Menikah Dengan Saingan Mantan Suami

Menikah Dengan Saingan Mantan Suami
Bab 28. Rencana Untuk Yasmin


__ADS_3

Selain kemampuan membuat rotinya yang patut diacungi jempol, ternyata Yasmin juga seorang tukang masak yang hebat. Semua makanan yang dimasaknya terasa sangat lezat dan pas di lidah Noah. Makanan yang sebenarnya bisa dimakan oleh dua orang, dimakan habis olehnya. Yasmin yang melihat Noah makan dengan begitu lahap sedikit terkejut. Sejak mereka menikah, ia tidak pernah melihat Noah makan banyak.


"Masakanmu enak, kenapa malah membuka membuka toko kue bukannya restoran saja?" Ucap Noah setelah ia selesai makan. Ia tiba-tiba berpikir jika Yasmin membuka restoran, restoran itu akan dengan cepat berkembang. Lebih cepat dari toko roti kecil itu.


"Tidak. Aku memang sengaja membuka toko roti. Aku ingin membuat orang-orang bahagia dengan roti-roti yang harum dan manis." Jawab Yasmin. Awalnya ia memang ingin bersembunyi di tempat yang tenang. Tidak terpengaruh dengan dunia luar yang rumit. Barulah dia membuka toko roti itu. Jika dia ingin, sebenarnya banyak temannya yang menawarinya pekerjaan, namun dia menolak semuanya dan memilih membuka toko roti.


"Ya. Aku rasa itu cukup bagus. Dengan begitu kamu juga tidak terlalu lelah." Noah mengangguk mengerti. Dia juga bukan pria yang tidak sanggup mencukupi kebutuhan istrinya. Namun ia juga tidak mau melihatnya bosan jika hanya duduk diam menunggunya di rumah.


"Baiklah. Sekarang sudah waktunya membicarakan masalah yang serius." Noah mengganti nada bicaranya dengan lebih serius.


"Masalah yang serius?" Yasmin mengerutkan alisnya.


"Ya. Sesuai dengan perjanjian awal kita, bukannya sekarang sudah waktunya untuk membahas rencana balas dendam pada orang-orang yang pernah menindasmu?" Jawab Noah sambil memberikan setumpuk berkas untuk dipelajari oleh Yasmin.


Sebelum dan sesudah menikah, Yasmin pernah ikut bekerja di perusahaan. Apalagi ia adalah satu-satunya anak yang dimiliki oleh keluarga nya, jadi papanya telah mempersiapkan dirinya untuk mewarisi perusahaan keluarga nantinya. Bisa dikatakan pengalamannya dalam masalah perusahaan cukup baik. Dulu Sammy memintanya untuk berhenti bekerja bukan hanya karena masalah kesehatan yang membuatnya kehilangan bayi, namun lebih condong karena jika ada Yasmin di kantor, dia akan selalu berada di balik bayang-bayang Yasmin.


Noah telah mempersiapkan semuanya dengan sangat baik untuk Yasmin. Harus diakui bahwa Noah memang orang yang sangat hebat. Semuanya data yang diberikan juga sangat lengkap. Para bawahannya juga snagat kompeten.


"Jika kamu mau, kapan kamu mau melakukannya semua sudah siap." Ucap Noah setelah Yasmin selesai membaca berkas itu.


Yasmin memandang Noah sambil berpikir. Ia memang snagat tergiur untuk segera melakukan semuanya sesuai dengan rencana yang telah dipersiapkan oleh Noah untuknya. Namun toko rotinya baru saja dibuka dan tidak mungkin ia tinggal sepenuhnya. Apalagi ia masih belum menemukan orang yang bisa membuat roti. Setidaknya bisa ia ajari membuat roti-roti untuk dijual di toko.

__ADS_1


"Tidak perlu terburu-buru. Tunggu kamu benar-benar siap dulu." Noah melihat wajah Yasmin yang terlihat rumit.


"Beri aku waktu sebentar lagi. Setelah aku menemukan orang yang dapat dipercaya di toko, aku akan dapat tenang meninggalkan toko." Benar. Jika Yasmin memutuskan untuk mengikuti rencana yang telah dipersiapkan oleh Noah untuknya, mau tidak mau ia harus meninggalkan toko untuk fokus pada rencana mereka. Baru bisa melakukannya dengan mudah.


"Hmmm. Baiklah. Kalau begitu aku akan mengatur orang lain terlebih dahulu. Nanti saat kamu sudah siap, semuanya akan diserahkan padamu." Ucap Noah. "Kamu tenang saja. Aku akan meminta orang itu untuk tidak bertindak terlebih dahulu sehingga kamu bisa melakukan nya dengan tanganmu sendiri baru bisa merasa puas." Lanjut Noah.


"Terima kasih banyak. Aku sangat beruntung dapat bertemu denganmu." Yasmin berterima kasih dengan tulus.


"Apa kamu lupa bagaimana berterima kasih "dengan tulus" padaku?" Noah menyipitkan matanya.


"Tentu saja tidak." Yasmin segera tersenyum centil. Dengan cepat mengganti ekspresi serius yang sejak tadi ia tunjukkan. Lalu tangannya dengan alami menggatut di leher Noah. Mencium bibir pria itu dengan lembut. Tetapi Noah tidak cukup senang. Yasmin terlalu mempermainkannya kan!


"Ternyata kamu sudah lupa. Jadi biarkan aku mengajarimu." Noah mendorong Yasmin hingga terjatuh di atas sofa. Lalu mulai menyerang bibir Yasmin dengan agresif. Namun karena dia sudah tahu apa yang membuatnya tidak dapat melakukan hal yang lebih dari itu, Noah tidak menyentuh bagian tubuh sensitif Yasmin secara berlebihan.


"Biarkan dia masuk." Ucap Noah setelah ia melihat penampilan Yasmin yang sudah tidak berantakan lagi. Ia segera duduk di kursi kebesarannya dengan normal.


Evan membuka pintu dengan perlahan. Lalu masuk dengan Sammy berjalan di belakangnya. Pria itu membawa Linda yang sangat terkejut melihat Yasmin ada di dalam ruangan itu. Ia tidak menyangka akan melihat Yasmin lagi setelah Yasmin dan Sammy bercerai.


"Selamat siang tuan Noah." Sammy sedikit membungkukkan tubuhnya memberi hormat. Linda juga melakukan hal yang sama.


"Hm. Apa anda melupakan sesuatu?" Noah mengerucutkan bibirnya. Wajahnya tampak tidak puas.

__ADS_1


Sammy melirik Yasmin yang duduk di sofa. Tanpa sengaja ia melihat noda lipstik yang sedikit berantakan di sudut bibir Yasmin sama dengan noda bibir di sudut bibir Noah. Apakah ini masih benar-benar Yasmin mantan istrinya? Selama satu tahun lebih ia berada di kantor yang sama dengan status suami istri, mereka tidak pernah berinteraksi dengan cara lain selain interaksi formal. Apalagi sampai bermesraan. Jika dia memancing Yasmin untuk bermesraan di kantor, wanita itu pasti mengalihkannya dan mengatakan bahwa tidak pantas bermesraan di dalam kantor. Lalu kenapa dengan Noah bisa?


"Uh.... Selamat siang nyonya Yasmin." Sammy, meskipun wajahnya tampak tidak baik, ia masih memasang senyum di wajahnya. Linda yang mendengar sapaan Sammy untuk Yasmin hampir memelototkan matanya. Jika dia tidak ingat bahwa kali ini mereka datang untuk membahas masalah kerjasama dengan klien besar yang sangat penting, ia mungkin tidak akan dapat mempertahankan ketenangannya. Sebagai gantinya, ia hanya melirik Yasmin penuh dengan keterkejutan.


"Suamiku, sepertinya kamu sudah akan sibuk. Kalau begitu aku tidak akan mengganggumu lagi." Yasmin sama sekali mengabaikan Sammy dan berjalan mendekati Noah yang segera berdiri ketika melihat Yasmin mendekat. Ia membuka tangannya dan memeluk wanita yang telah menjadi istri sahnya itu.


"Baiklah. Kalau begitu kamu hati-hatilah di jalan. Nanti aku akan menjemputmu." Noah membelai kepala Yasmin lembut. Tidak lupa, ia juga menyematkan kecupan ringan di pucuk kepalanya. Yasmin tersenyum bahagia dengan tindakan sederhana itu.


"Oke. Aku akan menunggumu. Kalau begitu aku pergi dulu. Selamat bekerja suamiku." Yasmin mengecup singkat pipi Noah sebelum berbalik dan keluar dari ruangan itu.


*


*


Menikah Dengan Saingan Mantan Suami #28


...Terima kasih sudah mampir 😘...


...Jangan lupa Like, vote dan komen ya...👍...


...Follow juga akun Author nya....

__ADS_1


...☘️Queen_OK☘️...


__ADS_2