Menikah Dengan Saingan Mantan Suami

Menikah Dengan Saingan Mantan Suami
Bab 7. Memulai Hidup Baru


__ADS_3

"Tuan, apa yang akan kita lakukan selanjutnya?" Evan bertanya pada Noah. Saat ini Noah berada di bawah tekanan semua orang. Para orang tua itu selalu memaksanya untuk segera menikah dan mendapatkan penerus. Masalah ini memang selalu jadi baru sandungan bagi Noah untuk berdiri tegap. Para orang tua dan sepupunya akan mengincar posisinya dengan alasan itu. Sedangkan keadaan Noah tidak memungkinkan untuk menikah. Jangankan menikah dan memiliki keturunan, menyentuh seujung jari pun tubuhnya sudah melakukan penolakan. Saat ini, mereka sepertinya menemukan wanita yang tepat karena dia lah satu-satunya wanita yang tidak memicu kondisi tubuh Noah. Tapi sayangnya, ternyata Yasmin yang diharapkan dapat membantu mereka mengatasi hal ini ternyata sudah berkeluarga dan malah merupakan istri dari orang yang tidak disukai oleh Noah sendiri.


"Karena dia tidak dapat menghargai apa yang dia miliki, aku tidak keberatan untuk membantunya." Jawab Noah tanpa ragu.


"Tuan, apa anda yakin?" Tanya Evan tidak percaya. Bagaimana pun, Yasmin adalah seorang wanita yang sudah pernah menikah. Menurut pengalamannya, tuannya mungkin tidak akan pernah mentolelir seorang wanita yang sudah pernah disentuh oleh laki-laki lain.


"Ya. Lagipula hanya dia yang bisa membantuku saat ini untuk membungkam mulut orang-orang tua itu. Jadi pastikan jika perceraian itu harus berjalan dengan lancar. Dengan begitu, aku juga bisa segera mengambil bagianku."


"Baik tuan. Saya mengerti." Evan mengangguk paham. Meskipun ia paham apa yang dimaksud oleh tuannya, namun ia benar-benar masih tidak dapat percaya. Di dunia ini, wanita juga bukan hanya Yasmin saja. Pasti ada gadis lainnya yang juga tidak menyebabkan reaksi pada tuannya. Tapi memang, menemukan wanita seperti ini sama sulitnya ibarat dengan mencari jarum di tumpukan jerami. Jadi seperti yang diperintahkan oleh Noah, Evan mulai mengikuti setiap perkembangan proses perceraian Yasmin dari Sammy yang tidak membutuhkan waktu lama. Lagipula selama proses persidangan berlangsung, kedua belah pihak sama sekali tidak hadir. Jadi pengadilan tidak memiliki pilihan lain selain memberikan surat cerai pada mereka.


Setelah keluar dari rumah Sammy, Yasmin ingin memulai hidupnya yang baru. Dengan modal tabungannya sendiri, ia ingin membuka sebuah toko kue kecil. Ia rasa hidup sederhana dengan cara seperti itu pasti membuatnya semakin tenang. Pada saat ini, ia hanya menginginkan hidup dengan damai.


Sejak muda, Yasmin memang sangat tertarik dengan kue. Ia selalu membuat kue jika ada waktu luang. Jika dia bisa memilih, cita-citanya memang mendirikan toko kuenya sendiri dan menyalurkan hobinya. Namun karena ia adalah anak tunggal, ia terpaksa menekuni dunia bisnis yang sebenarnya tidak ia sukai. Jadi saat ini, hidupnya malah terasa bahagia.


"Yas, ada sebuah ruko di dekat kampus G. Ruko itu berada tepat di pinggir jalan besar. Jika kamu membuka toko di sana pasti akan sangat ramai nanti." Ucap Freya saat mereka sarapan pagi bersama. Yasmin memang meminta tolong padanya untuk mencarikan sebuah ruko yang dikontrakkan. Dan dia merasa jika tempat ini lah yang paling sesuai.


"Oh ya? Bagaimana dengan tempatnya?" Yasmin mendongak dan bertanya dengan serius. Mencari sebuah toko untuk memulai usaha, hal yang harus diperhatikan adalah tempatnya.


"Bagus. Toko ini baru ditinggalkan dua bulan karena penyewa sebelumnya pulang kampung. Dulunya toko ini dijadikan tempat fotokopi dan menjual alat tulis. Jadi tidak begitu kotor. Ruko ini memiliki dua lantai. Lanta pertama bisa digunakan untuk toko dan dapur. Lalu di lantai atas bisa dipakai untuk tempat karyawan. Atau mungkin juga gudang. Dan seperti yang kamu katakan secara khusus, ada halaman yang cukup luas di depannya." Jawab Freya.


"Itu terlihat bagus. Kirimkan aku alamatnya, aku akan pergi melihatnya nanti."


"Oke. Nanti ada apa-apa jangan ragu untuk memberitahu aku."


"Siap!" Yasmin mengangkat jempol nya.

__ADS_1


Seperti rencana, Yasmin berangkat setelah selesai sarapan. Ia ingin segera pergi dan melihat ruko itu. Ia sudah tidak sabar memulai toko kuenya. Jadi dia segera menghubungi agen penjualan dan meminta bertemu langsung di ruko itu karena ia ingin melihat secara langsung.


Perjalanan dari apartemen Freya ke ruko itu tidak lebih dari dua puluh menit. Saat Yasmin sampai, agen penjualan itu sudah menunggunya di depan ruko. Ketika melihat Yasmin datang, ia segera berdiri dan menyapanya.


"Anda nona Yasmin?"


"Ya tuan. Anda tuan Yanto?"


"Benar nona. Saya adalah agen yang anda hubungi tadi. Bagaimana kalau langsung masuk saja dan melihat-lihat?" Tawar agen bernama Yanto itu.


"Boleh." Jawab Yasmin tanpa ragu. Ia juga sudah sangat tidak sabar.


Seperti yang dikatakan Freya sebelumnya, semuanya memang sesuai dengan keinginan Yasmin. Sasaran Yasmin adalah golongan mahasiswa. Rencananya ia akan membuka toko kue dengan tema kafe. Nantinya di halaman depan akan diatur meja dan kursi untuk para pelanggan yang ingin tinggal. Selain kue, dia juga akan menyediakan beberapa jenis dessert lainnya dan juga berbagai macam minuman yang bisa dipesan. Memikirkan hari yabg sibuk membuat kue dan melayani pelanggan, Yasmin sudah melupakan kesedihannya dengan cepat.


"Saya sangat tertarik tuan. Jadi berapa biaya sewa pertahunnya?" Tanya Yasmin serius. Tempat ini benar-benar sesuai dengan keinginannya. Akan lebih nyaman jika dia membelinya saja. Namun saat ini dana yang dia miliki terbatas, jadi hanya bisa menyewanya saja.


"Ruko ini disewakan dengan harga seratus juta pertahun nya nona." Jawab Yanto sambil menyatukan tangannya di depan perut.


"Tempatnya memang strategis. Saya setuju dengan harga itu tuan." Yasmin mengangguk paham. Lagipula harga yang ditawarkan termasuk murah. Lokasi strategis, tempat yang nyaman. Sebenarnya jika disewakan dengan harga sedikit lebih tinggi, Yasmin juga akan menyetujuinya. Apalagi Yanto mengatakan bahwa mereka juga akan menyediakan tim untuk mendekorasi ulang toko. Bukankah itu namanya untung besar?


"Baiklah nona. Karena anda sudah setuju, saya akan segera menyiapkan perjanjiannya. Nanti saat surat perjanjiannya sudah siap, saya akan mengabari anda."


"Baiklah kalau begitu saya permisi dulu."


"Baik nona."

__ADS_1


Setelah Yasmin pergi, Yanto segera menelepon seseorang. Dan orang itu adalah.... Evan.


Evan yang mulai mengawasi Yasmin tentu saja tahu jika Yasmin berniat mendirikan toko kue dan meminta bantuan Freya untuk mencarikan tempat. Evan juga lah yang dengan sengaja memberikan banyak rekomendasi tempat yang bagus untuk memulai toko kue meskipun Freya tidak menyadarinya. Jadi saat pandangan Freya tertuju pada toko itu Evan segera membelinya. Niatnya adalah agar Yasmin berada di dalam pengawasan mereka dengan aman.


"Kerja yang bagus. Bonus untukmu akan segera aku kirim ke rekeningmu." Ucap Evan saat mendengar semuanya dari Yanto.


"Terima kasih banyak tuan. Apa ada yang bisa saya lakukan lagi?" Tanya Yanto dengan bahagia. Mendapatkan bos yang loyal memang sangat bagus.


*


*


*


*


Menikah Dengan Saingan Mantan Suami #7


...Terima kasih sudah mampir 😘...


...Jangan lupa Like, vote dan komen ya...👍...


...Follow juga akun Author nya....


...☘️Queen_OK☘️...

__ADS_1


__ADS_2