
Kini Andra dan Tari sudah mendapatkan ijin cuti selama dua hari, mereka bersiap untuk pergi menyusul orang tua mereka ke kampung halamannya tempat dimana Tari dan Andra di besarkan.
Andra di besarkan di kampung halaman Tari karena panti asuhan tempat tinggal Andra berada disana.
Setelah lulus sekolah Andra memutuskan untuk pergi merantau ke kota A tempat dimana pak Syarip ayah Tari bekerja, pak Syarip tinggal di rumah sederhana peninggalan orang tua angkatnya ia bekerja disana, sementara anak istrinya di kota C.
Di kota A Andra tinggal di rumah pak Syarip,disana Andra bekerja melanjutkan pendidikannya. Ia mengikuti kuliah kelas karyawan.
Ia bekerja untuk membiayai kuliah dan biaya kehidupannya sehari-hari.
Sementara Tari melanjutkan pendidikannya di kota kelahirannya, sambil kuliah ia mengajar anak anak panti kelas paud. Karena pada dasarnya Tari sangat menyukai anak kecil.
Empat tahun lamanya mereka terpisah, sampai pada akhirnya Bu Sumi dan Tari memutuskan untuk pindah ke kota A mengikuti pak Syarip.
Mereka ingin tinggal bersama, Andra yang sudah lulus kuliah pun memutuskan untuk pindah ke kos kosan yang ada dekat tempat kerjanya karena Bu Sumi dan Tari akan pindah ke rumah itu.
Padahal Mereka sudah melarang Andra untuk pindah, tapi Andra tetap ingin pindah karena Andra tidak mau keluarga pak Syarip menjadi bahan omongan para tetangga karena anak gadis nya tinggal satu atap dengan laki-laki yang bukan muhrim.
Karena Andra tidak punya beban biaya kuliah lagi, kini dana untuk biaya kuliah di alihkan untuk membayar kos kosan dan di tabung sebagian, Andra termasuk karyawan teladan sampai pada akhirnya Andra di angkat menjadi supervisor, gaji Andra meningkat di tambah insentif lainnya dan akhirnya Andra bisa membangun rumah sederhana dan mencicil mobil walaupun motor kesayangannya harus d korbankan, Tapi Andra bangga dengan dirinya sendiri bisa memiliki semua ini dengan hasil kerja kerasnya sendiri tanpa bantuan siapapun.
Di perjalanan mereka bersemangat akan pulang kampung, bertemu dengan sanak saudara.
"Kayaknya kampung kita bakalan pangling yah Tar, udah lama banget aku gak kesana aku kangen sama orang-orang panti." ia merindukan tempat masa kecilnya itu dan merindukan orang-orang yang membesarkannya.
Sudah satu tahun Andra tidak pulang ke panti, biasa nya tiap lebaran atau cuti Andra selalu mengunjungi panti asuhan itu.
"Iya, lebaran kemarin kamu gak ikut pulang sih" ucap Tari.
"Mas Tari mas" protes Andra mengingatkan kembali bahwa Tari harus terbiasa dengan sebutan mas.
Tari memutar bola mata nya jengah "Iya deh mas."
"Nah gitu dong, anak baik" senyum Andra sambil mengacak rambut Tari.
"Iihh Andra eh mas, jangan ngacak-ngacak rambut aku bisa gak sih? jadi kusut nih" protes Tari cemberut.
"Inget yah, kita harus bersikap manis di depan keluarga demi menjaga nama baik kita dan ibu bapak." Andra mengingatkan Tari untuk bersikap layaknya suami istri pada umumnya, pasalnya Andra tidak ingin mendapatkan cibiran dari keluarga dan kerabat mereka, karena sudah menjadi rahasia umum Andra menjadi pengantin pria pengganti untuk Tari.
__ADS_1
Andra ingin terlihat baik-baik saja di depan mereka.
"Iya MAS." ucap Tari menekankan kata mas
"Hahaha lucu kamu." goda Andra.
"Mas kita berhenti di rest area dulu yah, bentar lagi dzuhur." pinta Tari.
"Iya, sekalian kita makan siang dulu." setuju Andra.
Sesampai di rest area mereka istirahat, lalu menunaikan ibadah sholat Dzuhur.
stelah itu mereka ke restoran cepat saji yang ada di sana.
"Mau makan apa?" tanya Andra sambil melihat-lihat menu yang tertera di belakang kasir.
"Aku mau nasi, ayam nya dua paha atas, kentang goreng nya dua sama burger nya satu aja terus minumnya teh persegi aja sama air mineral" pesan Tari enteng.
Andra mengerutkan kening nya, ia heran dengan istrinya tidak biasa dia makan sebanyak itu.
Tapi ia tetap memesannya dan menambahkan satu nasi dan ayam lalu air mineral untuknya.
Mata Tari berbinar melihat makanan itu lalu menyantap nya dengan lahap.
"Pelan-pelan gak akan ada yang minta kok." ucap Andra melihat Tari makan seperti orang kelaparan.
"Kamu lapar banget yah? bukannya tadi udah makan?" tanya nya lagi heran.
"Gak tau nih, aku lagi pengen banget makan ini" jawab Tari sambil mengunyah.
"Ya udah abisin yah, jangan di sisain mubazir" ucap Andra karena ia tidak yakin Tari akan menghabiskan makanannya soalnya Tari tidak biasa makan sebanyak ini.
"Iya mas" ucap Tari singkat.
Tidak memakan waktu lama Tari menghabiskan makanannya.
"Allhamdulilah kenyang" ucap Tari setelah ia meneguk air mineral nya.
__ADS_1
"Udah? apa mau pesan lagi?" tantang Andra.
"Gak ah, aku mau ke minimarket aja pengen beli cemilan buat di jalan" ucap Tari.
"Ya udah ayo" ajak Andra
Di minimarket Tari memasukan banyak makanan ke keranjang belanjaan nya, satu lusin bungkus keripik kentang berukuran sedang berbagai varian rasa, empat pak biscuit coklat, tiga yoghurt squeeze , dua botol minuman teh daun kesukaan ulat, lalu dua batang coklat berukuran sedang.
"Kalau mau beli oleh-oleh mending jangan disini, kita ke tempat oleh-oleh disana banyak makanan tradisional" usul Andra.
"Kamu mau bawa oleh-oleh?" tanya Tari.
"Gak, lah itu kamu beli makanan sebanyak itu buat oleh-oleh?" Andra menanya balik.
"Enak aja, ini buat aku kan udah bilang aku mau beli camilan buat di jalan" ucap Tari melenggang menuju kasir.
"Eh buset banyak banget, kamu mau buka warung keliling hahaha?" tanya Andra tertawa.
"Banyak tanya, udah bayar nih" Tari menyerahkan keranjang belanjaannya pada Andra lalu ia pergi duluan ke mobil.
Ia ingin segera duduk, entah kenapa akhir-akhir ini ia mudah lelah dan lapar.
Namun pada saat ia di dalam mobil sedang menunggu Andra, matanya tak sengaja melihat seorang wanita muda seumuran dengan nya bersama pria seumuran ayahnya sedang bergandengan mesra.
"Kayak nya aku kenal wanita itu" gumam Tari
kedua insan itu berjalan menuju arah minimarket dan melewati mobil Andra, setelah agak dekat terlihat semakin jelas dan alangkah terkejutnya Tari.
"Loh kok itu kan Mira? kenapa dia sama papa nya Gery? mau kemana mereka? kenapa mereka bermesraan?" banyak pertanyaan di benaknya.
"Jangan jangaaaannnn" Ekspresi terkejut Tari yang menyimpulkan Mira dan papa nya Gery ada sesuatu tertangkap oleh Andra saat Andra membuka pintu mobilnya.
"Ada apa? kenapa pasang muka kayak gitu? kayak udah liat setan aja" celetuk Andra.
"Tadi aku abis liat manusia yang kelakuan nya lebih dari setan"
.
__ADS_1
.
.