Menikah Dengan Saingan Mantan Suami

Menikah Dengan Saingan Mantan Suami
Bab 40. Bertemu Kenalan Lama


__ADS_3

Braak!


Pintu ruangan itu tiba-tiba dibuka dengan paksa. Membuat semua orang yang ada di dalam ruangan menoleh ke arah pintu dimana seorang wanita hamil berdiri dengan dada naik turun seraya menenteng tas bermerek nya.


"Kamu wanita tidak tahu diri! Apa kamu tidak malu terus menerus mengejar suami orang lain?!" Teriak Marsya marah. Ia menunjuk-nunjuk Yasmin dengan jari telunjuknya tajam.


Yasmin mengangkat alisnya saat mendengar apa yang dikatakan oleh Marsya. Apakah dia sudah lupa jika dia dulu masih memeluk erat Sammy padahal ia tahu betul jika Sammy adalah pria beristri?


"Marsya, apa yang kamu lakukan di sini?" Sammy tidak menyangka jika Marsya akan datang dengan cara yang tidak terduga seperti ini. Ia segera menghampiri Marsya yang sudah berjalan ke arahnya.


"Kamu tanya kenapa? Jika aku tidak datang. Apa yang akan kamu lakukan dengannya?" Teriak Marsya semakin marah.


"Kami tidak melakukan apa-apa. Yasmin datang untuk melihat ruangannya. Itu saja."


"Hah? Kamu pikir aku percaya? Mana ada rekan bisnis yang meminta ruangan sendiri di kantor orang lain? Ini pasti hanya akal-akalan Yasmin untuk mendekati kamu lagi. Benarkan? Ngaku kamu!" Marsya menatap Yasmin dengan amarah.


"Tuan Sammy, sebaiknya anda selesaikan masalah rumah tangga anda lebih dulu. Urusan kami di sini sudah selesai. Jadi kami akan pamit." Yasmin sama sekali mengabaikan Marsya yang menatapnya seakan-akan ingin melahapnya dan segera berjalan keluar dari ruangan. Surya mengikuti di belakangnya.


"Hei! Jangan pergi! Aku belum selesai berbicara!" Marsya hendak menyusul Yasmin namun segera dihalangi oleh Sammy.


"Tenangkan dirimu. Jangan seperti ini." Sammy berusaha menenangkan Marsya yang sedang marah.


"Tenang katamu? Suamiku sendiri akan direbut orang lain. Apa kamu pikir aku bisa tenang?"


"Tidak ada yang seperti itu. Lagipula Yasmin juga sudah menikah."


"Jadi kalau dia belum menikah, kamu mau kembali padanya?" Teriak Marsya marah.


"Tidak. Bukan begitu. Aku selalu mencintaimu. Aku tidak akan meninggalkan mu. Percaya padaku. Aku berbuat begini juga demi majunya perusahaan ku. Jika bukan karena kontrak kerjasama itu, aku juga tidak akan membiarkannya mendekati ku. Aku berjanji." Bujuk Sammy.


"Benarkah?" Marsya menatap Sammy dengan manja. Sammy memang pandai membujuk wanita. Hanya dengan beberapa kalimat saja amarah Marsya yang sudah meluap-luap dapat mereda dengan cepat.


"Tentu saja. Bukankah selama ini hanya kamu yang menjadi milikku?" Sammy tersenyum lembut. Menarik Marsya yang sudah tenang ke dalam pelukannya.

__ADS_1


Yasmin dan Surya belum pergi terlalu jauh. Lagipula suara mereka berdua terlalu keras untuk tidak didengarkan dengan sembarangan. Sampai keduanya masuk ke dalam lift, suara Sammy dan Marsya baru tidak terdengar lagi.


"Nyonya, mereka benar-benar kurang ajar." Surya berkata seraya mengepalkan tangannya. Yasmin hanya meliriknya dari dinding lift di depannya.


"Kita semua tahu bagaimana mereka merebut perusahaan ini dari anda. Mereka dengan berani menyebutkan masalah ini dengan terang-terangan. Sungguh tidak tahu malu!" Lanjut Surya geram.


"Jika mereka punya malu, sejak awal mereka tidak akan melirik milik orang lain. Sudahlah. Lupakan saja mereka. Yang terpenting saat ini adalah memikirkan cara bagaimana menemukan bukti-bukti itu. Aku sudah tidak tahan berada di dekat pasangan menjijikkan itu." Ucap Yasmin serius.


"Baik nyonya. Saya berjanji akan melakukan apapun untuk membantu anda." Janji Surya tegas.


Setelah keluar dari gedung PT. Gutama, Yasmin dan Surya kembali ke kantor Grayson Grup untuk menyiapkan berkas-berkas yang berkaitan dengan kerjasama dengan PT.Gutama. setelah ini mereka berdua mungkin akan jarang berada di kantor Grayson Grup. Jadi harus dipersiapkan dengan matang.


"Kamu langsung pergi ke bagian HRD untuk menyiapkan orang untuk membantu kita besok. Tidak perlu mengantarku naik."


"Tidak apa-apa nyonya, saya akan pergi nanti. Saya akan mengantarkan anda terlebih dahulu." Tolak Surya dengan sopan. Tugas utamanya adalah memastikan keselamatan Yasmin. Jadi selama jam kerja, atau setidaknya sampai ada Noah di sekitar, Yasmin harus selalu berada di bawah pengawasan nya.


"Tidak apa-apa. Aku bisa baik sendiri. Lagipula kita sudah sampai di kantor kan?" Yasmin berhenti dan berbalik. Menatap Surya dengan tegas. Selama beberapa hari ini ia selalu merasa punya ekor. Kemana-mana, Surya akan mengikutinya. Bahkan di dalam kantor sekali pun. Ini sedikit tidak nyaman baginya.


"Oh...baiklah kalau begitu." Yasmin mengangguk pelan meskipun ia sedikit merasa heran.


Dengan begitu Surya mengikuti di belakang Yasmin di sepanjang lorong. Lalu masuk ke dalam lift. Namun sebelum pintu lift tertutup, seseorang memanggil nama Yasmin. Lalu dalam sekejap, orang itu sudah menerobos masuk ke dalam lift dan berdiri di samping Yasmin dengan napas yang tersengal-sengal.


"Huft... Syukurlah masih sempat." Ucap pria itu setelah pintu lift tertutup rapat dan lift mulai naik dengan perlahan.


"Anda...?" Yasmin bertanya dengan heran. Laki-laki di depannya ini adalah kakak kelasnya saat masih di kampus. Jujur Yasmin sama sekali tidak mengingat nama pria itu karena dulu ia juga tidak begitu mengenalnya dan hanya tahu namanya saja. Itu pun karena pria itu cukup terkenal di kampus dan banyak orang yang membicarakannya.


"Ya." Laki-laki itu mengangguk. Lalu melanjutkan ucapannya "Namaku Lukas. Lain kali jangan sampai lupa namaku lagi oke." Lukas tersenyum lebar. Ia menatap Yasmin dengan mata berbinar.


"Eh...iya." Yasmin tersenyum canggung. Ia benar-benar merasa bersalah tidak mengingat nama pria ini. Namun bukan salahnya juga, mereka memang tidak pernah akrab sebelumnya.


"Kamu bekerja di sini?" Tanya Lukas antusias.


"Ya."

__ADS_1


"Bukankah kamu juga punya perusahaan? Kenapa bekerja di sini?"


"Ada banyak hal. Tapi suamiku juga bekerja di sini." Jawab Yasmin dengan cepat.


"Kamu sudah menikah?" Lukas tampak terkejut. Setelah lulus dan menyandang gelar sarjana, dia pindah untuk menempuh S 2 nya dan tidak pernah kembali sebelum ia lulus.


"Ya." Yasmin mengulas senyumnya. Di dalam hati, ia berkata bahwa bahkan ia sudah menikah dua kali.


Ting... Suara pintu lift terbuka membuat Yasmin segera mengalihkan perhatiannya dan segera melirik Surya.


"Kalau begitu senior, kami duluan." Yasmin tersenyum sebelum ia berjalan keluar dari lift. Surya dengan patuh mengikutinya di belakang.


Lantai dimana ruang kerja Noah adalah lantai paling atas di dalam gedung, jadi setelah dari lantai tersebut, hanya ada roof top di atasnya. Sementara ruangan Lukas juga ada di lantai yang sama dengan Noah. Jadi dia juga segera turun begitu Yasmin turun. Namun Lukas lebih tertarik untuk mengikuti Yasmin untuk mengetahui kemana Yasmin pergi.


Ruangan Noah berada tepat di salah satu sisi. Ruangan yang paling dekat dengan lift. Jadi hanya beberapa langkah saja Yasmin sudah sampai di depan ruangan Noah.


"Nyonya, tuan sudah menunggu anda di dalam." Evan yang duduk di meja di depan ruangan Noah segera berdiri. Lalu membukakan pintu untuk Yasmin.


Dalam keterkejutannya, Lukas dengan cepat mengikuti Yasmin masuk ke dalam.


*


*


Menikah Dengan Saingan Mantan Suami #40


...Terima kasih sudah mampir 😘...


...Jangan lupa Like, vote dan komen ya...👍...


...Follow juga akun Author nya....


...☘️Queen_OK☘️...

__ADS_1


__ADS_2