Menikah Dengan Sahabat

Menikah Dengan Sahabat
BAB 31


__ADS_3

"Sebenarnya mas sudah memikirkan itu, tapi mas masih ragu." ucap Andra.


"Ragu kenapa mas?" tanya Tari.


"Gini Tari, bengkel itu kan usaha mas sendiri, yang namanya usaha pasti ada naik dan turunnya. Mas takut di saat bengkel mengalami penurunan tidak ada pemasukan lagi karena mas sudah tidak punya penghasilan tetap lagi." jelas Andra.


"Mas, naik turun nya usaha itu sudah biasa, mas gak perlu khawatir seandainya nanti bengkel mengalami penurunan, Alloh akan tetap memberi kita Rezki mas entah itu datang nya darimana, asalkan mas yakin. Siapa tau setelah mas turun langsung bengkel bisa lebih maju dari ini. Lagian kasian Irfan mas, dia menghandle semuanya sendiri sampai menghabiskan banyak waktu di bengkel, mungkin dia juga ingin menikmati waktu nya bersama keluarganya mas." tutur Tari panjang lebar.


"Iya mas ngerti, mas mau segera mengurus proses pengunduran diri. Semoga bisa di acc secepatnya." setuju Andra.


"Emang gak bisa ngedadak kayak aku yah mas? hehehe." tanya Tari.


"Gak bisa, soalnya kan mas udah karyawan tetap disana jadi. Mengajukan pensiun dini itu lebih ribet prosesnya dari pada pensiun pada waktunya." jelas Andra.


"Oh gitu ya?" tanya Tari.


"Iya pasti lama di acc nya, biasanya dia bulan setelah pengajuan." keluh Andra.


"Gak apa-apa lah mas, cuma dua bulan ini gak nyampe dua tahun." ucap Andra terkekeh.


"Hmm sekalian aja dua abad." ucap Andra bete.


Keesokan harinya Tari dan Andra bersiap berangkat ke rumah orang tuanya, mereka berencana untuk menginap. Tapi sebelum ke rumah orang tuanya mereka ke bengkel tempat usaha Andra terlebih dahulu .


"Woah perdana nih ada kunjungan nyonya besar." ucap Irfan kala melihat Tari datang ke bengkel.


Ini pertama kalinya Tari mengunjungi bengkel Andra.


"Ih apaan sih loe Fan." cibir Tari.


"Hahaha, gimana kabar loe? sehat? gak mabok mabok lagi kan?" tanya Irfan yang mengetahui Tari sedang hamil.


"Allhamdulilah sehat Fan, gak sih jarang mual, mungkin, allhamdulilah pengertian banget dia mah." ucap Tari terkekeh sambil mengelus perutnya.


"Kayak ayah dia mah pengertian banget." Sela Andra.


Tari melihat ke arah Andra lalu menjulurkan lidahnya, tanpa menjawab ucapan Andra.


"Oh iya Fan gimana kabar istri sama anak-anak loe?." tanya Tari mengalihkan pembahasan.


"Allhamdulilah kabar mereka baik Tar." jawab Irfan.


"Oh iya anak loe yang baik udah bisa apa?" tanya Tari antusias.


"Baru bisa tengkurap dia, baru lima bulan lagi lucu-lucu nya." jawab Irfan tersenyum mengingat anak bungsunya.

__ADS_1


"Iya yah, bayi seumuran gitu emang lagi gemoy-gemoy nya. Jadi gak sabar nungguin ini." ucap Tari matanya menunjuk ke arah perut nya lalu mengelus-elus nya.


"Berapa bulan sekarang?" tanya Irfan.


"Dua bulan Fan." jawab Tari.


"Oh iya dra ini laporan keuangan bulan ini." ucap Irfan menyodorkan buku kas.


Tanpa menjawab Andra membawa bukunya, dan membuka buku laporan keuangannya. Ia memicingkan matanya kala melihat Angka di laporan pemasukan bulan ini, sangat fantastis setelah di kurangi pengeluaran pembelian perlengkapan bengkel, pembayaran listrik dan lainnya, gaji karyawan termasuk pembagian hasil dengan Irfan saldonya pun lumayan cukup banyak. Artinya pendapatan bersih Andra dari bengkel cukup menjanjikan.


"Allhamdulilah, ternyata lumayan juga yah pemasukan bulan ini." ucap nya.


"Iya Dra, bulan ini banyak motor yang masuk sampe keteter monitor disini." ucap Irfan.


"Katanya waktu itu mau nyari montir baru kenapa gak jadi? padahal gue udah acc kan?" tanya Andra.


"Waktu itu ada anak PKL dari STM GARUDA, jadi gue manfaatin dulu tuh bocah magang, lumayan Dra gak perlu ngeluarin dana, kita dapet tenaga kerja cuma-cuma." ucap Irfan merasa benar.


"Jangan gitulah Fan, pekerjaan disini buka. tanggung jawab mereka, disini mereka cuma ikut latihan bekerja aja. Apa loe gak tega menguras tenaga mereka dengan bayaran seadanya, tenaga orang loh itu." ucap Andra tak terima dengan perbuatan Irfan (sungguh dzolim kau Irfan 🤭)


"Iya Dra gue minta maaf, gue gak kepikiran kesana." ucap Irfan menunduk.


"Mereka udah beres PKL nya?" tanya Andra.


"Abis ini loe telepon pihak sekolah, suruh mereka dateng kesini nanti pulang sekolah." titah Andra.


"Mau ngapain?" tanya Irfan


"Gue mau ketemu sama mereka." jawab Andra.


"Ya udah gue telepon dulu." ucap Irfan.


"Hmm." ucap Andra.


Irfan menelepon pihak STM GARUDA, meminta tiga orang siswa yang telah melaksanakan PKL di bengkel ini untuk datang menemui Andra, pihak sekolah menyampaikan bahwa siswa mereka akan mendatanginya pukul tiga sore nanti setelah pulang sekolah.


"Masih lama ya." ucap Andra melihat jam di pergelangan tangannya.


"Ya udah gue balik dulu Fan, mau ke rumah mertua nanti siang gue ke sini lagi." pamit Andra.


"Oke Dra." jawab Irfan.


"Duluan ya Fan." pamit Tari.


"Oke Tar." ucap Irfan mengacungkan jempolnya.

__ADS_1


Andra Tari bergegas pergi ke rumah orang tuanya, sebelum pergi mereka pamitan terlebih dahulu pada lima orang karyawan yang terdiri dari tiga orang montir, satu orang kasir dan satu orang penjaga toko perlengkapan bengkel.


Kini mereka telah sampai di kediaman orang tuanya, mereka melepas seatbelt nya masing lalu keluar dari mobil. Tari membawa cake coklat buatannya kemarin ia membuat lagi khusus untuk ayah dan ibunya, sementara Andra membawa koper kecil yang berisikan beberapa setel baju mereka dan perlengkapan mereka.


"Assalamualaikum, ibuuuuu." ucap Tari yang langsung menyelonong ke rumah nya.


"Waalaikumsalam, Tari Andra." tanya Sumi sambil memeluk putri kesayangannya itu, lalu Andra dan Tari menyalaminya.


"Sengaja bikin kejutan buat ibu." ucap Tari terkekeh.


"Kalian mau nginep disini?" tanya Sumi kala melihat Andra membawa koper.


"Iya Bu, Tari kangen katanya pengen tidur di kamar nya yang dulu." ucap Andra.


"Syukurlah, kebetulan sekali malam ini bapak jaga malam jadi ibu ada temen di rumah gak sendirian." ucap Sumi.


"Bapak udah berangkat bu?" tanya Andra yang sejak tadi mengedarkan pandangan tidak menemukan sosok mertuanya.


"Belum, bapak lagi menghadiri pengajian aqiqah anaknya tetangga." ucap Sumi.


"Oh iya gimana nih kabarnya cucu ibu? sehat kan?" tanya Sumi mengelus perut anaknya.


"Allhamdulilah sehat Bu." ucap Tari.


"Kamu gak mual mual lagi nak?" tanya Sumi


"Gak bu, paling kalo ketemu sama sabun dan parfum yang biasa Tari pake baru mual." ucap Tari.


"Syukurlah kalau begitu." ucap Sumi.


"Oh iya ini Tari bikin cake coklat Bu." ucap Tari menyodorkan cake pada Sumi.


"Oalah ibu hamil rajin banget bikin kue." puji Sumi pada anaknya.


"Tari lagi kangen cake Bu, udah lama Tari gak ketemu sama si cake ini." ucap Tari terkekeh.


"Ya sudah yuk kita makan bareng-bareng." ajak Sumi.


Mereka berkumpul di meja makan, dan memakan cake nya bersama


.


.


.

__ADS_1


__ADS_2