Menikah Dengan Sahabat

Menikah Dengan Sahabat
BAB 29


__ADS_3

Flashback on


Tanpa sepengetahuan Gery, Mira datang menemui ibunya Gery setelah beberapa hari acara pernikahan Tari berlangsung.


"Ting tong." suara bell di rumah Gery berbunyi.


Rumah besar dan mewah dengan desain modern tapi tidak sebanding dengan rumah orang tua Rita.


"Ceklek." pintu terbuka


"Eh Mira apa kabar?" sapa Tuti.


"Baik Tante." jawab Mira sambil menyalami Tuti.


"Gery lagi keluar, mau service mobil katanya." ucap Tuti.


Yang Tuti tau Mira itu teman dekatnya Gery, pasti Mira kesini akan menemui Gery.


"Gak apa-apa tante, Mira kesini bukan untuk ketemu Gery kok, Mira mau ketemu Tante." ucap Mira tersenyum tipis.


"Tumben, ada apa?" Tuti mengerutkan keningnya.


"Gak ada apa-apa tante, cuma mau nganterin ini kebetulan Mira bikin banyak." jawab Mira sambil menunjukan paper bag dan menyerahkannya pada Tuti.


"Wah apa ini?" tanya Tuti sambil mengambilnya.


"Itu cake caramel tante, di toko cake itu banyak di minati." ucap Mira.


"Wah cake caramel yang best seller di Twins cake itu yah?" tanya Tuti dengan wajah yang berbinar.


"Iya tante, itu resep Mira sebenarnya tante cuma temen Mira mencuri resep itu dan mengembangkannya." jawab Mira berbohong.

__ADS_1


"Tega sekali teman kamu itu, siapa Mir?" tanya Tuti.


"Tari tan, mantan nya Gery." jawab Mira melemah.


"Oh jadi Tari temen kamu Mir? kebetulan ada yang mau Tante tanyakan." tanya Tuti.


"Mau tanya apa tante?" tanya balik Mira.


"Sebenarnya apa yang terjadi pada Tari dan Gery sampai Gery membatalkan pernikahannya? Gery kekeuh tidak ingin meneruskan lagi pertunangannya, tante malu sama orang tua Tari Mir, apalagi undangan sudah tersebar. Tadi nya Tante mau menemui mereka dan meminta maaf tapi Gery melarangnya." jelas Tuti.


Tuti merasa bersalah pada keluarga Tari karena ulah anaknya yang memutuskan tunangan sebelah pihak, padahal tanpa Tuti ketahui keluarga Tari melangsungkan acara pernikahan Tari dan Gery karena Gery tidak pernah membatalkan pernikahannya.


"Tante sebenernya, Tari lah yang membatalkan pernikahannya bukan Gery." ucap Mira.


"Maksud kamu?" tanya Tuti mengerutkan keningnya.


"Iya Tante, Tari yang memutuskan pertunangan mereka, Tari sebenarnya mencintai Andra sahabatnya sendiri, mereka sudah bersama sejak kecil Tante." ucap Mira


"Bagus." batin Mira dengan menyunggingkan senyum sinisnya.


"Dia sengaja menjerat Gery dengan tubuhnya Tante, Gery di goda oleh Tari sehingga Gery terjebak dan Tari meminta pertanggung jawaban untuk menikahinya." jelas Mira.


"Apa tujuan dia berbuat sekotor itu?" tanya Tuti.


"Sebenarnya Tari ingin memanfaatkan Gery Tante, Tari tau Gery itu anak pengusaha. Dia ingin menjadi bagian dari keluarga ini agar kehidupan nya bisa menjadi lebih baik, dia ingin menguras harta kekayaan Gery, Tante tau kan keadaan keluarga Tari seperti apa? ayahnya hanya seorang security." jelas Mira panjang lebar.


"Benar-benar wanita murahan, sebenarnya tante tidak mempermasalahkan bobot bibit bebet nya dia, tapi dengan cara dia dan tujuan dia mendapatkan anak Tante, Tante kecewa sama dia Mir." ucap Tuti mulai tersulut emosi.


"Dan tante tau? sekarang Tari sudah menikah dengan Andra pada hari dimana rencana Gery dan Tari menikah." ucap Mira.


"Maksud kamu keluarga Tari tetap melangsungkan pernikahan?" tanya Tuti.

__ADS_1


"Iya Tante, tapi pengantin lelakinya di gantikan oleh Andra dengan dalih calon pengantin lelaki tidak datang. Gery di pojokan oleh keluarga Tari tan, semua tamu undangan mengira Gery lari dari pernikahannya. Pintar ya Tante ide Tari? lempar batu sembunyi tangan.


Di balik sikapnya yang lugu ternyata dia sepicik itu." ucap Mira yang terus menjelekan Tari.


"Tapi tunggu, tadi kamu bilang dia ingin menikah dengan Gery karena harta kan tapi kenapa dia sendiri yang membatalkan pernikahannya, lalu apa yang dia dapat dari Gery? pernikahan mereka saja batal kan, setidaknya mas kawin saja dia belum menerima." tanya Tuti merasa ada yang janggal.


"Mungkin Tari cukup merasa puas dengan apa yang di dapat pada saat mereka masih pacaran Tante, sehingga dia tidak perlu meneruskan nya. Gery sudah banyak menggelontorkan uang untung Tari Tan, semua biaya kehidupan Tari dan keluarga Gery yang tanggung." ucap Mira.


"Benar-benar wanita ular, untung saja Gery tidak jadi menikahi wanita picik itu." ucap Tuti.


"Iya Tante, ada hikmah di balik semua ini." ucap Mira tersenyum manis.


Flashback off


"Semua yang Mira katakan itu tidak benar mah, Tari tidak seperti itu, dia tidak pernah meminta apapun sama Gery. Justru Mira lah yang menghabiskan uang Gery, Tari tidak murahan mah, Gery tidak pernah sedikitpun menyentuh nya, semua yang Mira ceritakan tentang Tari justru itulah kelakuan dia mah, dia mengkambing hitamkan Tari." ucap Gery pada Tuti mereka masih melanjutkan pembicaraannya di cafe yang berada dekat minimarket itu.


"Ternyata benar yang di katakan Tari, kamu memang bodoh!" bentak Tuti, ia kesal pada anaknya karena bisa sebodoh itu.


"Iya mah Gery memang bodoh, karena Gery terlalu mencintai Mira, Gery takut kehilangan Mira. Tapi sekarang Gery sadar kalau Mira hanya memanfaatkan Gery saja, sekarang Gery merasa Mira menjauhi Gery entah kenapa, padahal hari pernikahan Gery dan Mira hanya beberapa Minggu lagi." ucap Gery.


"Mamah tidak sudi punya menantu seperti dia, mamah minta kamu putuskan pertunangan kalian." ucap Tuti.


"Iya mah nanti Gery bicarakan sama Mira." ucap Gery.


"Ehm Gery bagaimana ini, mamah sudah memaki Tari dan suaminya padahal kenyataanya mereka tidak bersalah, mamah malu sama mereka Gery." Tuti tertunduk lesu menyadari perbuatannya.


"Nanti kita minta maaf sama mereka mah, tadinya Gery berencana menemui Tari dan orang tuanya, Gery ingin meminta maaf sama mereka karena jujur selama ini Gery gak tenang mah, selalu di hantui rasa bersalah, eh sekarang malah di tambah lagi kesalahan nya" ucap Gery menepuk jidat.


"Maafin mamah Gery mamah termakan omongan si Mira itu, nanti kita sama-sama kesana ya, oh iya ada kabar dari papah kamu dari tadi papah ku susah di hubungi." tanya Tuti yang mulai kesal dengan tingkah suaminya yang aneh akhir-akhir ini.


"Belum mah, handphone papah masih belum aktif, papah kemana yah gak biasanya kayak gini? udah dua hari loh papah belum pulang, terakhir menghubungi Gery kemari pagi, katanya besok malam ia baru bisa pulang karena masih banyak yang harus di bahas sama kliennya." ucap Gery heran.

__ADS_1


Sudah dua hari satu malam pak Satrio papahnya Gery meninggalkan rumah, dengan alasan ada meeting di luar kota.


__ADS_2