
"Allhamdulilah kenyang" ucap Tari mengelus-elus perut nya
"Ya iyalah gak kenyang gimana, tadi di rest area abis makan banyak banget,belum lagi di mobil gak berhenti ngemil di tambah barusan makan abis dua piring." ucap Andra panjang lebar
"Gak tau nih, bawaan nya laper Mulu." ucap Tari
"Ya di jeda lah makan nya, takut pecah tuh perut hahahaha... dari tadi di isi terus udah full tank." tawa Andra meledek istrinya.
"Terus aja di bully aku nya." ucap Tari cemberut
"Vis hihihi." Andra menunjukan deretan gigi putihnya sambil membentuk dua jarinya menjadi huruf V
"Udah ah aku mau ke kamar pengantin dulu." ucap Tari ia beranjak dari duduknya menuju kamar Wulan yang di dekor untuk di jadikan kamar pengantin.
"Tok tok tok"
Tari mengetuk pintu kamar Wulan "ceklek" lalu ia membukanya
" Assalamualaikum calon pengantin." sapa Tari
"Kak Tariiiiiii." Wulan bersorak ia kaget sekaligus senang melihat kakak sepupunya tiba-tiba ada disini.
"Wulaaaaannn." jawab Tari dengan gaya slow motion mereka saling menghampiri lalu memeluk.
"Wulan kangen banget sama kakak." ucap Wulan ia tak melepas pelukannya.
"Kakak juga sama, kangeeeeennn banget sama kamu." ucap Tari tak mau kalah lalu melepaskan pelukannya.
"Eh gimana, udah ada calon ponakan Wulan belum disini?" tanya Wulan sambil mengelus-elus perut Tari
"Ih kenapa sih tiap orang yang ketemu sama kakak pasti nanya gitu mulu." tanya balik Tari sambil mengerucutkan bibir nya.
"Hehehe kalau ketemu sama orang yang baru nikah pasti di tanyain na itu mulu kak, Wulan juga pasti bakal sama kalau udah nikah nanti." jawab Wulan terkekeh
"Iya sih, belum Wulan belum ada calon ponakan kamu disini" jawab Tari sambil memegang perutnya.
"Wulan doain semoga kak Tari sama kak Andra segera di berikan momongan " ucap Wulan
"aamiin, kamu juga Wulan kakak doain semoga acara pernikahan kamu besok lancar dan menjadi keluarga sakinah mawadah warohmah."ucap Tari dan di Amini oleh Wulan.
"Tok tok tok " suara pintu di ketuk seorang wanita seusia ibu nya Wulan yang di utus dari salon pengantin datang untuk melulur dan facial Wulan.
"Permisi neng, saya dari salon Cantik di tugaskan untuk facial sama lulur neng Wulan." ucap wanita itu sopan
"Oh silahkan masuk Bu." Wulan mempersilakannya
"Ya udah kalo gitu kakak keluar dulu yah." pamit Tari
"Kakak mau kemana? udah disini aja gak apa-apa kok." cegah Wulan
"Kakak mau ke rumah dulu, pengen istirahat cape banget ini." ucap Tari
__ADS_1
"Oh iya kak." ucap Wulan
Lalu Tari berjalan dengan santai menuju rumah nya, ia merasa sangat capek badan nya terasa pegal.
sambil melewati para ibu-ibu yang sedang memasak Tari pamit pada bibi dan ibu nya.
"Bu, bi Tari ke rumah dulu yah mau istirahat dulu, nanti kalau udah gak cape Tari kesini bantuin di dapur." pamit Tari.
"Gak usah Tari kamu istirahat saja, semua pekerjaan disini udah ada yang mengerjakan tenang aja kamu gak usah repot-repot." tolak bi Isah halus
"Tari bantuin makan deh kalau gitu." ucap Tari terkekeh
"Kamu ini makan mulu dari tadi, gak biasanya kamu makan terus." ucap ibu nya merasa heran.
"Hehehe ya udah Tari pergi dulu, Bu mana kunci rumah?" tanya Tari
"Rumah gak di kunci, ada suami kamu tadi." terang Bu Sumi
"Oh gitu." ucap Tari melenggang pergi
Tiba di rumah orangtuanya ia melihat Andra sedang duduk sambil memainkan handphonenya.
Andra terlihat segar karena sudah mandi ia menggunakan baju kaos dan celana pendek rumahan.
"Udah mandi yah? seger banget kayaknya." tanya Tari
"Iya dong emangnya kamu bau asem." ledek Andra
"Asem asem juga tetep cantik." ucap Tari menyombongkan diri lalu mengibaskan tangan ke rambut nya
"Iyaaaaa aku mandi." ucap Tari malas
Tari melakukan ritual mandinya, ia sudah tidak tahan dengan tubuh nya yang lengket.
Namun pada saat ia akan memakai sabun miliknya ia tidak tahan dengan bau nya.
Lho kenapa? tidak biasanya dia seperti ini padahal ini adalah sabun favoritnya ia tidak pernah mengganti dengan merk sabun lain, Tari suka dengan aroma sabun itu tapi kali ini ia tidak tahan, tiba-tiba sabun ini menjadi bau baginya.
"Hoek Hoek Hoek ."
Tari memuntahkan semua makanan yang tadi ia makan gara-gara mencium aroma sabun ini.
"Kok jadi moal gini yah? apa mungkin aku mabok perjalanan? tapi tadi juga gak apa-apa kok, aneh." gumam Tari heran.
Lalu ia mencoba memakai sabun mandi nya lagi tapi hasilnya sama, ia tetap tidak tahan dengan bau nya.
"Hoek Hoek Hoek." ia muntah lagi.
Andra yang mendengar Tari muntah-muntah panik, ia langsung menghampiri kamar mandi.
"Tari kamu kenapa?" tanya Andra di balik pintu kamar mandi.
__ADS_1
"Aku gak apa-apa mas." ucap Tari lalu ia kembali muntah.
"Hoek Hoek Hoek."
"Tapi kenapa kamu muntah-muntah?" tanya Andra lagi.
"ceklek." pintu kamar mandi terbuka, Tari keluar dengan memakai jubah handuknya.
Ada Andra di depan pintu kamar mandi itu, tercium aroma sabun dan parfum yang Andra pakai. Seketika rasa mual itu hilang, Tari menyukai wangi Andra.
" Kamu masuk angin?" Tanya Andra.
"Gak tau nih tadi pas aku mau pake sabun tiba-tiba mual, bau banget." ucap Tari.
"Aneh, kok bisa gitu? padahal itu kan sabun favorit kamu." tanya Andra heran
"Makanya aku juga heran mas." jelas Tari
"Ya sudah pake baju dulu sana, nanti masuk angin." titah Andra
"Iya ." jawab Tari singkat.
Hari sudah malam, kini mereka berada di dalam kamar akan bersiap untuk tidur.
Tari berbenah dan menyimpan guling di tengah tempat tidur sebagai pembatasan, meskipun mereka sudah bertempur akan tetapi benteng pembatas itu belum juga hilang.
" Mas kamu gak ada niat ke panti?" tanya Tari.
"Ada lah tapi nanti aja, mas masih cape.
besok aja deh sebelum kita pulang mampir dulu ke panti." ucap Andra.
"Jangan pas mau pulang lah, pas selesai acar nikahan Wulan aja sore palingan mas." usul Tari.
"Iya, kita pulang abis magrib aja." ucap Andra
"Iya mas, yuk ah tidur nanti kesiangan lagi." ajak Tari.
"Siap Kanjeng ratu." ucap Andra meletakan satu telapak tangannya di dada seperti di film-film kerajaan.
Tari tak menghiraukan nya, namun Tari gelisah entah kenapa ia ingin tidur dekat Andra.
Dengan perasaan malu ia memindahkan guling pembatas itu ke sebelah kirinya agar tidak menghalangi dia dan suaminya.
"Kenapa gulingnya di pindahin?" tanya Andra heran.
"Aku mau tidur meluk kamu mas, boleh gak?" ucap Tari malu-malu.
"Boleh lah, tapi kok tumben?" tanya Andra heran.
"Gak tau tiba-tiba malam ini aku pengen peluk kamu tidurnya." ucap Tari.
__ADS_1
"Ya udah ayo." Andra tersenyum sambil merentangkan kedua tangannya.
Lalu Tari menyambutnya, ia tidur di pelukan Andra .