Menikah Dengan Sahabat

Menikah Dengan Sahabat
BAB 13


__ADS_3

Setelah selesai melakukan aktivitas nya Tari menangis, Tari menyesal ia takut setelah ini Andra meninggalkan nya.


"Maafin aku Tar, aku tidak bisa menahannya aku janji tidak akan melakukan nya lagi" sesal Andra


" Aku takut dra" ucap tari sambil sesenggukan


"Takut kenapa?" tanya Andra


"Aku takut setelah ini kamu pergi ninggalin aku, dan tidak akan ada lagi laki-laki yang bisa menerima aku karena keadaan aku udah gini" jawab Tari


"Ya elah Tari Tari, pikiran loe itu kayak anak bocil yang di manfaatkan pacar nya lalu di tinggalkan." Andra terkekeh melihat kekonyolan Tari


"Dra gue serius." ucap Tari.


"Ya gue juga serius Tari." ucap Andra tak mau kalah.


"Kenapa loe mesti takut? gue suami loe tanpa harus di minta pertanggung jawab gue pasti tanggung jawab kok, itu kan udah kewajiban gue." tanya Andra lembut.


Tari terdiam tanpa menjawab pertanyaan Andra ia paham dengan apa yang Andra maksud, lalu ia beranjak dari tempat tidurnya berniat akan ke kamar mandi untuk membersihkan dirinya.


"awww." Tari meringis kembali.


"Sini aku bantuin." dengan sigap Andra menggendong Tari ke kamar mandi.


Setelah Andra mengantarkan Tari ke kamar mandi lalu Tari membersihkan dirinya.


"aww sakit banget." Tari meringis


Tari membayangkan kejadian tak terduga yang terjadi tadi, meskipun setengah sadar mereka melakukannya karena pengaruh jamu akan tetapi melalukan nya dengan lembut.


Hati dan pikirannya menolak tapi tubuhnya menginginkannya lagi, entah masih dalam pengaruh obat atau Tati ketagihan 🤭


Tapi keinginan itu Tari buang jauh-jauh, ia tidak ingin melakukan nya lagi tanpa cinta.


Tari ingin melakukan nya ketika dia dan Andra sudah benar-benar saling mencintai, Tari tidak yakin dengan hati nya sendiri apakah dia mencintai Andra atau hanya merasa nyaman saja, begitu pun dengan Andra.


Selesai melakukan ritualnya, dengan langkah yang sedikit di seret Tari keluar dari kamar mandi.


Iya berjalan menuju kamar untuk memakai pakaiannya.


Berpapasan dengan Andra yang akan menuju kamar mandi, Andra melihat Tari berjalan seperti kesakitan tak tega. Ia merasa bersalah atas perlakuan nya.

__ADS_1


"Tar maafin aku yah, gara-gara aku kamu jadi kesakitan gini." ucap Andra.


"Gak apa-apa kok dra, lagian aku juga salah kenapa gak nolak saat kamu memulai melakukannya." tutur Tari.


"Oh iya aku baru sadar, kenapa yah setelah minum jamu dari ibu tiba-tiba badan aku jadi panas dan pas lihat kamu gak bisa nahan aku tuh." jelas Andra.


"Iya dra aku juga sama, apa jangan-jangan jamu itu mengandung sesuatu?" curiga Tari.


Flashback on


Beberapa hari sebelum Bu Sumi memesan jamu penyubur, pak Syarip mengunjungi rumah anak dan menantunya.


Namun sebelum ia mengetuk pintu pak Syarip tak sengaja mendengar percakapan aneh anak dan menantunya.


Pak Syarip mengurungkan niatnya untuk mengetuk pintu dan menguping pembicaraan mereka.


"Dra tumben tumbenan sekarang loe manggil aku kamu?" tanya Tari.


"Ya gak apa-apa, aku mau merubah gaya bicara aja.


kita kan suami istri masa manggilnya gue loe terus? gak enak di dengar orang lain, apa lagi di depan ibu sama bapak." jelas Andra.


"Iya Tar, meskipun kita belum melakukan kewajiban kita sebagai suami istri setidaknya kita harus bersikap seperti suami istri pada umunya di hadapan orang lain." tutur Andra.


"Iya dra gue maksudnya aku ngerti, maafin aku dra aku belum bisa menjalankan tugas sebagai istri yang harus melayani suaminya,gue belum siap Dra." Tari meminta maaf.


"Iya Tar aku ngerti kok, lagian aku juga mau nya kamu melayani dengan ikhlas tanpa paksaan." Andra menenangkan Tari


Pak Syarip mendengar percakapan itu, ia memutuskan untuk pergi meninggalkan rumah anak dan menantunya, ia tidak sanggup mendengar lagi percakapan selanjutnya yang mungkin akan lebih menyakitkan hatinya lagi, apa mungkin Tari belum bisa membuka hati nya untuk Andra? apakah Tari masih mencintai laki-laki itu? pikir pak Syarip.


Pak Syarip terus memikirkan mereka, bagaimana cara agar bisa mempersatukan mereka?


Meskipun menikah karena terpaksa tapi pak Syarip yakin Andra adalah laki-laki yang pantas untuk anaknya, pak Syarip tidak ingin pernikahan anak dan menantunya berakhir dengan perceraian karena mereka tidak bisa saling menerima sebagai suami istri.


Tepat dimana Bu Sumi mempunyai ide untuk memberi jamu penyubur kandungan, pak Syarip mempunyai ide cemerlang.


Iya mulai merencanakan sesuatu untuk anak dan menantunya nya itu agar mereka bisa bersatu.


"Dari mana Bu?" tanya pak Syarip.


"Dari rumah si ayu jamu di kampung sebelah pak" jawab Bu Sumi.

__ADS_1


"Jamunya mana Bu?" selidik pak Syarip, karena ia melihat istrinya tak membawa apa-apa.


"Belum jadi pak masih di racik, besok baru bisa di antarkan." jawab Bu Sumi.


"Oh gitu." ucap pak Syarip sambil melenggang pergi keluar rumah.


"Mau kemana pak?" tanya Bu Sumi.


"Ke warung sebentar beli rokok." jawab pak Syarip berbohong.


Tanpa Bu Sumi ketahui, pak Syarip pergi ke rumah ayu jamu, tempat dimana Bu Sumi memesan jamu penyubur kandungan itu.


"Assalamualaikum." ucap pak Syarip.


"Waalaikumsalam, eh pak Syarip. Duh pak jamunya baru mau saya racik paling besok bisa saya antar." tutur si ayu jamu yang mengira pak Syarip akan mengambil pesanan istrinya.


"Enggak yu, saya kesini bukan mau ambil pesanan.


saya hanya ingin mengubah pesanan saja." tutur pak Syarip.


"Yu saya mau jamu penyubur kandungan itu bisa menggugah hasrat, bisa gak?" tanya pak Syarip.


"Bisa pak, nanti saya akan ubah racikannya" jawab ayu jamu.


"Boleh deh, tapi di jamin aman kan?" tanya pak Syarip lagi.


"Insyaallah pak aman, dan di jamin tokcer deh." jawab ayu jamu yakin dan mengacungkan jempolnya


"Siap, makasih yah yu besok saya tunggu pesanannya." ucap pak Syarip.


"Sama-sama pak." seru ayu jamu.


"Ya sudah kalau begitu, saya pamit assalamualaikum." pamit pak Syarip.


"waalaikumsalam." jawab Ayu jamu.


.


.


.

__ADS_1


__ADS_2