
Kembali ditinggalkan sendirian, Yasmin menikmati minumannya. Ia juga mengambil cake strawberry untuk mengisi perutnya. Ia terakhir makan siang ini, jadi saat ini perutnya sedikit keroncongan. Tak lama setelah ia menghabiskan cake strawberry yang diambilnya, sosok-sosok yang ia kenali datang dengan antusias.
"Bu Yasmin selamat ya." Susi datang dan menyapa sang bos. Mengucapkan selamat dengan tulus.
"Selamat Bu Yasmin. Semoga pernikahannya langgeng." Di belakang Susi, Rani dan yang lainnya juga mengantre untuk mengucapkan selamat dan mendoakan bos mereka.
"Bu Yasmin, ini kado dari kami semua. Kami tidak tahu apakah ini sesuai, tapi semoga Bu Yasmin menyukainya ya." Susi yang menjadi ketua rombongan itu mendekat kembali dengan mengangsurkan satu kotak besar hadiah dengan warna pink fanta yang manis.
Awalnya mereka ingin memberi hadiah secara sendiri-sendiri. Namun mereka melihat jika Yasmin memiliki semuanya dan semua barangnya terlihat bagus. Mereka berpikir jika mereka harus membelinya sendiri, mereka tidak akan mampu, Jadi mereka sepakat untuk patungan dan membeli sebuah patung dengan bentuk seorang ibu yang sedang menimang anaknya. Susi yang sangat menyukai film Bollywood ingat jika di dalam tradisi India, patung dengan bentuk seperti itu melambangkan harapan agar pasangan pengantin segera memiliki momongan. Beruntung mereka menemukannya di toko barang antik setelah mereka mencarinya seharian kemarin.
"Wah terima kasih banyak ya. Seharusnya kalian tidak perlu repot-repot seperti ini. Kalian datang saja aku sudah sangat senang lho." Yasmin dengan senang hati menerima nya. Melihat hadiah dengan kotak yang cukuo besar itu dengan senang.
"Mana bisa seperti itu Bu Yasmin. Bu Yasmin selama ini sudah sangat baik pada kami semua. Masak di momen bahagia Bu Yasmin, kami tidak memberikan kado sih." Rani merengut.
"Baiklah baiklah. Kalau begitu aku akan dengan senang hati menerima nya." Yasmin meletakkan hadiah itu di atas meja. Beberapa hadiah juga berada di sana.
"Kalian sudah makan?" Tanya Yasmin.
"Tentu saja sudah dong Bu. Jarang-jarang kami datang ke pesta yang sangat mewah seperti ini. Mana mungkin kami akan melewatkan kesempatan untuk makan besar secara gratis." Ucapan Dita segera disambut gelak tawa oleh yang lainnya.
"Eh sayang, ini teman-temanmu?" Noah yang baru datang dengan Kenan menghampiri Yasmin dan memeluk pinggang nya dengan mesra. Kenan yang tidak pernah melihat Noah dekat dengan wanita sebelumnya hampir menjatuhkan rahangnya karena terkejut.
"Ya. Mereka semua adalah anak-anak yang bekerja di tokoku."
"Selamat malam tuan. Senang bertemu dengan anda." Mereka semua menganggukkan kepalanya menyapa. Tidak ada dari mereka yang berani mengulurkan tangannya pada Noah.
__ADS_1
"Hm." Noah juga membalas dengan mengangguk.
"Bu Yasmin, kalau begitu kami pamit dulu ke sana." Susi pamitan. Sejak Noah datang, tiba-tiba saja mereka seperti tertekan.
"Baiklah. Kalau begitu nikmati pestanya ya." Yasmin mengangguk. Ia menyadari apa yang dirasakan oleh para karyawannya itu.
"Sayang, kenalkan ini adalah teman baikku, Kenan Holdwin. Kenan, ini istriku, Yasmin." Setelah Yasmin selesai dengan teman-temannya, Noah memperkenalkan Kenan padanya.
"Halo tuan Holdwin." Yasmin mengulurkan tangannya.
"Halo juga nona Yasmin. Malam ini izinkan saya memuji anda yang begitu cantik ini." Kenan menyambut tangan Yasmin. Namun ia tidak hanya menyambutnya saja melainkan menariknya untuk dicium. Jika saja Noah tidak segera menariknya kembali, pria tampan itu pasti sudah mencium punggung tangan Yasmin.
"Jangan sembarangan. Ini istriku." Noah memeluk Yasmin untuk menunjukkan kepemilikan nya.
"Uh! Noah, Kau sangat pelit!" Kenan merengut. Sejak dulu ia ingin menggoda Noah namun selalu saja gagal. Mulai saat ini, temannya ini memiliki kelemahan. He-he-he. Ia sudah tidak sabar ingin menjahili Noah.
"Aku tidak bercanda. Aku memang dengan tulus memuji kecantikan nona Yasmin. Awalnya aku kira kamu benar-benar tidak menyukai wanita. Tidak disangka kamu memang menunggu sampai kamu bertemu dengan seorang wanita yang sangat cantik seperti nona Yasmin?" Kenan berbicara dengan semangat.
"Huh! Aku sudah mengenalkan mu dengan Istriku kan? Sekarang kamu pergilah. Jangan ganggu aku." Noah sadar jika dia digoda oleh Kenan dan segera mengusirnya.
"Noah, kamu ini benar-benar tidak berperasaan. Padahal begitu aku mendengar jika kamu akan menikah, aku segera menyelesaikan pekerjaanku dan bahkan langsung pulang sampai aku tidak sempat berlibur di sana. Lalu langsung pergi kemari setelah turun dari pesawat. Tapi kamu bahkan dengan tanpa ragu mengusirku begitu saja?" Ucap Kenan memelas.
"Jangan banyak drama. Kalau kamu memang sangat ingin liburan, aku akan berbicara pada paman Louis untuk mengirimmu berlibur di sungai Nil. Aku dengar perusahaan Xevon akan membuk cabang baru di sana? Jika paman Louis tahu jika putranya berinisiatif untuk pergi ke sana, aku rasa dia pasti akan senang." Ucap Noah licik.
"Jangan jangan! Jangan lakukan itu. Aku akan pergi. Aku akan pergi." Kenan menggeleng panik. Papanya itu bahkan lebih mempercayai Noah dari pada dia yang anak kandungnya sendiri. Jika Noah mengatakan hal itu, sudah pasti papanya itu akan mengirim nya ke sana tanpa pertimbangan.
__ADS_1
"Bagus kalau kamu tahu." Noah mendengus puas.
"Baiklah nona Yasmin yang cantik, aku pamit dulu ya. Tolong jaga baik-baik sehabatku ini. Aku adalah sahabat Noah. Jadi sama saja dengan sahabat mu. Nanti kalau nona Yasmin merasa bosan, jangan ragu untuk mencariku. Aku, Kenan Holdwin selalu siap siaga menemani." Kenan masih belum puas menggoda Noah.
"Pergi sana!" Noah geram. Ia mengangkat kakinya dan berniat untuk menendang Kenan. Beruntung temannya itu menghindar tepat waktu dan pergi dengan tertawa terbahak-bahak. Ia puas melihat wajah Noah yang jelek.
"Hubungan kalian sangat baik ya?" Ucap Yasmin setelah melihat interaksi kedua pria tampan itu.
"Lumayan. Kami tumbuh dewasa bersama. Paman Louis, papa Kenan adalah sahabat papa. Jadi keluarga kami sudah dekat sejak lama." Jawab Noah tanpa menyangkal.
"Pantas saja hubungan kalian seperti hubungan persaudaraan." Yasmin mengangguk paham. Ngomong-ngomong mengenai sahabat, ia juga memiliki satu sahabat yang sudah seperti saudaranya sendiri. Freya. Sudah dua Minggu mereka tidak bertemu karena Freya dikirim untuk mengurus pekerjaan di luar negeri oleh papanya. Freya pergi dengan mendadak hari itu hingga Yasmin belum sempat berbicara mengenai pernikahan ini padanya. Entah bagaimana ekspresi temannya itu saat dia pulang dan mengetahui jika dia sudah menikah....
Semoga saja Freya tidak marah padanya.
*
*
*
Menikah Dengan Saingan Mantan Suami #23
...Terima kasih sudah mampir 😘...
...Jangan lupa Like, vote dan komen ya...👍...
__ADS_1
...Follow juga akun Author nya....
...☘️Queen_OK☘️...