Menikah Dengan Sahabat

Menikah Dengan Sahabat
BAB 6


__ADS_3

Hari sudah mulai sore,tiba saatnya Tari pulang.


karena hari ini Andra pulang telat, Tari pulang menggunakan jasa ojek online.


Tari pulang ke rumah orang tuanya dulu,rencana ia akan mengambil motor kesayangan nya itu lalu pergi ke supermarket untuk membeli bahan masakan.


Tadinya Tari akan pergi ke pasar agar harganya lebih murah, tapi sudah sore seperti ini banyak jongko jongko yang sudah tutup, kalaupun ada kadang sudah tidak ada daging dan sayuran segar.


Ojek online yang di tumpangi Tari berhenti karena lampu merah, tak sengaja Tari melirik ke arah kanan.


Alangkah kagetnya Tari melihat sosok laki-laki yang menghancurkan harapannya sedang membonceng seorang wanita, dengan mesra wanita itu melingkarkan tangannya di pinggang Gerry tapi Tari tidak melihat wajah wanita itu karena ia sedang menghadap ke kanan arah yang sama dengan pandangan Tari.


Tapi tunggu! sepertinya Tari mengenali wanita itu.


Ah tidak mungkin,tidak mungkin dia.


mungkin Tari salah menduga.


Geram, kecewa, sedih campur aduk menjadi satu.


lampu merah kini beralih menjadi lampu hijau, semua kendaraan pun melaju kembali.


Tari ingin mengejar mereka,tapi mengingat hari sudah semakin sore, Tari mengurungkan niatnya.


Kini Tari Tiba di rumah kedua orangtuanya, ia mengetuk pintu rumah.


"Tok tok tok"


"Assalamualaikum Bu,pak?" panggil Tari


Hening tak ada jawaban.


"Kemana mereka?kok sepi?" tari bergumam sendiri.


"Tari? udah lama nak? suami mana? kok sendiri?" Bu Sumi muncul dari samping rumah.


"Belum Bu baru aja Tari sampe,Andra pulang telat bu,ada kunjungan dari pusat katanya.


ibu dari mana?" jawab Tari sambil menyalami ibunya.


"Nak, sama suami itu jangan panggil nama gak sopan." bukannya menjawab pertanyaan Tari, bu Sumi malah menasehati anaknya itu.


"Iya Bu maaf, Tari belum terbiasam" tutur Tari.


ibunya tersenyum "biasakan yah nak." sambil mengusap kepalannya.


"Masak apa Bu?" Tari mengalihkan pembicaraan.


"Masak sayur lodeh kesukaan bapakmu nak,makan dulu disini yah? nanti kamu bawa pulang sayur lodeh ya buat suamimu." tawar Bu sumi.

__ADS_1


"Nanti aja deh Bu, takut kesorean Tari kesini mau bawa motor terus ke supermarket belanja kebutuhan dapur biar besok tari bisa masak." tolak Tari.


"Ya sudah nih kamu bawa aja sayur lodeh nya buat nanti makan sama suamimu,takutnya kamu tidak sempat masak nak." Bu Sumi menyodorkan baperware yang berisikan sayur lodeh,ikan asin dan bakwan sayur.


Tari menerima nya, memasukan baperware itu ke dalam bagasi motornya dan pamitan pada ibunya.


"Bu Tari pergi dulu yah salam buat bapak, assalamualaikum." pamit Tari.


"Wassalamu'alaikum, hati-hati nak" jawab Bu Sumi sambil melambaikan tangan.


Pulang dari rumah orangtuanya Tari melajukan motor menuju supermarket dengan tujuan membeli isi lemari es.


Yang pertama Tari tuju ialah area perdagangan,Tari mencari daging-daging segar dan ayam potong.


Setelah itu ia menuju area bumbu,ia menyobek beberapa plastik roll yang ia isi dengan macam-macam bumbu dapur.


Lalu ia menuju area buah dan telur,lanjut Tari membeli beberapa Snack untuk teman nonton tv.


Tak lupa ia menuju area non food untuk membeli kebutuhan rumah tangga lainnya seperti sabun mandi,sabun cuci, pewangi,tisu dll


Cukup banyak berbelanja,sampai dua kantong keresek besar.


lumayan berat Tari membawanya,ia menyimpan belanjaannya itu di bagian depan motor maticnya.


Tari mengeluarkan satu lembar uang lima ribu rupiah dan memberikannya pada salah satu tukang parkir.


"Terima kasih neng, ini kembaliannya" tukang parkir itu menyerahkan uang kembalian kepada Tari.


"Terima kasih neng, silahkan hati-hati di jalan semoga selamat sampai tujuan." ucap bapak parkir kembali.


"Aamiin, sama-sama pak" jawab Tari sambil melajukan motornya.


Sampai di kediamannya Tari memarkirkan motor di halaman rumah,ia membuka kunci pintu lalu masuk ke dalam rumah.


Tari menyimpan barang belanjaannya itu di di atas meja makan,lalu ia meninggalkannya ke kamar untuk ganti pakaian kerjanya dengan setelah rumahan.


Selesai mengganti pakaian Tari menghangatkan nasi dan menghidangkan lauk pemberian ibunya tadi,lalu ia membereskan barang belanjaannya itu sampai selesai. Kemudian ia membersihkan rumah menyapu dan mengepel nya.


Tari mengelap keringat di dahi nya,aktifitas sore ini cukup menguras tenaganya "Huft lumayan cape juga,ternyata gini rasanya jadi ibu rumah tangga." gumamnya sendiri


waktu menunjukan pukul 15.30 wib, Andra belum juga pulang.


Sembari menunggu suaminya pulang,bTari membersihkan badannya yang sudah lengket terlebih dahulu dengan melakukan ritualnya di kamar mandi.


Setengah jam ia menghabiskan waktunya di kamar mandi, sampai tak terasa adzan magrib pun sudah berkumandang.


Iya langsung menunaikan sholat magrib.


Suara deru mobil terdengar di depan rumahnya, sepertinya Andra pulang.

__ADS_1


Belum sempat iya membuka mukena,ia langsung menuju keluar dan membukakan gerbang rumahnya.


ternyata benar suaminya pulang.


Andra memasukan mobil ke halaman rumahnya dan Tari menutup kembali gerbangnya.


"Assalamualaikum" ucap Andra sambil menyodorkan tangan pada istrinya.


Tari menyambut tangan Andra dan menyalaminya "Waalaikumsalam." Tari harus membiasakan diri mencium tangan suaminya itu.


Entah kenapa hati Andra menghangat,ada yang beda kali ini.


Ada yang menyambut ketika ia pulang kerja dan mencium aroma masakan di rumahnya.


sekarang ia tak lagi sendirian,ada yang menemani nya tidurnya walaupun mereka belum melaksanakan kewajiban suami istri setidaknya Andra mempunyai teman di rumahnya itu.


Ada yang menyiapkan makan untuknya,dan mengurus rumahnya,menyiapkan segala kebutuhan nya.


Dia adalah temannya sejak kecil sekaligus istrinya.


"Mandi dulu gih! apa mau langsung makan?" ucap Tari


"Mandi aja dulu lah,takut keburu habis waktu magribnya gue belum sholat magrib." jawab Andra.


"Yasudah sanam" titah Tari.


Andra pergi ke kamar mandi melakukan ritual mandinya, setelah itu ia menunaikan ibadah sholat Maghrib.


Selesai sholat iya menuju meja makan,dimana istrinya sudah menunggu.


"Wiw sayur lodeh" mata Andra berbinar melihat menu kesukaan nya itu.


"Iya ini sayur lodeh buatan ibu, tadi ibu bekali gue ini takut gue gak keburu masak katanya.*" terang Tari.


"Sayur lodeh buatan ibu memang TOP dari dulu, gue suka banget." seru Andra


"Oh iya dong, anaknya juga gak kalah tuh." timpal Tari menyombongkan diri


"Masa?" ledek Andra


"Iya lah, buktinya loe suka martabak mie buatan gue." ucap Tari


"Apapun masakannya kalo istriku yang masak, Pasti suka" gombal Andra sambil tersenyum


blush pipi Tari memerah,ia tertunduk malu sekaligus geli dengan penuturan Andra kala ia menyebutnya ISTRIKU


.


.

__ADS_1


.


cieee tari mulai baper nih kayaknya, hehehe 🤭


__ADS_2