Menikah Dengan Saingan Mantan Suami

Menikah Dengan Saingan Mantan Suami
Bab 6. Keluar Dari Rumah


__ADS_3

"Tapi nanti aku akan bayar sewa padamu. Jika kamu tidak mau aku tidak akan ...."


"Aku setuju. Kalau begitu mari kita tinggal bersama." Freya memotong ucapan Yasmin dan setuju. Masalah uang, itu bukan masalah baginya. Seperti Yasmin, ia juga anak dari orang kaya. Hanya saja ia masih memiliki kakak laki-laki yang mewarisi perusahaan. Ia hanya ikut bekerja di perusahaan dan membantu kakaknya. Jadi dia tidak begitu terikat tidak seperti Yasmin yang adalah anak tunggal.


Setelah mereka sepakat, mereka saling berpisah sejak keluar dari area makam. Yasmin pulang dan mengemasi barang-barang nya. Sedangkan Freya juga pulang untuk mempersiapkan ruangan untuk tempat tinggal Yasmin di tempatnya nanti.


Saat Yasmin pulang, ia melihat Sammy juga sudah pulang. Dan yang terpenting adalah bahwa dia membawa Marsya bersama nya. Yang membuatnya semakin sakit hati adalah Yuna. Ibu mertuanya itu, tidak, mantan ibu mertuanya itu seperti nya tidak pernah puas untuk menyakitinya.


Ketika Yuna melihatnya, alih-alih bersimpati padanya. Wanita itu justru terus memprovokasinya.


"Bagus kamu datang. Segera kemasi barang-barang mu pergi dari sini. Jangan biarkan barang lusuh itu mengotori rumah mewahku ini." Yuna berkata dengan sengit.


"Pfft." Marsya berpura-pura menutup bibirnya saat ia tertawa. Bahkan Sammy juga tersenyum saja melihatnya.


Yasmin memandangnya dengan getir. Ketiga orang ini tidak tahu malu.


"Rumah mewah yang anda katakan aslaah rumah yang dibangun oleh keluargaku. Sangat tidak tahu malu mengatakan hal seperti itu. Ingin hidup enak, namun tidak mau berusaha. Bisanya hanya merebut hak milik orang lain. Percayalah, Tuhan tidak pernah tidur. Akan ada karma untuk setiap perbuatan. Hari ini kalian semua memperlakukanku seperti ini. Siapa tahu suatu hari nanti akan ada giliran kalian yang membuat kalian merasakan apa yang aku rasakan saat ini." Ucap Yasmin melihat ketiga orang yang duduk di ruang tamu seperti keluarga kecil yang bahagia.


"Uh? Hari gini masih berbicara tentang karma? Kamu pergi melawak saja sana. Jangan pedulikan kami. Syuh syuh!" Yuna mengibaskan tangannya. Mengusir Yasmin untuk segera pergi. Apa yang dikatakan Yasmin memang benar. Tapi dia sama sekali tidak ingin mendengarnya.


Tidak membuang waktu lagi, lagipula akan sia-sia berbicara dengan orang seperti mereka. Jadi Yasmin memilih pergi ke lantai atas. Mengemasi semua barang-barangnya. Setelah ia mengemasi barang-barang di kamarnya, ia berpikir untuk mengunci gudang. Di dalam gudang terdapat banyak barang peninggalan orang tuanya. Jika dibiarkan begitu saja, dengan sifat mereka, barang-barang itu pasti akan segera mereka buang.


"Barang-barang di dalam gudang, tolong jangan disentuh. Aku akan datang lagi untuk mengambilnya." Ucap Yasmin saat ia melewati ruang tamu.

__ADS_1


"Huh! Barang-barang rosok seperti itu. Siapa yang mau menyentuhnya. Lebih baik segera datang dan ambil semuanya. Kalau tidak, aku akan membuangnya jauh." Jawab Yuna sambil menyilangkan tangannya. Hati Yasmin berdenyut sakit. Barang-barang itu memang barang bekas. Tapi semua nya masih bagus. Dan yang paling penting adalah semua foto keluarganya tersimpan di sana.


"Oh ya Yasmin, aku punya nasihat untukmu. Tidak baik wanita baik-baik seperti mu berkeliaran sendirian malam-malam begini. Jadi aku sarankan cepat temukan orang, lebih baik seorang pria untuk menjagamu. Ha-ha-ha-ha." Marsya menegakkan tubuhnya. Lalu berbicara dengan angkuh. Di akhir kalimatnya, ia tertawa terbahak-bahak.


"Oh rupanya wanita simpanan sedang mencermahiku tentang bagaimana cara menjalani kehidupan. Namun sayangnya, cara hidup seorang wanita ketiga sama sekali tidak cocok untukku yang adalah wanita baik-baik. Jadi simpan saja caramu menikmati hidup karena itu semua tidak berguna untukku." Ucap Yasmin sebelum ia membalik badannya dan pergi dari ruangan itu dengan penuh harga diri.


"Kamu!" Marsya marah mendengar ucapan Yasmin yang menohok dirinya. Ia segera berdiri dan hendak menerjang Yasmin jika Yuna tidak menahannya dan mengingatkan untuk menjaga bayi di dalam kandungannya baik-baik.


Yasmin tidak lagi memperdulikan semua itu. Baginya, saat ini apapun yang terjadi pada ketiga orang itu tidak ada hubungannya sama sekali dengan dirinya.


Benar. Mereka semuanya tidak ada apa-apanya dibandingkan dengan dirinya. Orang yang dengan paksa mengambil hak orang lain akan selalu menjadi orang hina meskipun dia menganggap bahwa dirinya telah bahagia. Memikirkan orang seperti itu tidak ada untungnya baginya. Saat ini, dia harus bangkit. Ia harus buktikan pada mereka semua jika dia bisa hidup lebih baik dari mereka. Ya. Dia yakin dia pasti bisa.


Sementara di tempat lain, Noah sedang membaca semua informasi mengenai Yasmin dari berkas yang diberikan oleh Evan padanya. Tepat setelah rapat utama pemegang saham selesai.


"Eh, bagaimana bisa menjadi kebetulan seperti ini?" Gumam Noah setelah selesai membaca informasi tersebut. Ia menghela napas sepertinya menyayangkan sesuatu.


"Apa itu?" Noah mengerutkan alisnya.


"Sepertinya tuan Sammy berselingkuh. Lalu nona Yasmin juga sudah mengetahuinya. Tadi siang saat nona Yasmin bertemu anda di makam nona Cynthia, dia pergi ke makam kedua orang tuanya itu adalah saat Nina Yasmin dipaksa menandatangani surat cerai tersebut. Wanita simpanan tuan Sammy hamil. Jadi dia terburu-buru menceraikan nona Yasmin." Jelas Evan.


"Ooh... Ada hal seperti itu juga?"


"Ya tuan. Dan yang lebih parah lagi adalah bahwa tuan Sammy memindahkan semua aset milik nona Yasmin kepadanya dengan cara curang."

__ADS_1


"Benarkah? Aku tahu jika Sammy adalah orang yang tidak tahu malu. Tapi aku tidak menyangka akan separah ini." Noah menyipitkan matanya.


Dulu, Noah pernah berada di kampus yang sama dengan Sammy. Jadi dia tahu orang seperti apa Sammy itu.


Di kampus, jika diberi urutan nomer, Noah adalah mahasiswa tertampan. Sedangkan Sammy adalah yang kedua. Namun dibandingkan dengan Noah yang tidak dapat didekati oleh gadis manapun, Sammy lebih terkenal dari Noah. Namun tidak sedikit pula gadis yang mencoba berbagai cara untuk dekat dengan Noah namun gagal.


Setelah mereka tidak bertemu selama beberapa tahun, Noah bertemu kembali dengan Sammy sekitar dua atau tiga tahun yang lalu. Saat itu mereka sedang menghadiri acara ulang tahun seorang pengusaha terkenal. Noah datang untuk mewakili perusahaan nya, sedangkan Sammy datang bersama dengan mertuanya. Namun meskipun mereka sudah kenal lama, tidak ada kesan antara satu dengan yang lainnya. Noah mengabaikan sedangkan Sammy tetap seperti dulu yang tidak menyukai Noah karena ia nilai Noah yang merebut perhatian darinya.


"Tuan, apa yang akan kita lakukan selanjutnya?" Evan bertanya pada Noah. Saat ini Noah berada di bawah tekanan semua orang. Para orang tua itu selalu memaksanya untuk segera menikah dan mendapatkan penerus. Masalah ini memang selalu jadi baru sandungan bagi Noah untuk berdiri tegap. Para orang tua dan sepupunya akan mengincar posisinya dengan alasan itu. Sedangkan keadaan Noah tidak memungkinkan untuk menikah. Jangankan menikah dan memiliki keturunan, menyentuh seujung jari pun tubuhnya sudah melakukan penolakan. Saat ini, mereka sepertinya menemukan wanita yang tepat karena dia lah satu-satunya wanita yang tidak memicu kondisi tubuh Noah. Tapi sayangnya, ternyata Yasmin yang diharapkan dapat membantu mereka mengatasi hal ini ternyata sudah berkeluarga dan malah merupakan istri dari orang yang tidak disukai oleh Noah sendiri.


*


*


*


*


Menikah Dengan Saingan Mantan Suami #6


...Terima kasih sudah mampir 😘...


...Jangan lupa Like, vote dan komen ya...👍...

__ADS_1


...Follow juga akun Author nya....


...☘️Queen_OK☘️...


__ADS_2