Menikah Dengan Sahabat

Menikah Dengan Sahabat
BAB 32


__ADS_3

"Assalamualaikum pak Irfan, kami kesini mau ketemu pak Andra katanya kami di suruh menemui nya" ucap salah satu siswa STM GARUDA yang pernah melaksanakan PKL di KING MOTOR bengkel motor milik Andra.


"Oh iya, masuk pak Andra ada di dalam." ucap salah satu karyawan bengkel.


"Assalamualaikum pak Andra selamat sore, kami siswa STM GARUDA." ucap Reza salah satu siswa STM GARUDA lalu mereka menyalami Andra satu persatu.


"Waalaikumsalam, oh iya kalian yuk masuk." ajak Andra ke ruangannya.


Ruangan berukuran 4 x 6 meter yang di sekat menjadi dua ruangan, untuk ruangan Andra dan Irfan , dalam ruangan itu hanya ada satu meja dan kursi kerja, beberapa bangku plastik yang di tumpuk agar tidak memakan tempat lalu dua lemari kecil yang terbuat dari besi untuk menyimpan arsip.


"Sebelum nya saya ingin mengucapkan banyak terimakasih pada kalian karena telah berkontribusi di bengkel ini. Saya memanggil kalian kesini akan memberikan apresiasi untuk kalian." Ucap Andra.


Andra memberikan tiga amplop untuk tiga siswa yaitu Eka, Dika dan Reza, ia memberi upah untuk mereka karena sudah banyak berkontribusi di bengkel nya, dengan upah 80% dari gaji karyawan di kalikan dengan berapa bulan mereka PKL di bengkelnya.


"Pak apa ini gak kebanyakan?" Eka yang memegang amplop nya lumayan tebal.


"Tidak, justru saya minta maaf pada kalian tidak bisa memberi banyak." jawab Andra.


"Terima kasih banyak pak, ini sudah lebih dari cukup." ucap mereka.


"Sama-sama, oh iya rencana kalian setelah lulus sekolah mau di teruskan kemana?." tanya Andra.


"Sepertinya kami akan langsung mencari pekerjaan pak, karena untuk di teruskan kuliah orang tua kamu tidak mampu lagi membiayai nya." ucap Dika mewakili teman-teman nya, memang benar orang tua mereka adalah anak-anak dari keluarga kurang mampu.


"Kalau kalian minat kerja kotor-kotaran seperti di bengkel ini, kalian kesini aja, gabung bersama kami. Saya akan sangat senang." ucap Andra.


"Beneran pak?" tanya para siswa antusias.


"Iya bener, berapa lama lagi kalian sekolah?" tanya Andra lagi.


"Sekitar tiga bulanan lagi pak, beres ujian paling sekitar tiga mingguan lagi menunggu kelulusan baru acara perpisahan." jawab Reza.


"Oke, kalau sekiranya setelah beres ujian kalian sudah tidak di wajibkan lagi ke sekolah, kalian boleh langsung masuk kerja. Untuk acara kelulusan dan perpisahan saya akan memberikan ijin untuk bisa menghadirinya." Ucap Andra.


"Serius pak? kami boleh langsung masuk kerja tanpa seleksi?" tanya Eka antusias.


"Kenapa harus di seleksi? saya sudah tau kinerja kalian, makanya saya mengajak kalian gabung disini." ucap Andra.


"Allhamdulilah, terima kasih banyak pak." ucap Dika dan di ikuti oleh Eka dan Reza.


Andra Tersenyum melihat wajah bahagia mereka.


"Sama-sama, kalian belajar yang rajin ya biar bisa mendapatkan nilai bagus. Semoga kalian di beri kelancaran dan kemudahan pada saat ujian nanti." ucap Andra.

__ADS_1


"Aamiin, makasih pak Andra" ucap Eka.


Lalu mereka bertiga saling menatap satu sama lain, saling memberi isyarat untuk pulang. Dan akhirnya salah satu dari mereka angkat bicara.


"Pak terimakasih kasih banyak sudah memberikan kami apresiasi dan memberikan kami peluang untuk bekerja di perusahaan bapak, jika tidak ada lagi yang akan bapak sampaikan kepada kami, kami pamit undur diri." ucap Reza.


"Sama-sama, oh iya silahkan. Semangat ya buat kalian." ucap Andra memberikan semangat untuk belajar persiapan ujian pada para siswa itu.


" Siap pak." ucap Eka mewakili teman-teman nya.


"Assalamualaikum." ucap ketiga siswa lalu mereka menyalami Andra.


"Waalaikumsalam." jawab Andra.


Di kediaman orang tua Tari, kini Tari dan ibu nya sedang asik mengobrol, mereka membicarakan seputar kehamilan.


"Kamu gak ngidam nak? pengen apa gitu? ibu liat kamu tidak banyak mau nya kayak orang ngidam biasanya." tanya Sumi heran dengan anaknya.


"Gak bu, allhamdulilah ini anak gak banyak mau nya, Tari jarang ngerasain mual, terus makan juga gak pilih-pilih sih." ucap Tari tersenyum mengelus perutnya.


"Allhamdulilah, cucu nenek sholeh/sholehah." ucap Sumi sambil mengelus perut putrinya itu.


"Iya nenek, aku kan anak hebat." ucap Tari sambil terkekeh mewakili calon anaknya.


"Kira-kira cucu nenek ini perempuan apa laki-laki ya? jadi penasaran." tanya Sumi.


"Jaman sekarang mah enak, bisa tau jenis kelamin si jabang bayi soalnya udah ada USG, kalau jaman dulu pas ibu hamil kamu ibu gak tau lho anak ibu perempuan apa laki-" ucap Sumi yang terpotong dengan ucapan salam.


"Assalamualaikum." ucap Andra yang baru saja datang.


"Waalaikumsalam." jawab Tari dan Sumi.


"Kok baru pulang mas? bukannya bengkel tutup jam lima sore?" tanya Tari karena lewat isya Andra baru saja pulang.


"Banyak yang harus mas kerjakan disana, jadi pulang telat." jawab Andra.


"Gimana perkembangan bengkel kamu nak?" tanya Sumi.


"Allhamdulilah Bu semakin perkembang." ucap Andra.


"Syukurlah lah, semoga berkah usahamu yak nak." ucap Sumi.


"Aamiin makasih Bu." ucap Andra dan di balas dengan anggukan Sumi.

__ADS_1


"Makan dulu nak, kamu pasti belum makan." titah Sumi pada Andra lalu Sumi menyuruh Tari untuk menyiapkan makan Andra.


"Tari, siapkan makan buat suamimu nak." titah bu Sumi namun di cegah oleh Andra.


"Hmm gak usah Bu, nanti aja Andra belum lapar, Andra mau ke kamar dulu pengen istirahat sebentar." pamit Andra.


"Iya nak, tapi abis itu jangan lupa makan ya, jaga kesehatan." pesan Sumi.


"Iya Bu, Andra ke kamar dulu ya Bu." pamit Andra


"Iya nak." ucap Sumi.


Melihat Tari yang masih anteng saja di meja makan, tidak mengikuti suaminya ke kamar, Bu Sumi menegur Tari.


"Tari kenapa kamu masih diam saja nak?" tanya Sumi.


"Memang nya ada apa Bu?" Tari tanya balik.


"Itu suami mu ke kamar, kamu masih diam saja di sini, sana temani!" titah Sumi.


"Ngapain di temenin? udah biasa kok kayak gini." jawab Tari.


"Nak kalau suami pulang kerja, dia langsung masuk ke kamar berarti dia sangat lelah. Kamu harus mengikutinya, siapa tau dia membutuhkan kamu." ucap Sumi.


"Harus banget ya Bu?" tanya Tari.


"Lah iya harus, sana kamu samperin dulu." titah Sumi.


"Siap bu komandan laksanakan." ucap Tari sambil hormat pada ibunya lalu ia bergegas pergi ke kamarnya.


Tari membawakan Andra satu gelas air dan satu piring kecil cake di atas nampan, lalu ia memasuki kamar.


"Mas minum nih aku bawain cake, siapa tau kamu butuh yang manis." ucap Tari.


"Mas lagi gak mau yang manis tapi lagi butuh yang hangat." ucap Andra ambigu.


"Ini aku juga bawain teh manis hangat." ucap Tari.


"Mas gak mau teh manis hangat mas maunya teh Tari hangat."


.


.

__ADS_1


.


Yang anget yang anget! 🤭


__ADS_2