Menikah Dengan Sahabat

Menikah Dengan Sahabat
BAB 23


__ADS_3

Hari ini hari dimana acara pernikahan Wulan dan Zaki calon suaminya akan di laksanakan. Semua orang sedang sibuk mempersiapkan diri untuk acara itu.


Di ruang make up, selain calon pengantin, bu Sumi, bi Isah dan juga Tari sedang di make over oleh tim MUA.


"Oalah emang dasar nya mbak udah cantik, tambah pake make up jadi makin cantik.


Tapi ini aura nya beda." ujar tim MUA yang mendandani Tari.


"Masa sih mbak? emang make up nya aja yang bagus mbak jadi salah terlihat cantik berkat make up mbak." ucap Tari terkekeh.


"Beneran lho mbak, mungkin bawaan di dedek nya kali yah jadi aura kecantikan ibu nya keluar." ujar mbak MUA.


"Dedek siapa mbak? saya belum punya anak loh." tanya Tari.


"Bukan nya mbak lagi hamil ya?" Tanya mbak MUA.


"Gak kok mbak, kata siapa? Hahahaha ah mbak ini ngaco deh." jawab Tari tertawa.


"Hahaha mungkin saya salah perkiraan mbak." mbak MUA tertawa sumbang.


"Tapi aku merasakan sesuatu yang beda sama mbak ini, hmm ya sudahlah." batin mbak MUA


Selesai mereka di make up, lalu mereka keluar dan bersiap-siap untuk menyambut calon pengantin pria.


Tari melihat suaminya sedang duduk di kursi tamu yang di sediakan, lalu ia menghampirinya.


"Mas ngapain bengong sendirian, nanti kesambet loh." ucap Tari sembarangan.


Andra menengok ke arah suara istrinya lalu di tatap nya sang istri.


"Subhanallah istri mas cantik banget, gemes deh jadi pengen gigit." ucap Andra gemas.


Tari melotot mendengar ucapan Andra.


"Kamu beneran kesambet ya mas? maen gigit gigit aja." ucap Tari


"Iya kesambet cinta kamu." ucap Andra terkekeh.


"Aduh pengantin baru, gimana kabar nya Dra Tar?" ucap Diki mereka sejak kecil.


"Woay Dik, apa kabar loe? udah lama gak ketemu." sapa Andra memeluk Diki dengan gaya pelukan laki-laki 🤭.


"Allhamdulilah baik Dra." ucap Diki


"Mana anak istri loe Dik kok gak di ajak?" tanya Tari.


"Mereka lagi pulang kampung Tar." jawab Diki.


"Loe gak ikut.?" tanya Tari.


"Kan gue kerja Tar, kalau ikut gak bisa nyari duit dong gue hahaha." tawa Diki di susul oleh Andra dan Tari.

__ADS_1


Mereka berbincang, saling bertukar cerita melepas kerinduan satu sama lain.


Diki teman sebangku Andra sewaktu duduk di bangku SD, mereka sering menghabiskan waktu bersama.


Selain dengan Tari, teman dekat Andra ialah Diki.


"Oh ya gimana Tar udah isi belum?" tanya Diki.


"Isi apaan?" tanya Tari terkekeh pura-pura tidak mengerti.


"Maksud gue, udah ada Andra junior belum di perut loe? hahahah." tawa Diki.


"Belum Dik." ucap Tari.


"Ah payah loe Dra, bikin anak aja gak bisa hahahah." tawa Diki meledek Andra.


"Sialan loe." protes Andra.


"Gimana mau bisa punya anak, usahanya juga kagak Dik." Batin Andra.


"Gue doain semoga kalian segera di berikan anak." ucap Diki dan di Amini oleh Andra dan Tari.


"Tuh mobil pengantin pria udah dateng, yuk ke depan kita ikut menyambutnya." ajak Tari.


Diki dan Andra mengangguk dan mengikuti langkah Tari.


Keluarga pengantin pria telah sampai dan di sambut oleh keluarga pengantin wanita, lalu mereka menempati kursi tamu yang sudah di sediakan.


"Mas aku mau makan tapi ambilin yah, males aku ngantrinya." pinta Tari yang sedang duduk di kursi tamu.


"Iya mas ambilin." ucap Andra.


"Yang banyak ya mas, hihihi." Tari menunjukan deretan giginya.


Sebenarnya Tari bukan males antri, akan tetapi ia merasa malu harus mengambil lauk dan nasi banyak .


Tari takut di kira rakus oleh tamu yang lain, entah kenapa akhir-akhir ini ia tak kenyang jika makan dengan porsi biasanya.


"Nih mas bawain makan banyak buat kamu, biar kenyang sampe besok hahahah." tawa Andra melihat porsi makanan yang ia bawa untuk istrinya, benar saja satu piring penuh.


"Mas ih malu, bawain ke belakang aku mau makannya di belakang." ucap Tari lalu berjalan ke belakang rumah.


Andra meletakan piring di dan satu gelas air mineral cup di meja belakang rumah bi Isah.


"Ya udah nih kamu makan dulu." titah Andra sambil ia menarik kursi ke depan Tari, ia duduk sambil melihat istrinya makan.


Mata Tari berbinar melihatnya lalu menyantap makanan itu dengan lahap.


"Mas gak makan?" Tanya Tari.


"Liat kamu makan sebanyak itu, mas mendadak kenyang." ucap Andra.

__ADS_1


"Ah kamu mas, bisa aja." ucap Tari terkekeh.


Tidak berselang lama semua makanan itu tandas, Tari menghabiskan nya tak tersisa. Andra tercengang melihatnya.


"Kayaknya kamu deh yang kesambet, semenjak di rest area kamu makan banyak banget." ucap Andra heran.


"Sembarangan aja mas, aku makan berdoa dulu loh." ucap Tari


"Ya mas heran aja, kok kamu jadi rakus gini, mas aja makannya gak sebanyak itu." ucap Andra terkekeh.


"Udah ah jangan bahas makan mulu, kalau mas mau makan ya makan aja sana gak usah iri sama aku." Tari mengerucutkan bibir nya lalu beranjak dari duduknya.


Lalu ia berjalan ke menuju acara resepsi, ia berkumpul dengan keluarga dan teman-teman lamanya, berfoto dan bercerita.


Andra juga melakukan hal yang sama, ia berkumpul dengan teman-teman nya bercerita saling bertukar pengalaman.


Selesai acara Tari beristirahat di kamar nya, ia sudah mengganti baju kebaya nya dengan daster, baju kebangsaan para emak.


Tari duduk di selonjoran di tempat tidur sambil memainkan handphonenya, ia membuka aplikasi Anstagram ia mengupload foto-foto di acara pernikahan Wulan dengan teman-temannya.


Namun tiba-tiba bayangan rujak terlintas di pikirannya. Tari ingin sekali memakan rujak, ia sedang membayangkan segar nya rujak.


"Ceklek." pintu kamar terbuka.


"Lagi ngapain? cape yah?" tanya Andra.


"Mas aku pengen rujak, tapi yang ada di sekolah kita dulu." pinta Tari


"Emang masih ada? udah lama banget loh gak beli rujak disana, terakhir waktu perpisahan sekolah" tanya Andra.


"Gak tau mas, aku pengen banget mas." pinta Tari memelas.


"Aneh kamu kayak orang ngidam aja tiba-tiba pengen rujak." ucap Andra asal.


Mendengar ucapan Andra tiba-tiba Tari mengingat sesuatu. Ia ingat jadwal datang bulan nya sudah terlewati.


"Mas sekarang tanggal berapa?" tanya Tari.


"Tanggal 15, emang kenapa?" tanya balik Andra.


"Ya Alloh mas jadwal datang bulan aku udah terlewat dua minggu, harus nya aku datang bulan tanggal 1." ucap Tari kaget.


"Ya terus kenapa kalo udah kelewat?" tanya Andra santai.


"Apa jangan-jangan aku hamil mas?" Duga Tari.


.


.


.

__ADS_1


.


__ADS_2