
Pagi buta selepas menunaikan ibadah sholat subuh dengan sigap Tari langsung membereskan tempat tidur mereka.
jangan tanya Andra kemana? sejak statusnya menjadi suami,ia tak lagi sholat subuh di rumah karena istrinya selalu menyuruh Andra untuk melakukan sholat berjamaah di mesjid.
kembali ke Tari,setelah di rasa kamarnya cukup rapih dan bersih lalu ia menuju dapur mungil milik Andra yang sekarang berubah menjadi area kekuasaannya,Ia memakai celemek dan mengikat rambut panjangnya dengan menggulung asal.
Tanda ia siap bertempur dengan segala pekerjaan rumah tangga.
Tari berkutat di dapurnya,berhubung stok kulkas nya sekarang aman kali ini ia memasak beberapa menu untuk sarapan.
sebelum ia memasak lauk pertama yang ia lakukan memasak nasi terlebih dahulu,lalu menyiapkan bahan untuk di masak.
cukup simpel kali ini ia memasak menu sederhana,bakwan jagung dan telor balado.
"Assalamualaikum" ucap Andra pulang dari mesjid.
"Waalaikumsalam" jawab Tari singkat tanpa melihat Andra
Melihat Tari sibuk di dapur,Andra tidak tinggal diam. Dengan sigap ia membantu istrinya itu mengerjakan tugas rumah tangga.
Andra pergi ke kamar dan mengganti baju Koko ya itu dengan baju setelan rumahan terlebih dahulu lalu mengambil sapu,menyapu seluruh ruangan yang ada di rumah ini.
Beres dengan kegiatan menyapunya lalu Andra melanjutkan mengepel lantai,lalu ia menuju depan rumah dan menyapu pekarangan rumah.
Sebelum statusnya berubah menjadi suami,Andra memang sudah terbiasa melakukan pekerjaan ini.
karena di rumah ini Andra hanya tinggal sendirian.
Sementara menunggu nasi dan lauk matang,Tari menuju ruang laundry yang ada di samping kamar mandi.
Ia memasukan semua pakaian kotor ke dalam mesin cuci dan deterjen lalu menjalankan proses pencucian.
karena Tari mencuci dengan mesin jadi ia bisa meninggalkannya untuk melanjutkan masak kembali.
Setelah menjadi ibu rumah tangga Tari harus sat set mengerjakan semua tugas rumah,mengingat ia juga harus bekerja jadi di kejar waktu untuk segera menyelesaikan nya.
Tari dan Andra melakukan semua pekerjaan rumah bersama tanpa bicara satu sama lain,mereka fokus dengan pekerjaannya masing-masing.
Dan akhirnya nya pekerjaan mereka beres.
"Allhamdulilah beres semua" gumam Tari sambil mengelap keringat di dahi dan lehernya dengan punggung tangan.
__ADS_1
Andra sejak tadi menatap Tari, Dengan cekatan Tari memasak sarapan untuknya, mencuci baju-baju nya (walaupun dengan mesin cuci 🤭) menyiapkan segala keperluannya.
Hati Andra sekarang di rumah nya ada teman untuk berbagi segala hal, sekarang rumah ini terlihat ada penghuninya, yang biasa nya sepi jarang ada aktivitas apalagi aktivitas memasak.
Andra tak menyangka akan memiliki istri secepat ini apalagi yang menjadi istri adalah Tari sahabatnya sendiri bahkan ia sudah menganggap nya seperti adik nya sendiri karena Andra dan Tari di besarkan dalam satu asuhan yang sama yaitu asuhan Bu Sumi ibunya Tari.
"Kenapa bengong aja? makan dulu yuk? apa mau mandi dulu?" tanya tari yang baru menyadari Andra terus menatap nya.
Andra tidak fokus sehingga tidak mendengar ajakan Tari, ia hanya senyum-senyum.
Tari mengerutkan keningnya "Di tanya malah senyum-senyum, loe kenapa sih?" tanya Tari heran.
Andra berlari ke kamar mandi "Gak apa-apa kok, gue mandi dulu takut telat."
Padahal waktu masuk kerja masih sangat lama, ia salah tingkah kala menyadari Tari melihatnya dari tadi ketika ia melamun.
"Dasar aneh." ucap Tari masih heran dengan suaminya itu.
Selesai Andra mandi,kini giliran Tari untuk membersihkan badannya yang sudah lengket itu.
cukup lama Tari menyelesaikan ritualnya itu, setelah memakai seragam kerjanya lalu ia merias wajahnya, tak banyak make up yang di tempelkan di wajah Tari.
Ia hanya memakai cushion tipis-tipis, menyisir alisnya dan memberi sentuhan pensil alis saja untuk mempertegas alisnya lalu ia mengaplikasikan mascara ke bulu mata nya yang lentik itu, terakhir ia mengaplikasikan lip tint ke bibir tipisnya.
lalu ia bangkit dari kursi meja rias nya bersiap ke ruang makan untuk sarapan, namun ketika ia membuka pintu kamar tiba-tiba "plek." cicak terjatuh dari atas pintu tepat di kaki nya itu
"Aaaaaaaa cicak." jerit Tari ia berlari ke arah Andra spontan langsung memeluk Andra
Deg deg deg deg jantung Andra berdegup kencang kala Tari memeluknya, susah payah Andra menyeimbangkan tubuhnya agar tidak oleng 🤭
"Sama cicak aja takut,tuh cicak nya pergi takut sama loe." ucap Andra dengan pura-pura santai
"Beneran udah pergi? tanya Tari masih dengan posisi seperti itu.
"Iya bener, mau sampai kapan loe peluk gue gini? sesak tau" ucap Andra yang jelas ia merasakan sesak dadanya 🤭 ia merasa panas dingin di peluk istrinya
Tari baru menyadari memeluk Andra dengan erat.
Dengan cepat ia melepaskan pelukannya dengan pipi merah menahan malu.
"Iihh gue gak sengaja yah peluk loe, karena darurat." ucap Tari kesal dan marah lalu pergi ke kamar dan membanting pintu, lalu menguncinya.
__ADS_1
Andra yang melihat tingkat istrinya itu merasa heran "Yang peluk siapa, yang marah siapa? hmm dasar aneh" gumam nya sambil garuk-garuk kepala tak gatal.
Sementara di dalam kamar Tari uring-uringan sendiri, ia kesal pada dirinya sendiri kenapa bisa-bisanya memeluk Andra?
"Aaarrgghhhh,kenapa jadi gini sih? malu gue sama Andra.
"Gara-gara cicak sialan"
"Sial sial sial ku bertemu dengan cinta semu, tertipu tutur caramu seolah cintai ku. eh kok jd nyanyi?🤭"
"Ya sudahlah gak apa-apa,sedekah dikit toh sama suami ini."
Meskipun malu Tari tak mau ambil pusing dengan ttagedi tadi,ia akan bersikap biasa saja seolah tidak terjadi apa-apa walaupun dalam hati ia masih merasa malu dengan suaminya itu.
Sementara di tempat makan Andra menghabiskan tiga gelas air putih,ia terus minum untuk menenangkan dirinya.
Andra kaget sekaligus bahagia seperti telah memenangkan jackpot.
"Mimpi apa gue semalem dapet rezeki pagi-pagi gini." gumamnya.
Andra menyebutnya itu rezeki karena ini pertama kalinya ia di peluk wanita apalagi wanita ini adalah wanita halalnya.
Selama ini ia jarang kontak fisik dengan wanita, kecuali salaman, ia menjaga diri untuk tidak terlalu dekat dengan wanita kecuali Tari yang sudah ia anggap sebagai adiknya sendiri
Ceklek, pintu kamar terbuka. Tari sudah rapih dengan seragam kerjanya itu ia menuju meja makan menghampiri suaminya.
Tak banyak bicara,ia menyiapkan sarapan mengambilkan nasi dan lauk untuk suami dan dirinya.
Lalu ia makan dengan tenang.
"Kenapa loe diem aja?malu?" ucap Andra meledek.
"Diem loe, jangan bahas kejadian tadi lagi." pinta Tari.
"Iya iya deh tapi kan kan peluk gue loe kenapa loe yang marah?" celetuk Andra
"Andraaaaaaaaa" teriak Tari
.
.
__ADS_1
.