masuk.


"Ada apa kok balik lagi?" tanya Tari.


"Lupa belum Salim hehehe." Andra menunjukan deretan gigi putih nya sambil menyodorkan tangannya dan di sambut oleh Tari.


"Ya udah sana berangkat, keburu telat nanti." Tari mendorong Andra keluar agar cepat berangkat.

__ADS_1


Ia menjadi salah tingkah.


"Ya Alloh kenapa ini? apa aku sudah mulai jatuh cinta sama suami aku sendiri?" gumam Tari sambil senyum-senyum sendiri.


Suami? rasanya Tari geli sendiri menyebut Andra suami 🤭


Sementara di tempat Andra bekerja, Andra senyum-senyum sendiri mengingat kejadian semalam meskipun tanpa di sengaja tapi Andra merasa bahagia. Akhirnya si ular cobra bisa mengeluarkan bisanya 🤭


"Woy ngapain senyum-senyum sendiri, loe masih waras kan? tanya Denis temannya sesama supervisor.


"Gak tau, kayak gue udah mulai gak waras deh."


Andra dan memegang bahu Denis


Andra memang tidak mengerti dengan dirinya sendiri, sejak kejadian itu Andra tidak fokus terus memikirkannya dan menginginkannya lagi tapi keinginan nya itu di kubur dalam-dalam mengingat Tari belum bisa mencintainya.


Walaupun Andra kini sudah mulai mencintai dan mempunyai hak untuk itu tapi Andra mau egois, ia tidak ingin Tari melakukannya secara terpaksa.


"Serem gue liat loe." Denis menepis tangan Andra bergidik ngeri dan terbirit


"hahahaha hahaha ha ha hahahaha." Andra tertawa menggelegar menirukan orang kesurupan.


"Pak Andra kenapa?" tanya Dena karyawan divisi youth yang berada di bawah pimpinan Andra


Seketika tawa Andra terhenti, ia malu dan salah tingkah.


"Hmm tidak apa-apa, saya sedang latihan vokal untuk acara nanti di kantor pusat." elak nya sambil melenggang pergi.


Bulan depan di departemen store tempat Andra bekerja akan mengikuti acara di kantor pusat.


Assisten Manager, tiga orang supervisor salah satunya Andra dan sepuluh orang karyawan yang akan berangkat kesana.


Mereka akan perform dan Andra dan dua orang supervisor lainnya akan mempersembahkan lagu.


"Aneh kok latihan vokal mirip orang kesurupan, emang nya pak Andra mau nyanyi lagi apa?" gumam Dena terheran-heran.


"Tapi lucu juga pak Andra, seandainya dia belum punya istri hihihi." gumamnya lagi, sejak pertama gabung di depstore ini ia jatuh hati pada Andra.


Dena adalah karyawan kontrak, yang di pekerjakan 2 bulan yang lalu tepat dimana Andra berubah statusnya menjadi suami orang.


Ketika Andra sedang berada di area penjualan Dena sering curi-curi Pandang dan cari perhatian Andra.


Dena menatap punggung Andra yang melenggang pergi, i tersenyum simpul.


.


.

__ADS_1


.


Hayo tambah lagi fans mas Andra 😁


__ADS_2