Menikah Dengan Sahabat

Menikah Dengan Sahabat
BAB 36


__ADS_3

Di kota C kantor pusat departemen store tempat Andra bekerja, kini Andra bersama rekan-rekan kerjanya sedang melangsungkan acara pentas seni untuk perwakilan dari kantor cabangnya.


Andra bersama Denis dan dua orang karyawan lainnya mempersembahkan sebuah lagu yang di vokali oleh Andra.


...****************...


Teringat lagi hal yang buat hatiku


Jatuh cinta dengan hebatnya padamu


Hingga kini ku belum mampu percaya


Kau milikku selamanya


Kutemukan arti cinta


Di waktu hidup denganmu yang tak terduga


Seperti nadi mu yang slalu denyutkan setia


Aku bahagia menjadi miliknya


Bagaimana bisa aku jatuh cinta


Berulang kali


Berulang kali pada orang yang sama?


Terima kasih, kau tetap di sampingku


Di tengah kencang badai hidup menerpa


Saat dunia memaksamu 'tuk pergi


Kau tetap setia


Kutemukan arti cinta


Di waktu hidup denganmu yang tak terduga


Bila waktu izinkan kita menua bersama


Di mataku, indah kamu tetaplah sama


Bagaimana bisa aku jatuh cinta


Berulang kali


Berulang kali pada orang yang sama?


Ho-oh-ho-oh


Hu-uh-uh-uh


Kutemukan arti cinta


Di waktu hidup denganmu yang tak terduga


Seperti nadi mu yang selalu denyutkan setia


Aku bahagia menjadi pemiliknya


Bagaimana bisa kau titipkan cinta


Pada aku yang jauh dari sempurna?


Bila waktu izinkan kita menua bersama


Di mataku, indah mu tetaplah sama


Bagaimana bisa aku jatuh cinta

__ADS_1


Berulang kali, berulang kali


Berulang kali pada orang yang sama?


...****************...


"Prok-prok-prok." suara tepukan tangan semua juri dan penonton.


"Terima kasih." ucap Andra sambil membungkukkan badannya lalu turun dari panggung.


"Wah bapak keren, kalau lagi di panggung Ariel Noah pun kalah." puji Dena, kini mereka sedang berkumpul di belakang panggung.


"Ah bisa aja kamu Na." ucap Andra.


"Kok cuma Andra aja yang keren? saya sama yang lain emang gak keren?" tanya Denis.


"Sama kok, kalian semua keren hehe." jawab Dena terpaksa senyum.


"Oh iya kita istirahat makan malam dulu yuk." ajak Andra pada yang lainnya.


"Emang udah boleh Dra?" tanya Denis.


"Udah kok, kita kan udah selesai tampil, tinggal nunggu pengumuman pemenangnya. Abis itu selesai." jawab Andra.


"Kita nginep pak?" tanya Dena.


"Iya Dena, perusahaan sudah menyediakan hotel untuk kita menginap karena acaranya mungkin akan selesai tengah malam, jadi tidak mungkin kan kita pulang." jawab Andra.


"Asik dong kita bisa bobo bareng." goda Dena sambil mengerlingkan matanya.


"Bisa-bisa." jawab Andra datar tanpa memikirkan apa yang Dena maksud.


"Beneran pak?" wajah Dena berbinar.


"Bener lah, kamu bisa bobo bareng sama Nurul malam ini." ucap Andra.


"Kok sama Nurul? saya maunya sama bapak." canda Dena.


"Hehehe enggak pak, saya bercanda." jawab Dena cengengesan.


Andra tak menghiraukannya, lalu ia pergi meninggalkan semuanya. Ia merasa kesal dengan candaan Dena yang menurutnya tidak pantas.


"Haish gitu aja marah, orang cuma bercanda juga." gerutu Dena yang terdengar oleh Denis.


"Kalo mau beneran bisa sama saya Na." ucap Denis mengerlingkan matanya.


"Hehehehe." Dena tersenyum paksa lalu pergi meninggalkan Denis.


"Na tunggu, kita makan bareng." cegah Denis namun Dena tak menghiraukannya.


"Haish ngapain sih Na kamu mengharapkan Andra yang sudah beristri, mending sama aku aja yang masih lajang." gumamnya.


Kini Andra dan tim nya sedang berkumpul di sebuah rumah makan saung khas Sunda, mereka menikmati makan malamnya bersama dalam satu meja dan duduk lesehan, Dena masih terus berusaha mendekati Andra, walaupun Andra tidak pernah meresponnya, sengaja ia duduk di sebelah Andra. Lalu dengan sigap ia mengambil piring untuk Andra dan menyendokan nasi untuknya.


"Gak usah, saya bisa sendiri." tolak Andra ia merasa risih dengan perlakuan Dena yang seolah-olah seperti istrinya.


"Gak apa-apa kok pak, biar saya yang ambilin." ucap Dena.


"Aa juga mau dong di ambilin nasi sama kamu." ucap Denis sambil menyodorkan piringnya.


"Aa? kok aa sih?" tanya Dena mengeriyitkan dahinya.


"Iya dong, sama calon suami manggilnya aa." ucap Denis terkekeh.


"Saya belum punya calon suami." ketus Dena.


"Mungkin kemarin-kemarin kamu belum punya tapi sekarang kamu sudah punya dan itu saya orangnya." ucap Denis terkekeh.


"Sembarangan aja pak, jangan ngasal yah." protes Dena.


"Aku gak ngasal Na, aku serius. Kamu mau kan jadi istri saya?" tanya Denis.

__ADS_1


"Bapak ngelamar saya?" tanya Dena.


"Iya Na." jawab Denis.


Andra dan tiga orang karyawan lain sedari tadi menahan tawanya melihat kelakuan Denis yang tiba-tiba saja melamar Dena. Aneh menurut mereka, lamaran macam apa ini?.


"Loe tuh Den, ngelamar kok kayak gini gak ada romantisnya Hahaha." tawa Andra


"Iya pak Denis ini sungguh aneh di luar nurul gak habis fikri saya pak." ucap Joko.


"Diem Loe kambing." titah Denis kesal.


Ia merasa kesal dengan dirinya sendiri kenapa spontan ia melamar Dena? rencananya ia ingin pendekatan dulu dengan Dena, setelah dirasa cukup dekat ia akan melamarnya. Namun apa yang terjadi sekarang tiba-tiba dia melamar Dena.


Bisa-bisa Dena ilfill.


"Saya mau kok pak jadi istri bapak." ucap Dena


Seketika tawa Andra dan yang lainnya terhenti, kala mendengar jawaban Dena. Tanpa di duga ternyata Dena menerima lamaran Denis yang spontan itu.


"Kamu serius Na?" tanya Denis bahagia.


"Iya pak saya serius." ucap Dena yakin


Dena meyakinkan dirinya, bahwa keputusan ini sudah benar ia ambil, meski hatinya belum mencintai Denis tapi Dena tidak mempermasalahkan itu, yang penting ia sudah menemukan pelindungnya saat ini.


"Allhamdulilah, makasih Na." ucap Denis.


"Iya pak, sama-sama" jawab Dena


"Makasih Na, mulai saat ini aku akan melindungi mu." batin Denis penuh misteri.


"Waaahh wah benar benar sungguh di luar nurul." ucap Andra geleng-geleng.


"Iya pak, tak habis fikri aku." timpal Joko.


"Diem Loe, dari tadi nama gue sama Nurul di sebut-sebut terus." protes Fikri.


"Ya gak apa-apa, kali aja jodoh loe si Nurul." celetuk Joko.


"Aamiin, mau kamu lamar Nurul sekalian?" ucap Andra terkekeh.


"Ih bapak apa-apa sih, gak mau aku sama Fikri. Ogaaahh." protes Nurul.


"Gue juga gak mau sama loe Rul." ucap Fikri.


"Gue yang lebih gak mau, gue ilfil sama loe tukang kentut sembarangan." ledek Nurul.


"Loe gak usah ngatain gue Rul, kalau gak mau diem aja gue juga jijik sama loe."


"Eh eh udah udah, kenapa berantem sih?" lerai Dena.


"Tau tuh, gara-gara kalian tuh Nurul sama Fikri berantem." tuduh Denis pada Andra dan Joko.


"Kok gue? Joko tuh!" protes Andra.


"Bapak juga ikut-ikutan." bantah Joko.


"Kamu yang duluan, kan jadi saya pengen ikutan." ucap Andra membela diri.


"Sekarang kalian mau berantem juga?" tanya Denis jengah.


"Iya nih, jadi kapan kita makan nya?" tanya Dena.


"Sekarang." jawab semua kompak.


.


.


.

__ADS_1


__ADS_2