
Yasmin tidak menjawab. Ia menggenggam cangkir tehnya dengan erat. Pada saat ini, Yasmin tentu saja tahu dengan jelas apa yang diinginkan Noah dari nya. Namun rumah tangganya baru saja hancur. Bagaimana bisa ia memulainya dengan begitu cepat. Lagipula mereka tidak saling mencintai.
"Nona tenang saja, saya tentu saja tidak akan mengambil keuntungan dari nona begitu saja. Saya akan menikahi anda dengan sah dan menjadikan anda nyonya Grayson yang akan dihormati." Noah berkata lagi.
"Apa anda kira saya adalah wanita seperti itu?" Yasmin yang diam akhirnya berbicara. Ia tersinggung saat mendengar perkataan Noah padanya. Memangnya dia peduli dengan gelar nyonya Grayson?
"Tentu saja tidak. Saya hanya ingin anda tahu bahwa saya tidak main-main. Saya benar-benar serius ingin menikah dengan anda." Jawab Noah yakin.
"Melihat apa yang anda ketahui tentang saya, tentu saja anda pasti tahu jika saya baru saja mengalami hal yang tidak mengenakkan dalam pernikahan itu. Apakah anda tahu apa yang membuat mantan suami saya menceraikan saya?" Yaqsmin tersenyum sinis.
"Tentu saja. Maka dari itu saya akan mengajukan kerjasama." Ucap Noah dengan serius. Yasmin tidak menjawab. Ia masih tidak tahu kerjasama seperti apa yang diajukan oleh pria di depannya ini.
Melihat Yasmin yang masih berpikir dan tidak langsung menolak, Noah memberi isyarat pada Evan untuk memberikan kembali dokumen yang mereka dapatkan mengenai bukti kematian Papa Yasmin yang sebenarnya sengaja dibunuh oleh Sammy, Marsya dan juga Yuna. Mereka memberikan racun pada pria itu sehingga membuat kondisi tubuhnya menurun dari waktu ke waktu. Dengan bantuan office boy yang bekerja di kantor, mereka memberikan racun itu setiap harinya tanpa dicurigai.
Tidak hanya itu, karena kondisi tubuh papa Yasmin yang memang cukup baik, racun yang sedianya dapat membunuh setelah tiga hingga enam bulan tidak berhasil membunuhnya. Jadi beberapa kali mereka mencoba menciptakan 'kecelakaan tidak sengaja' yang menimpa Papa Yasmin untuk mengambil nyawanya.
Membaca semua itu, Yasmin tidak bisa tidak marah. Begitu banyak yang harus dialami ayahnya dan dia bahkan tidak tahu. Yasmin mengepalkan tangannya. Membuat berkas di tangannya menjadi kusut.
"Bagaimana? Apa anda bersedia bekerja sama? Anda membantu saya dengan cara menjadi istri saya dan melahirkan anak untuk saya. Lalu saya juga akan membantu anda membalas dendam pada mereka. Namun saya juga harus mengingatkan anda bahwa setelah anda memutuskan untuk setuju, anda akan selamanya menjadi istri saya. Karena saya tidak ingin anak saya memiliki keluarga yang tidak lengkap. Tentu saja saya juga dapat menjanjikan hal yang sama bahwa saya juga hanya akan memiliki anda sebagai istri saya. Saya kira ini cukup adil. Bagaimana?"
Yasmin masih diam. Awalnya ia sudah memutuskan untuk melupakan semuanya dan memilih untuk hidup dengan damai tanpa menyimpan dendam. Namun setelah ia mengetahui semua itu, ia merasa sangat tidak adil bagi ayah dan anaknya jika orang-orang yang telah melukai mereka dibiarkan saja bebas tanpa diberi pelajaran.
__ADS_1
"Yah....mungkin ini terlalu tergesa-gesa. Bagaimana jika saya memberi anda waktu beberapa hari untuk berpikir dan memutuskan setelah itu?"
"Tidak perlu. Saya sudah memutuskan untuk menerimanya." Jawab Yasmin yakin. Saat ini dia sendirian. Meskipun ada Freya yang selalu mendukungnya, terlalu melibatkan Freya dalam masalah ini juga tidak baik. Freya memiliki dunianya sendiri yang juga penting. Ia tidak boleh terlalu banyak merepotkan Freya meskipun sahabatnya itu bersedia. Jadi dia sudah memutuskan untuk menerima tawaran Noah. Lagipula menikah dengan pria seperti Noah seperti nya juga tidak buruk.
"Apa anda yakin?" Noah mengangkat alisnya. Ia kira akan sulit membujuk Yasmin untuk menerimanya. Makanya ia menyiapkan banyak hal untuk membujuknya. Tak tahunya hanya cukup dengan memberitahunya informasih mengenai kematian orang tuanya saja sudah dapat membuat Yasmin mau bekerja sama dengannya.
"Ya. Saya yakin. Jika saya tidak membalas perbuatan mereka, mereka akan berpikir jika saya adalah wanita yang lemah yang mudah ditindas."
"Pilihan yang bijaksana. Kalau begitu, mari kita bahas semuanya."
Yasmin kembali ke apartemen setelah membahas semua masalah dengan Noah. Semua rencana pernikahan dan bulan madu mereka rencanakan dengan matang. Pernikahan mereka juga akan diadakan dengan mewah. Dan yang paling penting adalah bahwa pernikahan itu akan dilaksanakan satu bulan ke depan karena Noah masih harus pergi ke luar negeri untuk masalah pekerjaan. Jadi mereka akan menikah setelah Noah kembali.
Saat ini, Yasmin sedang bingung bagaimana ia akan memberitahu Freya mengenai hal ini. Sahabatnya ini mengenal dirinya yang sangat sulit jatuh cinta. Jika ia mengatakan jika ia akan menikah dengan tiba-tiba, ia yakin Freya pasti akan curiga.
"Mengatakan pada siapa?" Freya mengerutkan keningnya dan bertanya.
Yasmin yang mendengar suara Freya segera berdiri dengan panik. Wajah paniknya benar-benar tidak dapat menyembunyikan apapun dari Freya. Freya segera tahu jika ada sesuatu yang ingin dikatakan Yasmin padanya tetapi temannya itu pasti bingung bagaimana mengatakannya.
"Tidak. Tidak ada apa-apa." Jawab Yasmin gugup. Freya menghela napas.
"Yas, jika kamu masih belum siap mengatakannya padaku juga tidak ada apa-apa. Selama itu tidak ada hubungannya dengan laki-laki ba-ji-ngan itu dan sekutunya, aku tidak akan memiliki pendapat apapun. Tapi jika itu mengenai mereka, bisa tidak bisa, kamu harus memberitahu ku oke?" Freya berkata dengan jelas. Selama itu tidak ada hubungannya dengan Sammy, semua pasti akan baik-baik saja. Namun jika sudsh berhubungan dengan laki-laki itu, pasti masalah yang akan terjadi. Jadi dia harus ikut campur dan tidak membiarkan Yasmin sendirian.
__ADS_1
"Terima kasih Freya. Tapi ini memang tidak ada hubungannya dengan mas Sammy. Ini mengenai masalah lain. Dan aku... Aku... Aku memang belum siap mengatakannya padamu." Jawab Yasmin lega. Ia sudah memikirkan banyak hal sebelumnya.
"Aku mengerti tidak semua hal harus aku ketahui, Yasmin. Jika kamu memang masih belum siap mengatakannya padaku tidak apa-apa. Aku tetap akan mendukungmu apapun itu. Namun kamu harus ingat jika ada apa-apa..."
"Aku akan memberitahumu paling awal, kan?" Yasmin memotong ucapan Freya dan berkata dengan senyum.
"Untung kamu ingat. Tapi jangan hanya diingat saja namun saat ada masalah masih memendamnya sendiri. Jangan coba menipuku." Freya menunjuk Yasmin dengan selidik.
"Iya iya. Aku janji." Yasmin mengangkat di jarinya. Dia beruntung memiliki sahabat seperti Freya.
*
*
*
Menikah Dengan Saingan Mantan Suami #11
...Terima kasih sudah mampir 😘...
...Jangan lupa Like, vote dan komen ya...👍...
__ADS_1
...Follow juga akun Author nya....
...☘️Queen_OK☘️...