Menikah Dengan Sahabat

Menikah Dengan Sahabat
BAB 15


__ADS_3

Di kota B seorang lelaki sedang bersiap-siap untuk pergi melamar sang pujaan hati bersama kedua orang tuanya.


Tapi ia enggan pergi, ia merasa bersalah pada seseorang yang telah ia bohongi.


Laki-laki itu adalah Gery mantan kekasih Tari, sejujurnya Gery merasa bersalah pada Tari karena telah membohongi Tari untuk berpura-pura menjadi kekasih nya bahkan ia tega meninggalkan Tari ketika pernikahan mereka akan berlangsung, Tapi itu semua ia lakukan demi seseorang yang tak lain adalah Mira teman dekat Tari.


Entah apa tujuannya Mira meminta Gery untuk berpura-pura mencintai Tari menjadikanya sepasang kekasih, bahkan Mira meminta Gery menghancurkan hati Tari.


Gery sampai saat ini tak pernah mengetahui alasannya, Mira tak pernah bercerita.


Mira mengancam Gery akan meninggalkannya kalau ia tidak ingin melakukannya, karena Gery sangat mencintai Mira dan tidak ingin kehilangan Mira, Gery pun menuruti keinginan sang kekasih nya itu.


Tapi kini tinggal lah penyesalan, Gery menyesal menuruti keinginan Mira, Gery selalu di hantui rasa bersalah karena telah membohongi Tari dan kedua orang tuanya, jika ada kesempatan Gery ingin meminta maaf kepada mereka. Karena pada dasarnya Gery adalah orang yang baik.


"Apa harus aku menemui Tari?


Tapi bagaimana dengan Mira? aku takut Mira meninggalkan ku, aku sangat mencintai Mira aku tidak ingin berpisah darinya" batin Andra


Seorang wanita paruh baya membuyarkan lamunannya "Gery kok malah bengong nak, yuk buruan berangkat papa kamu sudah menunggu di mobil. Kamu mikirin apa hm?" ucap ibu nya Gery.


"Gak kok mah, Gery cuma degdegan aja hehehe." jawab Gery.


"Ya udah yuk berangkat nanti kemalaman." ajak sang ibu.


Di jawab dengan anggukan Gery.


Tak berselang lama setelah keluarga Gery sampai di kediaman Mira, acara lamaran pun di laksanakan.


Kedua belah pihak keluarga berencana melaksanakan acara pernikahan Gery dan Mira dua Minggu yang akan datang.


Acara lamaran selesai, kini kedua keluarga mereka sedang menikmati jamuan si tuan rumah.


Gery dan Mira duduk di halaman rumah, Gery sangat bahagia karena sebentar lagi ia akan mempersunting Mira, akan menjadi Mira milik dia seutuhnya.


Tiba-tiba Gery teringat nasib Tari, apakah ia bahagia dengan suami pengganti nya? ia merasa bersalah.


"Mir, akhir-akhir ini aku kepikiran Tari." ucap Gery


"kenapa?" tanya Mira singkat.


"Aku merasa bersalah udah bohongi dia, kalau boleh aku mau temuin dia aku pengen minta maaf." jawab Gery merasa bersalah


Mendengar jawaban Gery tangan Mira mengepal dan menatap tajam Gery.


"Kamu jangan macam-macam yah mas, aku tidak akan main-main kalau kamu menemui Tari aku akan ninggalin kamu." ucap Mira dengan nada mengancam.


Tidak sulit bagi Mira untuk meninggalkan Gery karena pada dasarnya tidak tulus mencintai Gery, ia hanya memandang Gery secara materi saja karena Gery orang terpandang di kota B.


"Kamu mau acara pernikahan kita batal? kamu mau mengecewakan orang tua kamu?" tanya Mira.


"Jangan Mira aku mohon." pinta Gery memohon.


"Makanya kamu jangan macam-macam mas." ketus Mira.

__ADS_1


Di kediaman Tari dan Andra, kini Tari merasa bosan diam di rumah sendirian.


Pekerjaan rumah sudah selesai semuanya kini tugasnya hanya menunggu suaminya pulang, seperti yang ia ucapkan tadi pagi pada suaminya.


"Bete juga lama-lama di rumah sendirian, biasanya kalau off bareng sama Andra jadi gak kesepian di rumah." gumamnya.


"Ngapain yah?" Tari mengetuk-ngetuk telunjuk ke dagunya sambil mengerucutkan bibirnya.


"Telepon ibu aja ah."


tut


tuuuutt


Ibu : "Halo assalamualaikum nak."


Tari : 'Waalaikumsalam, ibu lagi ngapain?"


Ibu : "Ibu lagi duduk santai aja nak, sambil istirahat cape kemaren abis bantuin tetangga kita hajatan."


Tari : "Oh acara syukuran empat bulanan anaknya Bu Marni itu yah bu?"


Ibu : "Iya nak, nah anak ibu kapan mau syukuran empat bulanan?"


Tari : "Hamil juga belum, ibu ini ada-ada aja ah"


Ibu : "Ya makanya kamu cepat hamil, ibu gak sabar pengen gendong cucu."


Tari : "Udah ah ibu mah ngomongnya kesana mulu."


Tari : "Terserah ibu aja lah."


Ibu : "Oh iya kamu gak kerja nak?"


Tari : "Gak Bu, hari ini Tari libur kerja."


Ibu : "Biasanya kamu libur hari kamis, apa udah pindah jadwal?"


Tari : "Masih kok Bu, cuma Minggu ini Tari tukeran off sama temen, dia ada keperluan katanya."


Ibu : "Suami kamu belum pulang yah?"


Tari : "Belum Bu, bentar lagi kayaknya."


Ibu : "Ya sudah kalau gitu, ibu tutup dulu yah. Mau masak dulu bentar lagi bapakmu pulang, assalamualaikum."


Tari : "Iya Bu, waalaikumsalam"


"Kebiasaan deh,yang nelpon siapa yang nutup siapa." gerutu Tari.


"Assalamualaikum." ucap Andra yang baru pulang lalu menyodorkan tangannya pada Tari


"Waalaikumsalam." jawab Tari sambil menyambut tangan Andra dan menyalaminya.

__ADS_1


Andra mengacungkan keresek hitam.


"Nih aku bawain cireng isi kesukaan kamu."


Seperti anak kecil yang di beri lolipop, Tari langsung merebutnya dari tangan Andra ia membuka bungkusan keresek itu dan memakannya.


"Wah cireng isi yang di pertigaan itu kan?"


"Hmm" jawab Andra singkat


"Makasiiiihhh." ucap Tari menunjukan deretan gigi putihnya lalu memakannya lagi sambil berjoget dan memiringkan kepalanya ke kanan dan ke kiri ( katanya kebiasaan cewek kalo makan suka begitu πŸ™„)


Andra tersenyum melihat tingkah istrinya itu


"Dasar cewek." gumamnya.


"Tar masak apa? laper nih." tanya Andra sambil mengusap-usap perutnya.


"Masak yang simpel aja sih, cuma rendang" jawab Tari enteng


"Simpel dari mana? rendang kamu bilang simple." ucap Andra heran


"Yah simpel lah, orang cuma tuangin bumbunya doang kok." jawab Tari.


"Emang ada rendang kaya gitu?" tanya Andra.


"Ada dong, ini dia hihihi." jawab Tari menunjukan deretan gigi putihnya sambil menunjukan rendang dalam kemasan mie instan


"Ya elah mie instan, aku kira rendang beneran." ucap Andra tak bersemangat.


"Canda deh, tuh aku masakan rendang beneran kok." ucap Tari mengklarifikasi sambil menengadahkan dagunya ke arah meja makan.


Andra membuka tudung saji matanya berbinar melihat menu masakan padang tempat kelahiran bapak mertuanya ada rendang, daun singkong, sambel ijo dan gudeg.


"Wow amazing." ucap nya.


"Mumpung lagi libur jadi aku masakan yang ribet-ribet." ucap Tari.


"Makasih istriku sayang." ucap Andra


blush pipi Tari memerah, setiap mendengar kata sayang dari Andra pipinya langsung berubah menjadi tomat.


Ia mulai mencintai suaminya itu tapi enggan menunjukkannya apalagi mengungkapkannya.


Tari takut menerima penolakan dari Andra, Tari takut cintanya bertepuk sebelah tangan.


"Wew πŸ˜›" bukanya menjawab Tari malah menjulurkan lidahnya ia enggan menjawab


"Ngapain ngeluarin lidah? mau aku gigit hm?"


.


.

__ADS_1


.


__ADS_2