
Pagi hari di kamar Tari tersentak melihat garis dua di alat tes kehamilan yang di beli Andra semalam.
Setelah sampai kediaman nya di kota A, Andra langsung pergi ke apotek terdekat untuk membeli alat tes kehamilan.
Air mata Tari menetes kala melihat alat itu, ia bahagia akhirnya baby gemoy yang ia impikan hadir di dalam perutnya.
"Allhamdulilah, terima kasih ya Alloh telah menitipkan dia pada kamu." batin nya sambil mengelus lembut perutnya.
"Tapi kok bisa yah, baru satu kali sudah jadi?" gumamnya heran.
"Ah aku gak peduli, yang penting kamu udah ada di perut mama sayang." Tari berbicara sendiri dengan perutnya yang masih rata.
"Ceklek." pintu kamar mandi terbuka, di depan pintu Andra sudah menunggunya dengan perasaan harap-harap cemas.
"Gimana hasil nya?" tanya Andra.
Tari menunjukan alat tes kehamilan pada Andra, mata Andra terbelalak kala melihatnya. Andra sujud syukur dan menangis ia sangat berterima kasih pada Sang Maha Pencipta telah memberikan amanah untuk nya.
Ia terharu, Andra yang sedari kecil sendirian kini akan ada bagian dari dirinya, akhirnya Andra memiliki keluarga yang sedarah daging dengannya.
"Mas udah mas." ucap Tari sambil membantu Andra berdiri.
"Tari makasih udah mengandung anak mas." ucap Andra pada Tari.
"Iya mas, aku seneng banget akhirnya ada kita akan punya baby gemoy." ucap Tari tersenyum senang.
"Iya, mas juga seneng banget ternyata kejadian itu membawa hikmah ya." ucap Andra terkekeh.
"Ah kamu mas, oh iya nanti pulang kerja kita periksakan ke Dokter yah mas." ucap Tari.
"Iya sayang, nanti pulang kerja kita kesana." ucap Andra tak sadar.
Hati Tari menghangat kala Andra memanggilnya dengan sebutan sayang, iya senang sekali. Hati nya berbunga-bunga.
'Iya mas, aku mau telepon ibu dulu mau ngasih tau ibu sama bapak. Mereka pasti seneng banget."
"Tuuuutt"
Ibu : "Assalamualaikum nak, ada apa?"
Tari : "Waalaikumsalam, bu pagi ini ada kabar bahagia buat ibu sama bapak."
Ibu : "Kabar bahagia apa nak?"
Tari : "Tari hamil bu, ibu sama bapak bakalan punya cucu."
Ibu : "Allhamdulilah akhirnya, selamat yah nak kalian akan menjadi orang tua. Jaga calon cucu ibu baik-baik." ucap Bu Sumi.
Tari : "Pasti Bu." ucap Tari
Ibu : "Udah berapa Minggu nak?"
__ADS_1
Tari : "Gak tau Bu, Tari belum periksa ke dokter baru tes kehamilan aja."
Ibu : "Segera periksakan yak nak."
Tari : "Iya Bu nanti pulang kerja Tari Sam mas Andra mau ke dokter kandungan, ya udah Tari tutup dulu yah. Assalamualaikum."
Ibu : "Waalaikumsalam."
Selesai menelepon Tari dan Andra bersiap untuk kerja, kali ini Tari selamat dari rasa mual ketika mandi karena ia tidak memakai sabun favoritnya, sejak saat itu ia beralih memakai sabun milik Andra.
Tari dan Andra berada di ruang makan untuk sarapan, kali ini Tari sarapan dengan porsi yang banyak tidak seperti biasanya.
"Pantesan dari kemarin mama kamu makannya banyak banget, ternyata ada kamu sayang yang ikutan makan." ucap Andra mengajak bicara sang janin.
Hati Tari terenyuh kala mendengar percakapan Andra dan janinnya.
"Boleh pegang gak?" Andra meminta ijin pada Tari untuk memegang perutnya, karena takut Tari marah.
Pasalnya mereka tidak pernah kontak fisik kecuali bersalaman dan pada saat kejadian itu.
"Boleh mas." jawab Tari tersenyum.
Andra membungkukkan badan nya ke arah perut Tari, ia mengajak calon anaknya yang ada di dalam perut Tari yang masih rata.
"Anak papa baik-baik yah, jangan menyusahkan mama, jangan bikin mama kesakitan." ucap Andra sambil mengelus-elus perut rata milik Tari.
"Iya papa." ucap Tari mewakili anaknya.
"Yuk berangkat, nanti keburu telat." ajak Tari
"Iya sayang, tapi bawa mobil aja yah." ucap Andra yang terus memanggil Tari sayang karena tidak ada protes dari Tari.
"Iya mas." setuju Tari.
Di perjalanan tak hentinya Andra mengusap-usap perut istrinya itu, ia bahagia. Tari yang melihat nya tersenyum.
Tak terasa kini mobil mereka sudah sampai di depan parkiran Twins Cake.
"Mas aku kerja dulu ya." pamit Tari sambil membuka seatbelt nya.
"Tunggu." Andra membungkukkan badannya dan mengelus elus perut Tari.
"Anak papah jangan nakal yah, jagain mamah." ucapnya lalu mengecup perut Rata Tari.
Hati Tari menghangat kala Andra mencium perutnya, ingin rasanya ia menghambur ke pelukan Andra tapi rasa gengsi menguasai hatinya.
"Iya papah." jawab Tari lalu ia menyalami suaminya.
"Assalamualaikum." ucap nya
"Waalaikumsalam." jawab Andra.
__ADS_1
Setelah punggung Tari tak terlihat lagi, Andra melajukan mobilnya ke arah tempat kerjanya.
Segudang pekerjaan menantinya karena di tinggal cuti selama dua hari.
"Huft benar-benar di jajah waktu, kalau kerja di bawah telunjuk orang lain." keluh Andra.
"Kayaknya bener nih aku harus segera resign, biar banyak waktu buat Tari apalagi sekarang ada anak aku di perut Tari, Mereka pasti butuh aku."
Sesampai di basemen parkiran, Andra memarkirkan mobil nya dan berjalan menuju ruang supervisor tak lupa ia meletakkan jarinya di mesin fingerprint untuk absen masuk.
Lalu ia meletakan tas nya di meja kerja nya dan duduk di kursi.
"Cie yang udah honeymoon." goda Denis yang baru saja datang.
"Honeymoon apaan, gue abis menghadiri pernikahan sepupu istri." jawab Andra.
"Oh gitu, kirain gue loe honeymoon soalnya loe belum ambil cuti nikah." duga Denis.
"Pikiran loe tuh isi nya honeymoon mulu, maka nya cari istri sana biar bisa honeymoon." titah Andra
"Cariin dong brader." ucap Denis laki-laki berkaca mata itu sambil meletakan lengan di atas bahu Andra.
"Cari aja sendiri, ngapain loe minta gue yang nyariin? usaha dong usaha." ucap Andra.
"Gue udah usaha cuma cewek nya suka menjauh kalo gue deketin." keluh Denis.
"Ya loe pepet terus dong, jangan nyerah ambil hati dia, kalo loe gak bisa ngambil cuti aja hahaha." tawa Andra.
"Ah loe, serius gue Dra gue suka sama seseorang yang ada di sini." tutur Denis.
"Siapa siapa?" tanya Andra penasaran.
"Kepo banget sih loe." jawab Denis.
"Ya kalo gue tau orang nya siapa tau gue bisa bantuin loe buat deket sama dia." ucap Andra mengangkat kedua bahunya dan menekuk bibir nya ke bawah.
"Beneran?" tanya Denis antusias.
"Iya makanya loe kasih tau gue dulu siapa orang nya." jawab Andra.
"hehehe hehe gue guee guuue gue suka samaaaa." ucap Denis.
Ia malu dan bertele-tele, namun ketika Denis akan menyebutkan namanya Andra terlanjur kesal menunggu.
"Lama banget tinggal sebutin juga, bete gue lama-lama sama loe." gerutu Andra sambil berlalu pergi meninggalkan Denis.
"Aaaarrrggggh sialan loe Dra." teriak Denis.
.
.
__ADS_1
.