Menikah Dengan Sahabat

Menikah Dengan Sahabat
BAB 28


__ADS_3

"Hmm bete juga ya, seharian di rumah." Tari mengeluh mulai merasakan bosan sudah satu bulan ia di rumah.


Kandungan Tari sekarang sudah menginjak delapan minggu, ia tidak pernah mengalami morning sicknes, kecuali kalau Tari mencium bau parfum dan sabun mandi nya yang selama ini ia pakai ia akan merasa mual dan memuntahkan isi perutnya.


Setiap hari ia hanya diam di rumah, Semua pekerjaan rumah Andra yang mengerjakan karena Andra tidak ingin Tari kelelahan, Tidak ada aktivitas apapun yang bisa Tari kerjakan termasuk memasak. Untuk makan mereka, Andra selalu memesan nya atau membelinya di luar, kadang-kadang bu Sumi mengirim makanan untuk Tari dan Andra.


"Stres juga lama-lama kalau gini terus." ia terus bergumam sendiri, tidak ada orang yang bisa di ajak berbicara selain janinnya, kalaupun di ajak bicara dia belum bisa menjawabnya.


"Dek kita harus ngapain? biar bunda gak cape dan kita gak kelelahan?" ucap Tari mengajak calon anaknya berbicara tak lupa mengelus perutnya.


"Ah iya bunda punya ide, kita bikin cake yuk, udah lama bunda gak bikin cake." gumamnya


Satu bulan ia meninggalkan Twins cake, tidak ada lagi aktivitas dirinya dengan perkuehan, ia rindu dengan kue kue buatannya, ia rindu mencium aroma kue kue. Karena di rumahnya tidak bersedia bahan kue, Tari pergi ke minimarket terdekat, yang ada di depan komplek rumah nya.


Di minimarket Tari sibuk memilih bahan-bahan berkualitas untuk cake nya, lalu ia pergi ke kasa untuk membayarnya.


"Ada member nya kak?" tanya kasir.


Tari membuka dompetnya, mengambil kartu member minimarket tersebut dan menyerahkan pada kasir itu.


"Ini mbak." ucap Tari


Lalu kasir minimarket itu, menginput semua belanjaan Tari.


"Total yang tiga ratus dua puluh ribu mbak." ucap Kasir.


Tari menyerahkan uang sebesar tiga ratus lima puluh ribu, lalu kasir itu menyerahkan uang kembalian berserta struknya.


"Ini kembaliannya kak, terima kasih sudah berbelanja di toko kami." ucap kasir.


"Sama-sama mbak." jawab Tari ramah.


Tari mendorong pintu kaca untuk keluar dari minimarket ini, namun pada saat ia hendak keluar Tari berpapasan dengan seorang wanita paruh baya yang memasang tampang sinis.


"Tante, apa kabar?" sapa Tari sopan pada Tuti ibu nya Gery.


"Kamu tak tau malu yah, masih menanyakan kabar saya setelah kamu meninggalkan anak saya dengan laki-laki lain, dasar wanita murahan." Ucap Tuti sinis.


"Maksudnya apa ya tante? saya tidak mengerti." tanya Tari mengerutkan kening nya.


"Alah gak usah pura-pura bodoh, saya tau kamu membatalkan pernikahan kamu dan Gery, karena kamu ingin menikah dengan laki-laki lain kan? yang lebih kaya dari Gery?" tuduh Tuti.

__ADS_1


Tari mengeratkan giginya, matanya mulai berkaca-kaca.


"Maaf tante, saya tidak terima di tuduh seperti itu. Bukannya anak tante yang tidak datang pada saat akad nikah akan berlangsung?" ucap Tari, ia tidak terima di sudutkan seperti itu.


"Alah jangan ngeles kamu, saya tau kamu menjerat Gery dengan tubuh kamu agar Gery bisa menikahi kamu? iya kan? dan kamu ingin menikah dengan Gery bukan karena cinta, tapi kamu melihat Gery karena dia anak orang kaya, kamu memang murahan Tari." ucap Tuti merendahkan Tari.


"Cukup Tante! saya tidak terima di rendahkan seperti itu, aya tidak serendah yang Tante kira.


Justru anak Tante lah yang bodoh, dia rela di perbudak oleh wanita ulah, tega membohongi saya memberi saya harapan palsu lalu mencampakkan saya, bener-benar lelaki bodoh, anak Tante sangat bodoh." ucap Tari meninggikan satu oktaf suaranya.


Mata Tuti menyalang melihat Tari.


"Berani ya kamu wanita murahan." bentak Tuti yang hendak akan Tari namun tangan nya di cekal dari belakang.


"Hentikan! jangan berani-berani nya Andra menyakiti istri saya." ucap Andra menatap tajam Tuti.


"Oh jadi ini laki-laki sial yang menikahi wanita murahan seperti kamu hah?" sarkas Tuti pada Tari.


"Jaga ucapan anda! jangan sembarangan anda berbicara!" ucap Andra tak terima.


"Memang kenyataan nya begitu kan, istri kamu memang murahan, dia rela menjajakan tubuhnya demi di nikahi anak saya, atau mungkin kamu juga sama sudah terjerat wanita murahan ini sampai kamu menikahi nya?" ucap Tuti sinis.


"Silahkan saja, tapi saya akan tuntun balik istri kamu atas tuduhan penipuan." ancam balik Tuti.


"Ada apa ini mah?" Gery yang mendengar keributan keluar dari mobilnya dan melihat ibunya sedang bertengkar dengan orang lain.


Andra dan Tari spontan melihat ke arah suara itu berasal. Andra geram melihat Gery, karena dia Tari di perlakukan seperti ini oleh ibunya.


Andra mencengkram kerah baju Gery.


"Loe berani nunjukin batang hidung loe, setelah apa yang loe perbuat pada Tari, brengsek!" ia hendak melayangkan pukulannya pada wajah Gery namun berhasil di hentikan oleh Tari.


"Mas cukup! udah mas udah." pinta Tari


"Cowok kayak dia harus di beri pelajaran Tari, gak bisa di biarin gitu aja." ucap Andra matanya menyalang melihat Gery.


"Udah mas, aku mohon jangan kayak gini." pinta Tari.


Akhirnya Andra melepaskan cengkramannya.


"Prok prok prok." Tuti bertepuk tangan melihat perlakuan Andra pada anaknya.

__ADS_1


"Memang benar kalian serasi yah, laki-laki berandalan dengan wanita murahan, cocok." ucapnya sinis.


"Mah! jaga ucapan mamah!" bentak Gery.


"Kenapa kamu bela mereka Gery? sampai kamu berani bentak-bentak mamah?" tanya Tuti tidak suka.


"Mereka tidak salah mah, Gery yang salah." ucap Gery tertunduk.


"Maksud kamu apa? sudahlah jangan menutupi kesalahan wanita itu, mamah sudah tau kebusukan dia." ucap Tuti.


"Tau apa tante tentang saya? mengenal saya saja tidak kan?" ucap Tari tak terima.


"Meskipun saya tidak mengenali kamu, tapi saya tau segala tentang kamu. Banyak informasi yang saya terima dari orang terdekat dengan kamu." ucap Tuti.


"Terserah beranggapan seperti apa, tapi yang harus tante tau, tante sedang permainkan manusia macam ular." ucap Tari memperingati


"Ayo mas kita pergi mas." ajak Tari sambil menggandeng lengan suaminya.


Gery menatap kepergian Tari dan Andra, ia belum sempat meminta maaf pada Tari.


"Mah, kenapa mamah memaki maki Tari?" tanya Gery menatap ibunya tajam.


"Tundukan pandangan mu itu Gery, kamu tidak pantas menatap ibumu sendiri seperti itu." bentak Tuti


"Maafin Gery mah." ucap Gery melemah.


"Mamah tidak tahan melihat wanita itu Gery, dia sudah mengkhianati kamu, di tega membatalkan pernikahan kamu dengannya dan meninggalkan kamu demi laki-laki lain." ucap Tuti.


"Tapi kenyataannya, Gery kah yang melakukan semua itu mah." ucap Gery tertunduk.


"Maksud kamu?" tanya Tuti.


Lalu Gery menceritakan semua yang Mira perintahkan padanya, hingga akhirnya Tari menikah dengan sahabatnya sendiri yaitu Andra.


"Ja-jadi semua yang di ceritakan Mira itu tidak benar?"


.


.


.

__ADS_1


__ADS_2