Menikah Dengan Sahabat

Menikah Dengan Sahabat
BAB 30


__ADS_3

"Kamu mau ngapain ke minimarket? di rumah stok camilan udah abis?" tanya Andra yang masih kesal dengan kejadian tadi.


"Aku mau beli bahan kue mas, bete seharian aku di rumah terus. Tadinya aku mau bikin cake, aku kangen sama cake." ucap Tari.


"Kenapa gak beli aja di Twins cake, kan bisa pesen online? jadi kamu gak usah repot-repot bikin segala, lagian kamu tuh jangan terlalu banyak aktivitas, gak boleh kecapean. Mas belum ngijinin kamu ke dapur lho." tanya Andra kembali.


"Aku kangennya sama cake buatan aku sendiri mas, di Twins cake gak ada cake buatan aku, kan udah gak kerja aku nya." ucap Tari menunjukan puppy eyes nya membujuk Andra agar mengijinkan dia berkutat di dapur.


Andra yang dari tadi uring-uringan karena kesal pada Tari pergi ke minimarket sendiri, karena itu Tari bertemu dengan anak dan ibu lucknut. Melihat puppy eyes Tari Andra jadi melemah.


"Iya tapi kan kamu gak usah keluar sendirian, kamu bisa minta tolong mas belanja bahannya. Tuh kan gara-gara kamu keluar jadi ketemu Mak lampir, di maki-maki lagi, mas gak terima." ucap Andra.


"Mas jangan gitu ah, ngatain orang tua, gak sopan!" ucap Tari.


"Biarin lah, orang kaya gitu mah gak pantes di hormati." ucap Andra masih kesal.


"Udahlah gak usah di pikirin lagi, pegel hati tau gak mikirin nya. Ngeladenin orang yang lagi emosi itu gak akan menang mas, pasti kita di salah salahin mulu." ucap Tari mencoba menenangkan suaminya.


"Iya, tapi kalau mereka berani gangguin kamu lagi awas aja, mas gak akan diam." ucap Andra.


"Oh iya mas, tumben pulang lebih awal?" tanya Tari mengalihkan pembahasan.


"Kan sekarang tanggal merah, ada kompensasi pengurangan jam kerja buat para karyawan dan SPG termasuk para staf." jawab Andra.


"Oh gitu, jadi gimana nih? boleh gak aku bikin cake?" tanya Tari.


"Pengen banget yah?" tanya balik Andra.


"Iya nih, bawaan si baby ini." ucap Tari terpaksa membawa nama bayi nya agar di ijinkan.


"Boleh deh kasian nanti ngiler lagi anak mas." ucap Andra terkekeh.


Lalu Andra membungkukkan setengah badannya dan menghadap perut Tari.


"Anak ayah pengen bikin cake ya sama bunda? ayah bantu tapi ya, kasian bunda nanti kecapean kalau sendiri." ucap Andra sambil mengelus perut Tari dan mengecupnya.


"Ya udah mas kalau mau bantu ganti baju dulu gih! nanti kotor lagi bajunya." titah Tari.


"Siap komandan." jawab Andra sambil menghormat pada Tari.


Di dapur Tari sudah siap dengan peralatan kuenya yang ia bawa dari rumah orang tuanya saat pindahan, Tari akan membuat cake coklat, lalu ia menyiapkan bahan-bahan.


# 175 gr tepung terigu.


# 100 gr margarin, cairkan.


# 6 butir telur.


# 25 gr coklat bubuk.


# 150 gr gula pasir.

__ADS_1


# 25 ml susu cair


# 1/2 sdt baking powder.


# 1/4 sdt coklat pasta.


#1/2 sdm emulsifier.


Tari mengambil panci kecil dan mencairkan menteganya terlebih dahulu.


"Mas bantuin apa nih?" tanya Andra yang datang tiba-tiba, ia sudah mengganti bajunya dengan kaos pendek dan celana pendek rumahan.


"Mas bantuin ini aja, olesin ya yang rata." titah Tari sambil menyodorkan loyang, kuas dan margarin.


Lalu Tari mengolah bahan-bahan yang sudah di siapkan tadi.


Pertama ia memasukan enam butir telur ke dalam wadah, lalu menambahkan gula pasir dan emulsifier dan mengocoknya dengan mixer hingga mengembang. Setelah mengembang lalu Tari menambahkan terigu, coklat bubuk serta baking powder dan mengaduknya hingga rata.


Setelah itu Tari menambahkan susu cair, coklat pasta dan margarin, memasukannya sedikit demi sedikit sembari di aduk.


Lalu Tari menuangkan adonannya ke dalam loyang yang sudah di olesi margarin dan di alasi kertas roti oleh Andra, selanjutnya Tari memasukan loyang tersebut ke dalam oven dengan suhu 180 derajat celsius.


Sembari menunggu cake nya matang, Tari membuat bahan untuk olesan.


Di masukannya mentega putih, coklat bubuk dan gula tepung ke dalam wadah lalu Tari mengocoknya hingga halus dan lembut.


Tiga puluh menit kemudian.


Dengan cekatan ia mengangkat loyangnya lalu memindahkan cake nya pada tatakan peniris cake dan mendiamkan nya hingga dingin.


"Hemm bau nya enak, jadi gak sabar pengen cepet makan." ucap Andra terkekeh.


"Sabar pemirsa, harap bersabar kita tunggu dingin sebentar." jawab Tari terkekeh.


Setelah dingin Tari mengolesi cake nya dengan whip cream yang tadi ia buat, lalu ia memotong cake nya, di letakan nya pada piring kecil dan di serahkan pada Andra.



"Ini cake nya, silahkan menikmati." ucap Tari tersenyum.


"Wow." wajah Andra berbinar melihatnya.


"Emm emm ini enak banget, sumpah enak banget, gak tahan, pengen meninggal." racau Andra ia sangat menikmati cake buatan istrinya.


"Lebay ah." ucap Tari meledek.


"Sumpah enak banget, jadi gak rela bagi-bagi." ucap Andra sambil membawa semua cake ke pangkuannya.


"Enak aja, aku yang bikin lho mas." ucap Tari melotot.


"Tapi kan mas bantuin." ucap Andra.

__ADS_1


"Iya tap masa aku gak di bagi?" protes Tari.


"Hehehe iya iya nih, tapi dikit aja yah." ucap Andra menggoda istrinya.


"Ya udah ambil semua yang di piring, yang ini buat aku semua hahahaha." tawa Tari sambil membawa cake yang masih ada di tatakan peniris kue.


"Curang ya kamu." ucap Andra.


"Mas yang duluan wew." ucap Tari menjulurkan lidahnya.


"Besok mas libur, mau jalan jalan gak?" tanya Andra mengalihkan pembicaraan.


"Boleh tapi kemana?" tanya Tari.


"Terserah, kamu mau nya kemana?" tanya balik Andra.


"Gak tau mas, belum kepikiran." jawab Tari sambil garuk-garuk kepala tak gatal.


"Tanya si baby aja, biasa nya dia suka banyak maunya." sindir Andra.


"Cerita nya nyindir nih?" tanya Tari tersinggung.


"Enggak, siapa yang nyindir? emang bener kan? apa-apa pasti si baby yang kena." ucap Andra terkekeh.


"Tau ah mas mah gitu ah." Tari merajuk.


"Hihi Vis." ucap Andra menunjukan deretan gigi putihnya.


"Jadi mau kemana? apa mau ke rumah ibu sama bapak? udah lama kita gak kesana." usul Andra.


"Boleh mas, tapi aku pengen nginep ya, aku kangen tidur di kamar aku dulu." pinta Tari.


"Iya boleh boleh, tapi sebelumya mampir dulu ke bengkel ya, ada yang mas bahas sama Irfan." ucap Andra serius


"Mau bahas apa mas?" tanya Tari penasaran.


"Irfan mulai keteter sama pekerjaan di bengkel, dia gak bisa handle sendirian katanya, sedangkan mas cuma bisa bantu sedikit-sedikit aja." ucap Andra.


"Mas kalau emang bengkel udah maju, kenapa mas gak ikut turun aja? siapa tau kalo mas turun langsung bisa lebih berkembang." usul Tari.


"Tapi kan mas kerja?" tanya Andra.


"Mas resign aja dari bulan depstore." ucap Tari.


.


.


.


Gantian sekarang giliran Tari yang nyuruh resign 🤭

__ADS_1


__ADS_2