Menikah Dengan Sahabat

Menikah Dengan Sahabat
BAB 19


__ADS_3

"Loh kok tumben jam segini udah pulang? kenapa gak ngasih tau?" tanya Andra yang baru saja pulang dari mesjid.


"Iya Dra hari ini aku pulang cepet, soalnya mbak Rita minta aku nemenin dia ke rumah mama nya dia juga nganterin aku pulang " jawab Tari.


"Oh gitu, ya udah masuk yuk." ajak Andra sambil membuka kunci pintu rumah mereka dan Tari mengikuti Andra dari belakang.


"Udah makan belum" tanya Andra.


"Udah sih tadi siang." jawab Tari.


"Aku mau mandi dulu ah,gerah." ucap Tari melenggang pergi meninggalkan Andra.


Malam pun tiba kini mereka berbaring di tempat tidur tak lupa guling pun menjadi benteng pertahan Tari, meskipun gawang sudah berhasil jebol tapi benteng itu masih kokoh.


"Dra jangan tidur dulu,aku mau cerita nih" ucap Tari.


"ada apa? tanya Andra.


Panjang lebar Tari menceritakan semua tentang Gery dan Mira.


"Aku pikir aku di selingkuhi ternyata aku yang jadi selingkuhan nya" ucap Tari sambil tersenyum getir


Tapi anehnya Tari tidak merasa patah hati atas perlakuan Gery, apa mungkin Tari tidak benar-benar mencintai Gery? dulu ia sering menangis bukan karena Gery meninggalkan nya tapi ia menangisi dirinya sendiri karena telah di campakkan begitu saja.


Tari membenci dua mahluk lucknut itu, tapi Tari tidak ada sedikitpun rencana membalas perbuatan mereka, bagi nya yang lalu biarlah berlalu, ia tidak ingin berurusan lagi dengan mereka.


Andra yang mendengar cerita Tari tidak terlalu kaget, karena Andra pernah memergoki Mira dan Gery tapi ia tidak menceritakannya pada Tari karena takut menambah sakit hati pada Tari.


Tapi yang Andra tidak habis pikir kenapa bisa Mira setega itu menghancurkan perasaan Tari hanya karena rasa iri.


"Mulai dari sekarang kamu harus hati-hati sama dia, dia bisa aja melakukan hal yang lebih kejam dari pada itu" Andra mengingatkan Tari.


"Iya dra, oh iya dra tadi pas aku ke rumah orang tua nya mbak Rita aneh banget aku liat mama nya mbak Rita" ucap Tari


"Maksudnya? aneh gimana?" Andra mengerutkan kening nya.


"Masa pas liat aku mama nya mbak Rita langsung nangis, dia peluk aku kayak yang baru ketemu sama orang yang udah lama hilang tau gak. hehehe " Tari terkekeh.


"Masa sih? mungkin kamu mirip seseorang yang beliau kenal" ucap Andra.


"Mirip siapa? kalau mirip Laura Moane sih iya hahaha" tawa Tari menyombongkan diri.


"Cih sombong amat (sambil menyerupai nada bicara Mandra) aku juga yang mirip Clay Gribble biasa aja" ucap Andra.


"Iya iya deh Clay Gribble kw hahahaha" tawa Tari

__ADS_1


"Eh berani yah ngeledek, awas yah" Andra menyerang Tari tiba-tiba dengan gelitikan di pinggang Tari.


"Haha haha hahahaha udah dra udah" pinta Tari memohon sambil tertawa.


"Ampun gak? ampun gak hm?" tanya Andra gemas


Andra terus menggelitik pinggang Tari, Tari memegang tangan Andra untuk menahannya tapi Andra terus menyerangnya tanpa ampun sampai Tari tak bisa menahannya, sehingga Tari terjatuh dengan posisi terlentang karena Tari memegang tangan Andra otomatis Andra ikut terjatuh dan menindih Tari.


Seketika mereka terdiam dan saling menatap


deg deg deg, jantung mereka berdegup kencang.


Entah keberanian dari mana Andra mendekatkan wajahnya ke arah Tari, di tatapnya bibir manis Tari yang sempat ia rasakan, ketika Andra ingin ***** bibir Tari tiba-tiba handphone milik Tari berdering.


Mereka gugup lalu terbangun, Tari mengambil handphone nya lalu melihat siapa yang memanggil nya dan ternyata Bu Sumi sang ibu tercinta.


Tari : "assalamualaikum Bu"


Ibu : " Tari lusa nanti Wulan sepupu kamu nikah, besok pagi ibu sama bapa mau kesana"


Tari : " Kok dadakan sih bu? kenapa gak ngasih tau jauh hari sebelumnya? kalau tau gitu kan Tari sama Mas Andra bisa mengajukan cuti dulu."


(Tari memanggil suaminya mas jika di depan orang tuanya 😁).


Tari : " Ya udah kalo gitu Tari nyusul aja Bu, maaf gak bisa nemenin ibu sama bapak karena Tari harus kerja dulu sambil Tari mau minta ijin buat minta cuti dadakan mudah-mudahan mbak Rita mengijinkan."


Ibu : "Iya Tari, kamu nyusul aja yah ibu sama bapak pergi duluan."


Tari : "Iya Bu."


Ibu : "Ya sudah kalau gitu, ibu tutup assalamualaikum."


Tari : "Walaikumsalam Bu."


Andra yang mendengar percakapan istri dan mertuanya di telepon langsung bertanya.


"Ada apa?" tanya Andra


"Dra nanti lusa Wulan nikah, kamu ngajuin cuti gak untuk dua ke depan? soalnya gak mungkin kita pulang pergi kesana. Jarak nya jauh banget" pinta Tari.


"Bisa Tar, kebetulan jatah cuti aku belum di ambil mau di ambil semuanya juga bisa sekalian kita honeymoon" goda Andra.


"Ih apaan sih jangan bercanda deh" ucap Tari cemberut sambil mengerucutkan bibir nya.


Andra menyentil kening istrinya "Kamu itu yah pikirannya suka kemana-mana kalau mendengar kata honeymoon. Nih yah honeymoon versi aku tuh refreshing sama pasangan." jelas Andra

__ADS_1


"Iya itu kan versi kamu, tapi honeymoon pada umunya rata-rata kan itu." ucap Tari sambil menyatukan kedua telunjuk nya πŸ‘‰πŸ‘ˆ


"Hahaha itu apa? kalo ngomong yang jelas biar orang lain mudah paham." goda Andra


"Kamu nya aja yang loading, orang lain pasti paham kok." cibir Tari.


"Oh yah? emang maksudnya apaan gini gini" tanya Andra sambil menirukan tangan Tari tadi.


"Ya itu anu-anu" ucap Tari malu.


"Hahaha apa sih anu-anu?" Tawa Andra, ia sengaja mengerjai Tari pura-pura tidak mengerti.


Padahal ia sangat mengerti maksud Tari, hanya saja Andra menyukai tingkah lucu Tari yang malu-malu mengatakan hubungan suami-istri.


"Iihhh Andraaaaaaa." teriak Tari merasa jengkel


"Ih apaan Andra? mas kamu harus panggil aku mas" protes Andra


"Kamu harus membiasakan diri panggil aku mas, masa besok di depan keluarga kamu panggil aku Andra terus, nanti kamu banyak di hujat para netizen loh" ucapnya lagi.


"Gak mau ah geli hahaha." tolak Tari merasa geli memanggil Andra dengan sebutan mas


"Geli tuh kalo gini." Andra menggelitik Tari lagi


"Udah ah jangan mulai deh" protes Tari mode ngambek.


"Iya iya maaf." ucap Andra.


"Tau ah." ucap Tari merajuk.


"Jangan ngambek dong, kalo kamu ngambek gak mirip Laura Moane lagi." goda Andra sambil mencolek dagu Tari.


"Biarin, justru Laura Moane yang mirip aku kalau dia lagi ngambek." elak Tari.


"Iya iya deh, aku janji gak akan gelitik kamu lagi" janji Andra.


"Awas yah kalau bohong, tidur yuk udah malam" ajak Tari.


"Ayo, tapi boleh peluk gak?"


.


.


.

__ADS_1


__ADS_2