
"Iya Tari, aku juga ingin meminta maaf atas kesalahanku waktu itu. Jujur aku nyesel banget, hati aku gak tenang mikirin kamu, aku di hantui rasa bersalah." ujar Gery menunduk.
"Sudahlah Mas, aku sudah tau alasannya." ucap Tari.
"Kamu sudah tau semuanya?" Tanya Gery.
"Iya mas, Mira menceritakan semuanya, dia melakukan itu karena semata-mata dia iri sama aku." jawab Tari.
"Tega banget dia, hanya karena iri tega melakukan itu." ucap Gery.
"Sebaiknya kamu hati-hati sama dia mas." ucap Tari datar.
"Maksud kamu apa?" tanya Gery tak mengerti.
"Nanti juga kamu tau." jawab Tari lalu ia berlalu pergi.
Tari dan Andra memasuki minimarket, mereka membeli apa yang mereka butuhkan.
Andra mengambil minuman kopi kemasan botol dan camilan, sedangkan Tari mengambil satu bungkus keripik kentang ukuran paling besar dan satu batang coklat.
"Udah, ayo mas." ajak Tari.
Tanpa menjawab Andra berjalan menuju kasir dan membayar belanjaan mereka, lalu mereka membuka pintu keluar menuju parkiran dan memasuki mobil.
Selama perjalanan tidak ada sepatah kata pun yang keluar dari mulut Andra, ia hanya fokus menyetir.
"Mas?" panggil Tari.
"Hmm." jawab Andra singkat tanpa menatap Tari.
"Tumben diem aja?" tanya Tari heran dengan sikap suaminya yang tiba-tiba diam.
"Gak apa-apa." jawab Andra datar pandangannya masih menatap jalanan.
"Mas sakit?" tanya Tari.
"Iya." jawab Andra singkat.
"Mas kenapa? sakit apa? perasaan tadi baik-baik aja." tanya Tari sambil menempelkan punggung tangannya di dahi Andra.
"Bukan ini yang sakit, tapi ini." jawab Andra memindahkan tangan Tari ke dadanya.
"Maksudnya?" Tari mengeriyitkan keningnya.
"Aku sakit hati." jawab Andra.
"Sakit hati kenapa? aku ngelakuin kesalahan ya mas?" tanya Tari heran.
"Bukan sakit hati sih, lebih tepatnya sebal." jawab Andra sebal.
"Sebal sama Gery?" tanya Tari merasa tak berdosa.
"Iya, sama kamu juga." jawab Andra bete.
"Kok aku sih?"
"Mas sebel aja, kamu manggil dia dengan sebutan mas, itu kan panggilan kamu ke mas." jawab Andra sebal.
"Hahahaha mas mas kirain gara-gara apa." Tari tertawa mendengar penuturan Andra.
"Kok kamu malah ketawa sih?" Andra semakin kesal.
__ADS_1
"Ya abis, gara-gara panggilan kamu jadi bete gini mas. Kayak anak ABG aja.
Mas, Aku manggil Gery dengan sebutan mas bukan karena dia pernah menjadi orang spesial buat aku, tapi aku lebih ke menghargai dia karena dia itu lebih tua dari aku, ngerti gak mas?" jelas Tari.
"Ya tetep aja mas bete, panggilan kamu ke mas disamain sama laki-laki lain yang lebih tua dari kamu. Gak ada spesialnya." Andra mulai merajuk.
"Terus mas maunya di panggil apa hm?" tanya Tari lembut.
"Ya apalah, sayang kek, bebeb atau cinta gitu." jawab Andra.
"Ih gak mau ah! geli, kayak anak ABG aja." tolak Tari.
"Tuh kan kamu mah gitu." ucap Andra.
"Ya jangan itu lah, geli aku mas denger nya." protes Tari.
"Ya udahlah terserah kamu." Andra sudah benar-benar sebal pada Tari.
"Jangan marah dong mas." ucap Tari menunduk.
"Oke mas gak bakalan marah lagi tapi ada syaratnya." tiba-tiba muncul ide jail Andra.
"Apa?" tanya Tari singkat.
"Sun." Andra menunjukan pipi kirinya.
"Kamu mah mengambil kesempatan dalam kesempitan." protes Tari.
"Ya udah kalau gak mau mas marah lagi nih." ucap Andra.
"Iya deh iya." jawab Tari lalu ia mencondongkan kepalanya dan mengecup pipi kiri Andra.
Walaupun hatinya tak karuan, jantung nya berdetak kencang namun Andra berusaha menetralkan dirinya, karena ini pertama kalinya ia di cium istrinya sendiri.
Tari menatap Andra jengah lalu ia mengecup pipi kanan suaminya itu.
"Ini juga." ucap Andra menunjukan bibir nya.
Tari melotot dan melayangkan pukulan di bahu Andra, "bugh."
"Hahahaha canda sayang." Andra tertawa sambil mengacak rambut Tari, ia senang berhasil mengerjai istrinya.
Malam ini terasa menegangkan bagi Tari, karena tepat malam ini ia akan melaksanakan kewajibannya sebagai seorang istri.
"Ceklek." pintu kamar terbuka, Andra memasuki kamar.
"Lagi ngapain? tumben gak nnton tv." tanya Andra.
"Gak apa-apa mas lagi pengen disini aja." jawab Tari.
"Nungguin ya?" goda Andra.
"Apa sih mas? nungguin apa? kamu mikirnya ngeres mulu." protes Tari.
"Kok ngeres? mas kan cuma bilang nungguin?" tanya Andra heran.
"Tau ah." Ucap Tari marah lalu ia berbaring memunggungi Andra.
Andra menyusul Tari lalu tangannya melingkar di perut besar Tari sambil mengelus-elus calon anaknya.
"Deg deg deg." jantung Tari semakin berdetak.
__ADS_1
"Apa ini saat nya?" batin Tari.
"Sayang, boleh gak?" bisik Andra meminta ijin.
Tari memejamkan matanya dan mengangguk, tanda ia memberikan ijin apa yang di minta suaminya.
Lalu Andra membalikan tubuh Tari, ia bangun lalu mencondongkan badannya ke perut istrinya.
"Assalamualaikum anak ayah, lagi ngapain?" sapa Andra sambil mengelus-elus perut istrinya dan di balas dengan gerakan si jabang bayi.
"Ayah mau minta ijin, boleh gak ayah tengokin kamu?" ucap Andra terkekeh.
"Mas ih." protes Tari.
"Kenapa? kan mas cuma minta ijin." ucap Andra menahan senyumnya.
"Mana ada orang mau itu, minta ijin dulu sama anak nya." protes Tari.
"Gak apa-apa takutnya nanti malah ganggu dia." ucap Andra.
"Aduh duh aww." Tari meringis kala merasakan tendangan hebat si jabang bayi.
"Kenapa?" tanya Andra kaget.
"Dia nendang mas, tuh liat." ucap Tari menunjukan perutnya.
"Bukan nendang lagi ini mah, dia lagi lari-lari sambil nari." ucap Andra terkekeh.
"Ngilu aku mas, aww." keluh Tari.
"Dedek jangan kencang-kencang yah lari nya, kasian bunda kesakitan." ucap Andra sambil mengelus-elus perut Tari. Seperti kerbau yang di curuk hidungnya, si jabang bayi kini terdiam.
"Hehehe dia nurut sama kamu mas, kalau aku yang bilangin kadang dia gak mau nurut." ucap Tari terkekeh.
"Iya dong, mas gitu." ucap Andra menyombongkan diri.
"Sombong." cibir Tari mengerucutkan bibirnya tapi tak Andra hiraukan, ia malah menatap dalam mata Tari.
"Sayang, bisa kita mulai sekarang? aku mau." tanya Andra, lalu Tari mengangguk.
Andra membisikan doa ke telinga Tari lalu ia meniup ubun-ubunnya, di kecupnya kedua mata Tari dan pipinya lalu mengecup bibirnya, Dan terjadilah pertempuran di antara mereka.
"Makasih sayang." ucap Andra mengecup kening Tari.
"Iya mas." ucap Tari tersenyum.
"Ayo mas bantu, ke kamar mandi." tawar Andra.
"Mas aja duluan." ucap Tari karena ia malu tubuhnya yang masih polos terlihat oleh Andra padahal mereka baru saja melakukannya.
"Ya udah mas duluan." ucap Andra lalu memungut baju Tari yang tadi ia lempar ke sembarang tempat dan menyerahkan nya pada Tari.
"Makasih mas." ucap Tari mengambil baju nya di tangan Andra.
"Hmm." ucap Andra singkat lalu ia berlalu ke kamar mandi.
.
.
__ADS_1
.