
Kini Andra dan Tari bersiap untuk berangkat menjalankan aktivitas mereka di tempat bekerjanya masing-masing.
"Dra gue berangkat sendiri aja, sekarang kan udah ada motor ini" pinta Tari
"Hmm mentang-mentang udah ada motor,belagu loe gak mau antar jemput sama gue." seloroh Andra
"Bukan nya gitu, gue kasian aja sama loe harus puter balik lagi gara-gara antar gue kerja.
tempat kerja kita kan gak searah dra,kalo loe telat gimana?" Tari takut Andra telat karena mengantarnya dulu.
"Gak akan telat kalo kita berangkat sekarang, makanya jangan banyak ngomong.
yuk berangkat?" ajak Andra.
"Gimana kalo naik motor aja dra, biar sat set.
takutnya di jalan macet kalo bawa mobil." usul Tari
Andra berpikir, ada baik nya juga sih kalo naik motor, selain bisa sat set mereka bisa duduk berdekatan tanpa batas.
"Ya sudah ayo ,mana kuncinya?" setuju Andra.
Mereka bersiap lalu memakai helm nya masing-masing, Andra duduk di jok kemudi dan Tari di belakangnya,motor mereka melaju ke arah tempat kerja Tari.
Tidak menghabiskan waktu lama,Kini mereka sudah sampai di depan toko kue tempat Tari bekerja.
"Tari haaaaiii" sapa Mira yang ada di sebrang sana melambaikan tangannya ke arah Tari.
Tari dan Andra menengok ke arah suara itu.
"Siapa dia? tanya Andra
"Dia Mira, temen deket gue disini. Baik orangnya loe kenalan dulu yah." usul Tari
"Lain kali ajalah, gue buru-buru.
Oh iya, hati-hati jangan terlalu dekat sama dia." Andra memperingati Tari
"Kenapa memangnya?" tanya Tari heran.
"Gak apa-apa, loe jaga jarak aja perasaan gue gak enak." jawab Andra lalu.
"Aneh loe ah." ucap Tari
"Gue berangkat yah." potong Andra berpamitan pada istrinya itu sambil menyodorkan tangan ke istrinya dan di sambut oleh Tari.
Lalu Andra melihat kearah Mira senyum tipis dan menganggukkan kepalanya tanda ia berpamitan. dan di balas oleh Mira.
"Assalamualaikum"
"Waalaikumsalam "
Susah payah Mira menyebrangi jalan,karena jalan cukup padat dengan kendaraan berlalu lalang akhirnya Mira berhasil menyebrangi jalan itu.
__ADS_1
"Huft, susah banget mau nyebrang juga." ucap Mira
"Uya nih, jalannya padat banget." timpal Tari.
"Yang tadi suami loe yah?" tanya Mira basa-basi
"Iyalah suami gue, ya kali gue salim sama tukang ojek." tawa Tari.
"Hahaha bener bener Tar." timpal Mira.
"Ganteng yah suami loe, kalau gak mau buat gue aja Tar, gue mau kok gak apa-apa lah bekas temen sendiri juga" ucap Mira.
"Sialan loe hahaha" Tari tertawa menganggap temanya itu bercanda
"Gue serius Tar" ucap Mira dengan wajah yang serius
seketika tawa Tari terhenti "Loe suka sama suami gue?"
"Iya Tar, suami loe ganteng" tutur Mira.
"Ya sudah ambil aja hahaha" jawab Tari bercanda karena Tari menganggap teman nya itu bercanda,tidak mungkin teman baik menikungnya di belakang kan?
Tari percaya Mira adalah wanita baik-baik
"Udah yuk masuk." ajak Tari sambil menggandeng lengan teman nya itu.
Mira mengangguk,tanpa menjawab ia menatap Tari dengan tatapan misterius.
"Tari Allhamdulilah hari ini orderan cake caramel karya kamu tembus 2000 pcs." ucap Rita sumringah.
Tiga bulan ke belakang Tari berhasil mengembangkan resep cake caramel ciptaannya, dan berhasil launching dua bulan yang lalu.
Tari awalnya tidak percaya diri dengan hasil karyanya akan tetapi Rita sang pemilik toko terus menyemangati Tari, menurut Rita Tari cukup hebat menggeluti dunia perkuehan, padahal Tari tidak pernah kursus membuat kue.
Berkat dukungan dari sang majikan akhirnya Tari percaya diri dan yakin cake caramel buatannya akan laku keras.
Dan benar saja cake caramel buatan Tari banyak peminatnya,bahkan toko kue milik Rita selalu banjir orderan.
"Wah serius mbak?" tanya Tari senang.
Semua karyawan menyebut majikannya itu dengan sebutan mbak, karena Rita tidak ingin membatasi jarak dengan karyawannya.
Dia mengganggap semua karyawannya itu keluarga, termasuk Tari Rita sangat menyukai Tari, karena tutur bicara Tari, sikap ramah Tari dan cara bekerja Tari selalu cekatan dan rapih.
Rita jatuh hati pada karyawan nya itu bahkan mengganggap Tari adiknya sendiri Karena Rita dari sejak kecil di pisahkan dengan adiknya tepatnya kembarannya yang sekarang tak tau entah dimana,entah dia masih hidup atau tidak.
"Serius Tari." wanita berhijab itu berekspresi antusias.
Mereka berjingkrak jingkrak seperti anak kecil, tanpa mereka sadari ada dua pasang mata yang menatap mereka tak suka.
Waktu menunjukan pukul lima sore, waktunya Tari pulang namun Tari belum bisa pulang karena pekerjaannya belum selesai untuk membereskan orderan cake caramel nya.
Hari para karyawan lembur semua.
__ADS_1
karena sibuk menyiapkan orderan Tari sampai lupa tidak menghubungi suaminya.
Tari berinisiatif menghubungi suaminya akan tetapi sebelum ia menelepon suaminya, handphone nya berdering terlebih dahulu.
"Assalamualaikum dra" ucap Tari.
"Waalaikumsalam,Tar gue di depan toko nih loe dimana? tanya Andra.
"Maafin gue dra gue lupa gak ngasih tau loe, hari ini gue pulang telat ada orderan banyak banget.
loe pulang duluan aja yah." jelas Tari.
"Yasudah gue pulang dulu,nanti gue jemput loe lagi.
Pulang jam berapa?" tanya nya lagi.
"Belum tau pasti sih, Nanti kalo udah beres gue telepon loe yah." jawab Tari.
"Iya, ya udah gue pulang yah. assalamualaikum" pamit Andra.
"Waalaikumsalam." jawab Tari.
Tanpa sengaja Rita mendengar percakapan Tari dengan orang meneleponnya.
"Siapa Tar?" tanya Rita.
"Suami saya mbak." jawab Tari sopan.
"Sama suami kok ngomongnya loe gue?" tanya Rita heran.
"Hehehe udah kebiasaan mbak soalnya dia itu temen saya dari kecil, dari dulu kami udah terbiasa ngomong gue loe." Tari cengengesan
Karena Rita sudah menganggap Tari seperti adiknya sendiri,ia tidak segan-segan menasehatinya "Ya harus di rubah lah,karena bagaimanapun sekarang dia itu suami kamu Tar.
Kita sebagai istri harus menghormati suami."
"Iya mbak, tapi dia nya juga sama kalau ngomong sama saya suka gue loe kok." ucap Tari tak mau kalah.
Rita yang pernah mengalami menikah dengan temannya sendiri juga memahami Tari, ia menghentikan aktifitas nya sejenak dan menasehati karyawan rasa adiknya itu.
"Selama kamu menganggap dia teman,panggilan itu pasti akan sulit di rubah.
cobalah kamu melihat dia sebagai suami bukan sebagai teman kamu Tari, perlakukan dia layaknya seorang suami sebelum dia merasa jenuh dengan kamu dan pergi meninggalkan kamu untuk mencari wanita yang melihatnya sebagai laki-laki dewasa.
sebelum kamu menyesal ada baiknya kamu berubah Tar." jelas Rita
"Karena saya pernah mengalaminya Tari." ucap nya lagi dengan mata berkaca-kaca.
deg
.
.
__ADS_1
.