
Noah mengerutkan alisnya. Ia juga tidak menyangka jika Yasmin akan mengajukan syarat itu. Tapi memang bagus juga jika seperti itu. Sehingga di masa depan, mereka akan tahu tempat mereka akan selalu berada di bawah!
"Tidak bisa! Yasmin apa yang mau kamu tunjukkan? Bahwa kamu berada di atas kami? Begitu? Dalam kerjasama posisi kedua pihak selalu sama. Bagaimana mungkin ada pembagian seperti ini?" Marsya adalah orang yang pertama tidak akan setuju.
"Eh? Bukannya memang seperti itu? Namun wajar saja nona Marsya tidak tahu mengenai hal ini mengingat nona Marsya tidak pernah terlibat dal urusan bisnis. Karena nona Marsya meragukan ucapan ku, lebih baik tidak usah diteruskan saja kerjasamanya. Dari pada nanti akan ada pihak yang tidak terima dan menyebarkan gosip yang tidak jelas bahwa kami menindas yang lemah." Sindir Yasmin.
"Tidak! Baiklah. Bukannya hanya memberi hormat saja. Lagipula memang sudah seharusnya kami memberi hormat." Sammy berkata dengan panik.
"Tuan Sammy, tolong jangan terburu-buru. Saya lugt jika istri anda tercinta masih keberatan dengan syarat yang saya ajukan. Tidak apa-apa jika tidak jadi. Lagipula masalah ini juga tidak penting." Yasmin menyipitkan matanya.
"Tidak. Kita lanjutkan kerjasamanya. Marsya, mulai sekarang kamu harus menjaga sikap di depan Yasmin. Kamu..."
"Maaf menyela, bagaimana jika memulainya dengan berhenti memanggil namaku secara langsung. Jujur saja saya sedikit tidak nyaman mendengar nama saya disebutkan oleh kalian. Lebih baik panggil saja dengan nyonya Grayson. Seperti seharusnya?" Yasmin memotong ucapan Sammy.
"Benar. Istriku tentu saja adalah nyonya Grayson. Jadi panggil saja seperti itu." Noah mendukung.
"Baik. Baik. Aku akan ingat mulai sekarang. Jadi bagaimana dengan kerjasamanya?" Sammy tidak akan melepaskan kesempatan ini begitu saja. Ia harus memutuskan dengan cepat. Lagi pula bukannya hanya memanggil dengan hormat. Itu saja tidak akan susah.
"Lusa, bawa saja berkas pengajuan kerjasama ke kantor. Temui sekretaris ku untuk mengurus semuanya." Ucap Noah serius.
"Baiklah tuan Grayson. Terima kasih banyak." Sammy tersenyum senang. Mendapatkan persetujuan dari Noah sama saja dengan mendapatkan kunci keberhasilan. Dengan satu langkah lagi, perusahaannya akan naik satu tingkat.
Setelah meninggalkan Sammy dan Marsha, Noah membawa Yasmin untuk mengambil minum sambil beristirahat. Yasmin memakai highheel malam ini yang akan membuatnya tidak nyaman. Ia mengetahui jika Yasmin tidak terlalu menyukai sepatu dengan hak tinggi itu.
__ADS_1
"Terima kasih." Ucap Yasmin saat ia menerima minuman yang diberikan oleh Noah.
"Lain kali tidak perlu memakai highheel jika tidak nyaman." Ucap Noah sambil duduk di samping Yasmin.
"Eh?" Yasmin terkejut Noah mengetahuinya. Selama ini ia sering memakai highheel karena Sammy menyukai wanita yang memakai highheel. Jadi meskipun ia tidak menyukainya, ia masih sering memakainya.
"Bukankah pria selalu menyukai wanita dengan highheel? Bukankah penampilan seseorang dilihat dari seluruh tubuhnya?"
"Tidak perlu mengurusi orang lain. Selain aku, tidak ada yang perlu kamu perhatikan." Jawab Noah.
"Oh. Oke." Yasmin menundukkan wajahnya yang merona. Ia tidak pernah diperhatikan seperti itu oleh Sammy. Jadi hanya dengan perhatian yang sederhana dari Noah, ia sudah merasa tersentuh.
"Kenapa kamu membantu laki-laki itu? Bukankah saat ini adalah waktu yang tepat untuk membalas dendam pada mereka yang sudah menyakitimu?" Noah menyipitkan matanya.
Noah menolehnya dan melihat antusias di wajah Yasmin. Ia tidak menyangka Yasmin akan menunjukkan ekspresi yang seperti itu. "Aku tidak menyangka ternyata aku menikahi seseorang orang perut hitam." Ucap Noah sambil mengelus kepala Yasmin saat ia menatap Yasmin dengan matanya yang licik.
"Kenapa? Apa tuan Noah menyesal sekarang?" Yasmin membalas tatapan mata Noah.
"Menyesal? Tentu saja tidak. Aku justru penasaran apa lagi kejutan yang akan kamu berikan padaku." Noah mengangkat dagu Yasmin dengan tangannya. Mengangkat wajahnya dengan begitu dekat. Keduanya hampir saja berciuman.
"Uhuk uhuk!" Yasmin segera menarik kembali wajahnya sambil tersipu. Noah mengerucutkan bibirnya. Menatap kesal pelaku yang sudah menyela waktu baiknya.
"Ternyata kalian di sini, Noah, Kenan datang dan mencarimu sejak tadi. Tidak tahunya kamu malah bersembunyi di sini dan bermesraan dengan istrimu." Miranti mendekati Noah dan berniat menyentuh lengan putranya. Ia sudah lama tidak menyentuh putranya. Setelah ia melihat jika Noah menyentuh Yasmin dengan alami, ia ingin mencoba keberuntungan untuk menyentuhnya juga. Ia merindukan putranya yang baik. Namun sayangnya angan-angan nya tidak sesuai dengan kenyataan. Noah segera menghindar belum sampai dia menyentuh nya barang sedikit.
__ADS_1
"Ehem! Aku akan mencari Kenan dulu. Nanti aku akan mengenalkannya padamu." Noah memalingkan wajahnya seperti tidak terjadi apapun. Lalu berbicara dengan lembut pada Yasmin sebelum melirik Miranti dengan datar. "Jangan bicara macam-macam dengan Yasmin." Ucapnya sebelum berbalik dan meninggalkan pasangan menantu dan ibu mertua itu.
"CK. Huft....Anak itu selalu saja seperti itu." Miranti menghela napas sedih. "Sayang, jangan terkejut dengan sifatnya yang seperti itu ya. Entahlah kenapa dia jadi seperti ini sekarang. Denganku yang ibu kandungnya pun tidak pernah mau disentuh. Padahal dulu dia tidak seperti itu lho! Tapi anehnya, dia sepertinya tidak menolak sentuhanmu. Ini benar-benar luar biasa!" Miranti segera merubah wajah nya yang kesal dibuat oleh Noah dengan wajah penuh senyum saat berbicara dengan Yasmin. Ia sangat takut jika putranya akan selamanya sendirian. Tidak menikah. Tidak memiliki anak. Sendirian sampai tua pasti sangat menyedihkan. Namun saat ini, ada Yasmin yang akan menemani putranya di masa depan. Ia sangat berharap banyak pada hubungan keduanya.
"Mama bilang jika Noah tidak seperti ini dulunya?" Tanya Yasmin penasaran. Ia sudah melihat sendiria bagaimana Noah akan ruam ketika ia tidak sengaja disenggol seorang wanita saat mereka di bandara. Noah bahkan harus menunggu sekitar lima menit sebelum ruamnya menghilang setelah meminum obat.
"Ya. Dulu saat papa nya masih hidup dan aku masih sering berada di rumah. Noah akan bermain dengan ku sepanjang waktu. Bahkan sampai ia sekolah di taman kanak-kanak, ia tidak akan bisa tidur jika aku tidak berada di sampingnya." Miranti mengingat masa lalunya yang indah. Saat Noah masih menerima sentuhannya karena setelah papa Noah meninggal dalam kecelakaan saat Noah baru saja masuk Sekolah Dasar, Noah sepertinya menolak sentuhannya. Ia juga tidak pernah tahu apa yang terjadi. Miranti juga sudah membawa Noah menemui beberapa psikiater, namun mereka Semua juga tidak berhasil mendapatkan jawabannya. Sampai saat ini.
*
*
*
Menikah Dengan Saingan Mantan Suami #21
...Terima kasih sudah mampir 😘...
...Jangan lupa Like, vote dan komen ya...👍...
...Follow juga akun Author nya....
...☘️Queen_OK☘️...
__ADS_1