
Di bengkel tempat Andra merintis usahanya, kini Andra dan Irfan sedang sibuk mengecek perlengkapan bengkel setelah selesai mengecek laporan keuangan, banyak perlengkapan bengkel yang habis ia harus segera membelinya karena usaha bengkel milik Andra cukup ramai dan sudah banyak pelanggan nya.
Awalnya Andra hanya memperkerjakan dua karyawan yaitu Irfan dan satu karyawan lainnya Andra hanya bisa membantu di bengkel saat ia ada waktu senggang saja karena ia harus membagi waktu dengan pekerjaannya di depstore.
Seiring berjalannya waktu bengkel milik Andra makin ramai dan sudah mempunyai banyak pelanggan kini Andra menambah karyawan menjadi lima orang tidak termasuk Irfan, disini tugas Irfan mengawasi para karyawan dan mencatat pemasukan dan pengeluaran bengkel, tapi tak jarang Irfan membantu para karyawan mengerjakan tugasnya jika banyak pelanggan datang untuk menyervis motornya.
Terlintas di pikiran Andra ingin melepas pekerjaannya itu dan fokus dengan usaha bengkel miliknya, ia ingin mengembangkannya.
"Fan kayaknya gue harus terjun menangani bengkel ini." ucap Andra sambil berpikir
"Iya nih dra, gue kewalahan handel semuanya." timpal Irfan
"Gue runding dulu deh sama istri gimana baiknya." ucap Andra.
"Iya iya deh yang udah punya istri." ejek Irfan.
"Sialan loe " ucap Andra sambil meninju bahu Irfan.
"Aaaww, ampun bos ampun hahaha" tawa Irfan bercanda.
Irfan sangat berterima kasih pada Andra, berkatnya kini perekonomian Irfan sudah mulai membaik,ia bisa menyekolahkan anak sulungnya, mencukupi kebutuhan keluarga nya memberi tempat tinggal yang layak untuk anak dan istrinya walaupun masih ngontrak dan ia sekarang mempunyai sepeda motor lagi bahkan lebih bagus dari motor bebek tua nya itu.
"Dra makasih yah, selama ini loe udah banyak bantuin gue.
Bahkan gue belum bisa membalas semua kebaikan loe dra." ucap Irfan.
"Loe ngomong apa sih fan? gue bantuin loe itu udah kewajiban fan, membantu semasa umat manusia yang sedang kesusahan apalagi loe itu temen gue fan. Mana bisa gue biarin?" jelas Andra.
"Dan loe jangan sekali-kali lagi belum bisa membalas kebaikan gue, udah bosen gue dengernya fan hahaha" tawa Andra.
"Nih yah, loe itu udah lebih dari membalas kebaikan tau gak.
Berkat loe usaha bengkel gue jadi maju, loe udah mengelola bengkel ini dari nol sampai punya banyak pelanggan kayak gini" tambah Andra.
"Yq tetep aja dra gue ngerasa punya banyak hutang Budi sama loe" ucap Irfan.
"Hutang si Budi udah gue bayar, udah jangan loe pikirin lagi" seloroh Andra
"Gila loe dra" ucap Irfan sambil menirukan gaya bahasa Dono Warkop DKI.
"Hahaha ah elu don" balas Andra.
Irfan menatap Andra serius "Gue janji Dra, gue akan mengabdikan diri gue untuk loe."
"Udahlah fan loe kalau ngomong suka kemana-mana." ucap Andra tak menanggapi nya.
"Serius gue dra." Irfan meyakinkan Andra.
Irfan berjanji pada dirinya sendiri, ia akan mengabdikan diri pada Andra untuk membalas semua jasa Andra pada dirinya dan keluarga kecilnya.
Di kediaman orang tua Rita, Tari dan Rita banyak menghabiskan waktu bersama Sinta ibunya Rita.
Sinta menyukai Tari, ia senang Rita telah memperkenalkan Tari dengannya. Hari ini Rita banyak tersenyum, ia tak lagi murung seperti biasanya.terasa waktu sudah sore, sampai tak terasa waktu sudah sore.
__ADS_1
Tari di ajak bolos kerja oleh owner ini di tempat kerjanya sendiri.
Meskipun demikian gaji Tari tidak di potong karena Tari masih tetap di anggap bekerja, hanya saja pindah tempat (hehehe).
"Udah sore nih Tar, pulang yuk." ajak Rita.
Kini mereka sedang duduk di sofa yang ada di kamar Sinta.
"Ayo mbak, kalau mbak mau langsung ke rumah duluan aja. Aku mau ke toko dulu mbak mau absen pulang" ucap Tari.
"Ngapain absen pulang segala? takut di potong gaji hm?" tanya Rita terkekeh.
"Hihihi iya mbak." jawab Tari sambil menunjukan deretan gigi nya.
"Langsung pulang ajalah gak usah absen segala, tenang gak akan potong gaji kok, kan aku yang gaji hahaha." tawa Rita.
"Ya udah mbak ayo." setuju Tari.
"Ma Tari pulang dulu yah." pamit Tari.
Sinta menggelengkan kepalanya dan menarik tangan Tari tanda ia tak mau di tinggalkan Tari.
Tari bingung dan melihat ke arah Rita.
Rita yang mengerti keinginan ibunya itu langsung menjelaskan sesuatu pada ibunya.
"Ma Tari harus pulang dulu, kasian suaminya menunggu di rumah." ucap Rita
"Ma Tari pulang dulu yah, Tari janji kalo ada waktu senggang Tari kesini lagi." pamit Tari sambil menggenggam tangan Sinta.
Sinta mengangguk dan tersenyum dan ia setuju.
"Ya sudah kita pamit ya ma, assalamualaikum" pamit Rita.
Rita dan Tari menyalami sinta lalu pergi.
Kini mereka berada di pekarangan rumah mewah itu.
Terlihat sebuah mobil mewah datang menuju pekarangan rumah ini lalu seseorang keluar dari dalam mobil itu.
"Rita sejak kapan kamu disini? cucu-cucu papa mana? kenapa gak di bawa? tanya Aryo ayah Rita si pemilik mobil mewah itu.
"Rita lagi di toko pa, tapi Rita kangen sama mama makanya Rita kesini" jawab Rita
Aryo mengangguk angguk paham lalu matanya beralih melihat Tari "Ini karyawan kamu?" tanya Aryo.
Ia melihat Tari memakai seragam twins cake nama toko kue milik Rita
"Iya pa, ini Tari dia karyawan di toko Rita dia orang yang paling dekat sama Rita di toko pa,Tari udah Rita anggap seperti adik Rita sendiri." jelas Rita.
Aryo yang mengetahui anaknya dari sejak dulu pendiam, murung dan tidak punya teman kecuali mantan suaminya itu, ia merasa senang Rita mempunyai teman dekat dan melihat dia ceria.
Ia tersenyum pada Tari dan menyapanya.
__ADS_1
"Halo Tari" sapa Aryo.
"Iya tuan." jawab Tari mengangguk sopan
"Jangan panggil tuan, panggil saya papa saja sama seperti Rita memanggil saya." tegur Aryo.
"Iya pa." jawab Tari tersenyum.
Rita yang melihat percakapan ayahnya dan adik angkatnya itu tersenyum senang.
"Ya udah pa, kita pulang dulu yah keburu sore nih" pamit Rita.
"Oh iya hati-hati ya kalian" ucap Aryo.
Lalu Rita dan Tari menyalami Aryo.
Di dalam mobil Rita dan Tari menggunakan seatbelt nya masing-masing.
Tari, rumah kamu dimana? aku antar yah" tanya Rita ia menawarkan diri untuk mengantarkan Tari pulang.
"Gak usah mbak, saya turun di depan komplek aja mau nunggu suami saya mau telpon dulu suami saya minta jemput." tolak Tari halus karena ia tidak ingin merepotkan Rita.
"Gak apa-apa kok, aku kan yang ngajak kamu kesini jadi aku juga harus nganter kamu pulang" ucap Rita.
"Takutnya ngerepotin mbak, kasian mbak si kembar pasti lagi nunggu mbak kalau mbak nganterin aku dulu jadi lama" jelas Tari.
"Gak apa-apa kok Tari, ya udah rumah kamu dimana? biar kita cepet pulang" tanya Rita.
Lalu Tari menyebutkan alamat rumahnya dan Rita melajukan mobilnya ke tempat tinggal Tari.
Tak berselang lama mobil yang di kendarai Rita telah sampai di depan rumah Tari.
"Mbak makasih yah udah nganterin, mbak mau masuk dulu?" tawar Tari.
"Sama-sama Tari, gak Tar makasih lain kali aja." tolak Rita halus sambil tersenyum.
"Ya udah aku masuk dulu yah, assalamualaikum." pamit Tari sambil turun dari mobil Rita
"Waalaikumsalam" jawab Rita
Sebelum masuk ke dalam rumah Tari duduk di kursi teras rumahnya, ia memikirkan banyak hal yang terjadi hari ini.
Pertama ia terungkapnya alasan Gery meninggalkan Tari pada saat nya acara pernikahannya akan berlangsung.
Kedua terungkap kebusukan Mira yang tega menghancurkannya karena iri.
Dan ketiga Tari merasa heran dengan sikap ibu nya Rita, yang tiba-tiba menangis saat melihatnya.
.
.
.
__ADS_1