Menikah Dengan Saingan Mantan Suami

Menikah Dengan Saingan Mantan Suami
Bab 17. Marsya Dan Sammy Diusir Dari Toko


__ADS_3

Marsya dan Sammy melihatnya dan tidak percaya bahwa mereka akan diusir dari sebuah toko. Apalagi mereka masih meyakini jika Yasmin tidak mungkin mampu membelinya. Toko perhiasan Holy Goldy bukanlah toko perhiasan biasa melainkan toko perhiasan mewah. Belum lagi set perhiasan limited edition seperti yang dipilih Yasmin saat ini, perhiasan biasa saja harganya jauh leibh tinggi dari perhiasan dari toko perhiasan biasa.


"Baiklah. Kami akan diam dan melihat. Lagipula tidak pasti jika mereka dapat membelinya." Marysa menolak. Ia menarik tangan Sammy untuk tetap berada di sisinya.


"...." Manager toko tidak tahu harus berkata apa. Kedua orang ini sepertinya tidak berhasil mengenali Miranti. Tentu saja, Miranti memang jarang keluar di depan umum sebagai nyonya keluarga Grayson. Jadi selain orang-orang yang berada di kalangan yang sama dengannya yang pernah melihatnya, sangat jarang orang yang mengenali nya.


"Heh..." Dengus Miranti kesal. Baru kali ini ada orang yang mengatakan jika dia sebenarnya tidak mampu membeli perhiasan itu. Baginya harga set perhiasan itu tidak ada apa-apanya. Meskipun toko perhiasan Holy Goldy termasuk toko perhiasan elit, namun bukan yang paling elit. Biasanya Miranti akan memesan perhiasan yang akan dia pakai atau yang akan dia hadiahkan pada seseorang. Ini karena waktu yang terlalu sedikit jadi dia tidak memiliki waktu yang cukup untuk memesankan perhiasan untuk diberikan pada Yasmin.


"Mbak, tolong bungkus set perhiasan ini. Gunakan ini untuk pembayarannya." Yasmin mendorong set perhiasan yang baru saja ia lepaskan dan memberikannya pada penjaga toko yang paling dekat dengannya. Lalu memberikan kartu debit miliknya. Memang tidak ada banyak uang di sana, namun masih cukup untuk membeli set perhiasan tersebut.


"Tidak bisa. Mama yang membawamu kemari. Jadi mama yang akan membayarnya. Lagipula ini adalah hadiah pertamaku untuk menantuku. Mana boleh kamu yang membayarnya sendiri?" Tolak Miranti. Apa kata orang-orang nanti jika dia membiarkan calon menantunya membayar sendiri saat ada dirinya di sekitar?


"Mbak, gunakan ini saja." Miranti mengangsurkan kartu hitamnya. Mengambil kembali kartu debit Yasmin dan menggantinya dengan miliknya sendiri. Yang langsung membuat Marsya dan Sammy melotot tidak percaya. Bukankah dia hanya wanita biasa saja? Bagaimana mungkin dia memiliki kartu hitam yang bahkan mereka saja sepertinya tidak mungkin memilikinya untuk saat ini.


"Ini. Simpan baik-baik." Miranti memberikan kartu milik Yasmin padanya dengan bahagia.


"Tapi ma, ini sangat mahal. Yasmin tidak enak hati menerimanya. Yasmin juga bukannya tidak memiliki uang untuk membayar. Apalagi tadi mama juga sudah membelikan Yasmin banyak gaun." Yasmin tidak nyaman. Ia tidak pernah membeli sesuatu dengan uang milik orang lain sebelumnya. Bahkan saat ia bersama dengan Sammy di masa lalu, ia akan membayar barangnya sendiri dan masih membayar juga untuk Sammy.


"Sayang, jangan berdebat lagi ya." Miranti memasang wajah melasnya.


"Huft. Baiklah kalau begitu."


"Nyonya, nona, ini set perhiasan yang telah anda beli. Semoga anda puas dengan pelayanan kami dan datang lagi di masa depan." Manager toko memberikan paper bag mewah pada Yasmin. Juga mengembalikan kartu pada Miranti.

__ADS_1


"Itu harus melihat dulu sikap kalian dalam menangani masalah . Kami tidak akan datang ke toko yang menerima orang sembarangan di tokonya." Miranti menyipitkan matanya dan mendengus saat ia berbalik pergi. Ia sengaja berkata dengan suara yang keras agar Marsya dan Sammy mendengarnya.


"Huh! Sekarang sudah jelas kan kami dapat membelinya? Heh! Melihat orang jangan hanya melihat penampilan luarnya. Yang lebih penting adalah isi di dalamnya. Huh! Tapi percuma juga berbicara panjang lebar pada beberapa orang yang tidak akan paham. Lebih baik kita pergi saja." Miranti berhenti sebentar dan melirik Marsya dan Sammy dengan jijik sebelum menarik Yasmin keluar dari toko.


"Tuan, nona, saya mohon maaf. Sepertinya tidak ada perhiasan yang sesuai dengan keinginan kalian di toko kami. Jadi kami mohon kalian dapat keluar dari toko kami dan tidak membuat keributan lagi." Manager toko menghampiri Marsya dan Sammy yang maish menatap kepergian Yasmin dengan marah.


"Kalian! Apa maksud kalian? Apa kalian pikir kami tidak dapat membeli perhiasan di sini?" Marsya sangat marah. Toko perhiasan ini adalah toko perhiasan yang sudah lama ingin ia datangi. Ia merengek beberapa kali sampai berhasil membuat Sammy mengajaknya datang untuk membeli satu set perhiasan untuk ia gunakan nanti, dia tidak akan menyerah begitu saja.


"Bukan seperti itu. Namun jangan salahkan kami yang harus melakukan ini. Kami di sini sedang berbisnis. Jadi kami harus dapat memilih dengan tepat."


"Apa maksudmu? Katakan padaku siapa wanita tadi sehingga kalian akan melakukan apa yang dia minta bahkan jika harus menyinggung orang lain?" Sammy mengerti maksud manager toko itu dan segera bertanya.


"Ini juga untuk kebaikan anda tuan. Nyonya itu adalah Miranti Grayson. Nyonya Miranti memang jarang terlihat di depan umum sehingga memang tidak banyak orang yang mengenalinya. Namun kabarnya tuan muda Grayson sangat menyayangi ibunya. Beberapa tahun terakhir perusahaan Grayson meningkat pesat dan saat ini berada di atas puncak, jadi jangan sampai menyinggungnya." Manager itu dengan senang hati memberitahu Sammy.


"Aku mengerti. Kami akan kembali sekarang." Sammy tidak mempedulikan Marsya yang meronta tidak terima dan masih ingin berdebat dengan manager toko. Ia pun menarik Marsya keluar dari toko dengan paksa.


"Sammy! Apa yang kamu lakukan? Kamu mau membuatku mati karena marah hah?" Teriak Marsya marah begitu ia dilepaskan tidak jauh dari toko itu.


"Jangan bicara sembarangan. Wanita itu memang bukan orang yang bisa kita singgung. Jadi kita hanya bisa mengalah saat ini." Sammy berkata dengan serius.


"Apa? Memangnya siapa dia?" Marsya tidak pernah ikut campur dalam perusahaan. Jadi dia tidak banyak mengenal orang dalam bisnis ini.


"Dia adalah nyonya Grayson. Putranya adalah Noah Grayson, Noah Benjamin Grayson. Apa kamu ingat aku pernah mengatakan pengusaha yang dinobatkan sebagai pengusaha muda paling berbakat beberapa tahun ini adalah kenalanku saat di kampus?"

__ADS_1


"Ya. Aku ingat. Tapi bukankah hanya perusahaan saja?"


"Kamu tidak tahu. Perusahaan Grayson saat ini menjadi perusahaan yang paling banyak diminati. Bisa bekerja sama dengan perusahaan ini bisa dibilang langkah awal untuk sukses. Tahun ini, aku berencana untuk bekerja sama dengan mereka, jadi jangan sampai karena hal ini rencana yang telah aku susun selama ini akhirnya gagal."


"Apa?!" Teriak Marsya kesal. "Lalu bagaimana dengan si Yasmin itu?"


"Kamu tidak perlu khawatir. Wanita itu pasti tidak akan berani ikut campur dengan masalah ini. Apalagi perusahaan ini adalah perusahaan yang didirikan oleh papanya dengan sekuat tenaga. Ia tidak mungkin membiarkan hal buruk terjadi pada perusahaan." Ucap Sammy yakin.


"Itu bagus. Rupanya tahu diri juga dia." Dengus Marsya mengejek.


*


*


*


Menikah Dengan Saingan Mantan Suami #17


...Terima kasih sudah mampir 😘...


...Jangan lupa Like, vote dan komen ya...👍...


...Follow juga akun Author nya....

__ADS_1


...☘️Queen_OK☘️...


__ADS_2