Menikah Dengan Sahabat

Menikah Dengan Sahabat
BAB 21


__ADS_3

"Siapa emang?" tanya Andra.


"Tari aku liat Mira sama cowok mas" ucap Tari.


"Emang dia gak kerja? kok bisa ada disini?" tanya Andra lagi.


"Gak mas, ini jadwal dia cuti dan kamu tau gak?" tanya Mira menggantung.


"Ya gak tau lah orang kamu belum cerita?" jawab Andra mengerutkan kening nya.


Tari terkekeh "Hehehe iya iya bener, kamu bisa aja mas. Tadi aku liat Mira sama papa nya Gery" ucap Tari.


"Masa sih? mungkin mereka lagi liburan keluarga" Andra masih berprasangka baik.


"Ya kali liburan keluarga cuma mereka berdua, mesra-mesraan pula" ucap Tari jengah


"Masa sih?" Andra mengerutkan kening nya.


"Makanya aku bilang manusia kelakuannya lebih dari setan, masa iya sih calon mertua di embat juga." ucap Tari sebal


"Maksud kamu, Mira sama papa nya Gery ada menjalin hubungan?" tanya Andra


Tari meletakan telunjuk di dagunya "sepertinya begitu." Tari mengiyakan kesimpulan Andra


"Ya udahlah biarin aja, asal jangan merugikan kita dan gak ada hubungannya sama keluarga kita" ucap Andra tidak mau ambil pusing dengan masalah orang lain.


"Iya bener sih, cuma aku kaget aja. Makin kesini kelakuan si Mira makin kesana" ucap Mira.


"Hahahaha apaan sih kamu" tawa Andra sambil mengacak rambut istrinya itu.


"Mulai deh." protes Tari cemberut.


"Iya iya maaf." ucap Andra meminta maaf.


Di perjalanan Tari dan Andra tiada hentinya bercakap dan Tari mengunyah sampai tak terasa kini mere sudah sampai di tempat tujuan yaitu rumah lama keluarga Tari tempat dimana Tari di lahirkan. Rumah mereka berdekatan dengan rumah bi Isah si pemilik hajat.


Bi Isah adik kandung Bu Sumi ibu nya Tari, beliau akan menikahkan anak sulung nya Wulan.


Disana sudah banyak orang-orang yang membantu acara hajatan, ada kelompok bapak-bapak yang membereskan kursi dan ada yang membantu mendekor, halaman rumah yang luas sudah di pasang tenda biru dan di dekor. Mereka akan mengadakan acara akad nikah dan resepsi nya di halaman rumah.


"Assalamualaikum." ucap Andra dan Tari


"Waalaikumsalam." Jawab beberapa bapak-bapak yang ada disana karena sebagian nya tidak menghiraukan Tari dan Andra karena fokus dengan pekerjaannya.


Lalu Andra dan Tari menyalami bapak-bapak yang ada di sana, termasuk pak Syarip dan pak zenal pamanya Tari suami dari bi Isah.


"Apa kabar Andra Tari?" Tanya pak zenal.


"Allhamdulilah baik paman." jawab mereka.


"Paman sekeluarga gimana kabar nya?" tanya balik Tari.

__ADS_1


"Allhamdulilah Tari kami sekeluarga sehat, oh yah masuk dulu kalian istirahat dulu aja pasti kalian cape." tawar pak zenal mempersilahkan mereka masuk.


"Iya paman nanti aja Tari mau ke dalam dulu kangen sama bibi dan Wulan" ucap Tari.


"Iya Tari silahkan." ucap pak zenal.


"Tar aku nyimpen barang-barang dulu ke rumah nanti aku nyusul yah" ijin Andra.


"Iya udah, minta kunci dulu sama bapak mas" ucap Tari.


Di balas dengan anggukan Andra lalu Andra meminta kunci rumah pada bapak mertuanya, dan pergi menuju rumah mertuanya yang berada di sebelah rumah si pemilik hajat.


Sementara Tari setengah berlari masuk ke dalam ia ingin segera bertemu keluarganya karena ia sangat merindukan keluarganya.


"Assalamualaikum semua." ucap Tari sumringah


"Waalaikumsalam, eh Tari apa kabar nak? jawab bi Isah langsung menghambur memeluk Tari.


"Allhamdulilah baik bi." jawab Tari


"Gimana udah isi belum?" tanya bi Isah sambil mengelus-elus perut Tari.


Tari tersenyum menunjukan deretan gigi nya " belum bi, doain aja" jawab nya


"Ya pastilah bibi doain, tapi kamu nya harus rajin berikhtiar juga" bi Isah terkekeh.


"Ah bibi bisa aja" ucap Tari malu.


" Assalamualaikum." ucap Andra yang kini datang menyusul Tari.


"Waalaikumsalam, eh nak Andra apa kabar?" ucap bi Isah.


"Allhamdulilah baik bi." jawab Andra tersenyum.


"Ini Andra anak panti itu kan?" Bu Tina tanya. salah satu tetangga yang sedang bekerja di dapur.


"Iya Bu betul" jawab Andra.


"Andra dan Tari dari kecil bareng-bareng terus yah seneng liatnya, sampe sekarang pun masih tetap sama" ucap Bu Tini tetangga lainnya.


"Iya ih, kenapa kalian gak nikah aja sama Andra?" celetuk Bu Teni mereka.


Mereka adalah tetangga jauh bi Isah jadi mereka tidak tau kejadian yang menimpa Tari pada saat pernikahannya.


Trio emak kakak beradik itu di undang bi Isah untuk menjadi juru masak di acara hajatannya karena mereka sudah terkenal jago masak dan sudah biasa masak di acara hajatan.


"Lho Tari sama Andra kan memang sudah menikah ibu-ibu." terang bi Isah.


"Masa sih? bukannya calon suami Tari itu Gery yah namanya?" tanya Bu Tini.


"Iya, waktu itu kami lihat di undangan dan orangnya bukan Andra di foto nya juga" celetuk Bu Tina.

__ADS_1


Tari dan Andra terdiam dan saling menatap, mereka kira tidak akan ada lagi yang membahas pernikahan mereka lagi tapi dugaan mereka salah.


"Mungkin sudah takdirnya mereka bersama ibu-ibu heuheuheu" jawab bi Isah terkekeh khas ibu-ibu mencoba mencairkan suasana.


"Bu Tina itu minyak nya sudah panas, mau goreng apa?" ucap Bu Sumi yang mengalihkan pembicaraan karena tidak ingin anak menantunya terus di borong pertanyaan.


"Astagfirullah saya lupa." Bu Tina setengah berlari menghampiri kompor.


"Iya nih kebanyakan ngerumpi." celetuk Bu Teni terkekeh.


"Ya sudah kita lanjutkan tugas kita." ajak Bu Tini


Akhirnya trio emak kembar itu berhenti bertanya, kini mereka fokus dengan tugasnya masing-masing.


"Kalian sudah makan? makan dulu sana." titah bi Isah.


"Udah bi tadi di jalan kami makan dulu sambil istirahat." ucap Andra.


Satu jam yang lalu mereka makan makanan cepat saji di rest area.


"Tapi Tari laper lagi bi." ucap Tari manja.


"Serius Tar? kamu tadi makan banyak banget lho." tanya Andra kaget.


"Iya nih perut minta di isi terus, heran deh." ucap Tari.


"Mungkin kalian sudah menempuh perjalanan jauh makanya lapar terus." ucap Bu Sumi.


"Ya udah makan dulu sana." titah bi Isah.


"Iya Bi, siap laksanakan." mata Tari berbinar melihat makanan yang tersaji di meja makan milik bibinya itu.


"Ya udah kamu makan aja duluan, aku nanti aja belum laper." ucap Andra yang hendak pergi namun di tahan oleh Tari.


"Kamu mau kemana mas?" tanya Tari.


"Aku mau ke depan, mau nyamperin bapak."


"Eiiitt mas di sini aja, temenin aku makan.


aku mau makan sama kamu mas" pinta Tari.


"Tapi mas masih kenyang." tolak Andra ia memanggil dirinya sendiri dengan sebutan mas karena ingin terlihat harmonis di depan keluarga istrinya itu.


"Tapi aku mau makannya sama mas." Tari menunjukan puppy eyes nya dan akhirnya Andra mengalah.


"Iya iya mas makan."


.


.

__ADS_1


.


__ADS_2