
"Tante, Tante sepertinya tidak tahu bahwa Yasmin sudah pernah menikah sebelumnya dan saya adalah mantan suaminya. Saya menceraikan Yasmin juga bukan tanpa alasan." Sammy berkata dengan percaya diri. Ia yakin jika ibu manapun tidak akan menerima seorang menantu yang dulu sudah pernah menikah dengan orang lain.
"Eh? Tentu saja aku tahu. Dan yang paling penting adalah aku juga tahu mengapa Yasmin bercerai dengan mantan suaminya yang ba-ji-ngan itu adalah karena suaminya berselingkuh dan bahkan membawa selingkuhannya masuk ke dalam rumahnya dan dengan cara menipu, merampas semua hartanya. Kamu pikir kamu dapat berdiri dengan bangga setelah semua orang mengetahui bagaimana kelakukanmu merebut Harta warisan dari mantan istrimu? Jika aku jadi kamu, aku pasti sudah lama mengakhiri hidupku sendiri."
Sammy tidak menyangka jika Miranti tidak hanya tidak keberatan dengan status janda Yasmin dan malah ganti menyindirnya. Wajah laki-laki ini merah padam entah karena marah atau karena malu. Yang pasti, Sammy merasa jika harga dirinya telah diinjak-injak sekarang. Apalagi saat ini semua orang yang ada di dalam toko itu mulai memperhatikan mereka dan beberapa dari mereka membicarakan nya dengan suara yang cukup keras. Tentu saja semua pembicaraan mereka adalah bahwa mereka sebenarnya sedang menghina Sammy dan mengatakan Sammy adalah pria yang tidak tahu malu.
"Nyonya, saya sebenarnya tidak berniat buruk. Saya hanya ingin mengingatkan anda saja. Lagipula sebenarnya perusahaan itu sudah akan bangkrut sebelum saya ambil alih. Jika bukan karena kerja keras saya, perusahaan itu sudah tidak ada sejak lama. Jadi saya hanya mengambil hak saya. Apa saya perlu malu?" Sammy sangat pandai bermain dengan kata-kata dan mempermainkan orang-orang dengan kata-katanya. Setelah ia mengatakan itu untuk membela dirinya, beberapa orang mulai memaklumi tindakannya. Lagipula tidak semua orang mengerti masalah seperti itu.
Yasmin yang mendengar omong kosong Sammy sangat marah. Ia mengepalkan tangannya kesal. Perusahaan nya memang pernah mengalami surut dan hampir bangkrut. Hal itu pulalah yang membuat papanya mengalami tekanan yang menyebabkan penyakit jantungnya kambuh. Namun bukan Sammy satu-satunya orang yang berpusat keras menyelamatkan perusahaan. Jika dia tidak mendatangi teman-teman papanya dan juga temannya sendiri untuk meminta bantuan, Sammy tidak mungkin dapat menyelamatkan kondisi perusahaan.
"Mudah sekali kamu berbicara. Perusahaan papa memang pernah mengalami surut, namun bukan kamu yang menyelamatkannya saat itu. Jika aku tidak berhasil membuat teman-teman papa dan juga teman-teman ku untuk membantu, apakah kamu memiliki kekuatan untuk membalikkan keadaan? Sekarang setelah semuanya stabil kamu dengan cepat membalik tangan. Heh! Aku tidak percaya aku benar-benar buta selama ini sehingga aku percaya begitu saja." Mata Yasmin merah karena marah.
"Kamu tahu apa? Memangnya hanya dengan kucuran dana saja masalah perusahaan dapat diselesaikan. Jika aku tidak pandai mengelola semuanya, berapa banyak pun dana yang kamu dapatkan, akan melayang dengan sia-sia." Sammy memang mengetahui hal itu, tapi tentu saja dia tidak akan pernah mengakuinya.
"Sayang sudahlah. Jangan ribut-ribut di sini. Kamu cepat minta penjaga toko untuk memberikan set perhiasan itu padaku dan kita pergi setelah nya." Ucap Marsya tidak sabar. Ia sudah jatuh cinta pada set perhiasan itu sehingga ia sampai memimpikannya semalam setelah ia melihatnya di dalam majalah. Maka dari itu ia terus merengek pada Sammy untuk membelikannya. Hari ini jika dia gagal mendapatkan nya, ia tidak akan bisa tidur.
__ADS_1
"Kamu tenang saja. Aku akan mendapatkan nya untukmu."
"Hei kalian. Apa kalian tidak dengar tadi jika menantuku yang akan membelinya. Apa kalian bo-doh atau tu-li?" Miranti tidak bisa tidak emosi. Dia sudah susah payah membawa Yasmin pergi berbelanja. Saat ini ada barang yang diinginkan oleh Yasmin, dia tidak akan melepaskannya begitu saja.
"Oh Tante. Karena Tante berkata mau beli apakah memang mau dibeli? Mau membeli satu set perhiasan mewah seperti ini bukan hanya dengan omong kosong tapi juga harus memiliki uang. Bersedia menerima Yasmin yang merupakan wanita yang tidak diinginkan oleh orang lain seperti nya Tante juga bukan orang dari kalangan atas yang memiliki harga diri. Tante pasti berasal dari rakyat jelata yang miskin yang berharap hidup mewah dengan menaiki tangga sosial kan?" Ejek Marsya menatap Miranti dengan jijik.
"Euh! Kalau berbicara sebaiknya dipikirkan dulu. Bukankah kamu juga mau menikah dengan Sammy yang juga merupakan laki-laki yang sudah tidak diinginkan oleh Yasmin. Apakah itu artinya kamu juga tidak memiliki harga diri?" Miranti dengan mudah membalikkan perkataan Marsya.
"Marsya cukup, kamu bisa menghinaku semaumu. Tapi jangan sekali-kali menghina ibu mertuaku. Dibandingkan dengannya, kamu benar-benar tidak layak disebutkan. Aku sudah bilang akan membeli ini, jadi kamu sebaiknya pergi saja." Yasmin melepaskan kalung dari lehernya dan meminta penjaga toko untuk membungkus semua nya untuk nya.
Marsya dan Sammy melihatnya dan tidak percaya bahwa mereka akan diusir dari sebuah toko. Apalagi mereka masih meyakini jika Yasmin tidak mungkin mampu membelinya. Toko perhiasan Holy Goldy bukanlah toko perhiasan biasa melainkan toko perhiasan mewah. Belum lagi set perhiasan limited edition seperti yang dipilih Yasmin saat ini, perhiasan biasa saja harganya jauh leibh tinggi dari perhiasan dari toko perhiasan biasa.
"Baiklah. Kami akan diam dan melihat. Lagipula tidak pasti jika mereka dapat membelinya." Marysa menolak. Ia menarik tangan Sammy untuk tetap berada di sisinya.
"...." Manager toko tidak tahu harus berkata apa. Kedua orang ini sepertinya tidak berhasil mengenali Miranti. Tentu saja, Miranti memang jarang keluar di depan umum sebagai nyonya keluarga Grayson. Jadi selain orang-orang yang berada di kalangan yang sama dengannya yang pernah melihatnya, sangat jarang orang yang mengenali nya.
__ADS_1
*
*
*
Menikah Dengan Saingan Mantan Suami #16
...Terima kasih sudah mampir 😘...
...Jangan lupa Like, vote dan komen ya...👍...
...Follow juga akun Author nya....
...☘️Queen_OK☘️...
__ADS_1