Menikah Dengan Saingan Mantan Suami

Menikah Dengan Saingan Mantan Suami
Bab 22. Mereka Datang Lagi


__ADS_3

"Mama bilang jika Noah tidak seperti ini dulunya?" Tanya Yasmin penasaran. Ia sudah melihat sendiri bagaimana Noah akan ruam ketika ia tidak sengaja disenggol seorang wanita saat mereka di bandara. Noah bahkan harus menunggu sekitar lima menit sebelum ruamnya menghilang setelah meminum obat.


"Ya. Dulu saat papa nya masih hidup dan aku masih sering berada di rumah. Noah akan bermain dengan ku sepanjang waktu. Bahkan sampai ia sekolah di taman kanak-kanak, ia tidak akan bisa tidur jika aku tidak berada di sampingnya." Miranti mengingat masa lalunya yang indah. Saat Noah masih menerima sentuhannya karena setelah papa Noah meninggal dalam kecelakaan saat Noah baru saja masuk Sekolah Dasar, Noah sepertinya menolak sentuhannya. Ia juga tidak pernah tahu apa yang terjadi. Miranti juga sudah membawa Noah menemui beberapa psikiater, namun mereka Semua juga tidak berhasil mendapatkan jawabannya. Sampai saat ini.


"Jadi ini bukan masalah sejak awal?"


"Tidak."


"Jika seperti itu masalahnya, aku rasa Noah pasti bisa kembali seperti sedia kala kan ma?"


"Benar. Beberapa Psikiater yang kami datangi juga berkata demikian. Asalkan menemukan kunci masalahnya dan menyembuhkan trauma yang mungkin dialami Noah akan kembali seperti dulu. Tapi masalahnya, segala cara pernah dilakukan untuk membuat Noah memberitahu apa yang sebenarnya terjadi. Namun Noah sama sekali tidak mau membuka mulutnya sedikitpun. Ia seperti menutupi masalah ini dari dunia." Jawab Miranti dengan putus asa.


"Nyonya, beberapa nyonya sedang mencari anda." Seorang pelayan datang dan berbicara pada Miranti.


"Benarkah? Pasti itu teman-teman ku." Miranti segera mengganti ekspresi wajahnya. Seakan-akan wanita yang penuh dengan kepahitan saat mengenang masa lalu putranya itu bukanlah dirinya.


"Yasmin, apa kamu mau ikut mama untuk bertemu dengan mereka? Mama akan mengenalkan mu pada teman-teman mama." Miranti bertanya dengan antusias. Ia sangat ingin memperkenalkan Yasmin pada mereka untuk pamer. Sejak lama ia sudah iri setiap kali melihat teman-temannya membawa menantu atau bahkan hanya bercerita mengenai mereka. Saat ini ia sudah memiliki menantu untuk dipamerkan.


"Maafkan Yasmin mama. Tadi Yasmin sudah janjian dengan teman-temanku. Nanti mereka akan kebingungan jika tidak menemukanku." Jawab Yasmin tidak enak.


"Oh seperti itu ya. Baiklah. Kalau begitu lain kali saja mama akan mengenalkan mu pada mereka. Kalau begitu kamu tidak apa-apa kan kalau mama tinggal sebentar?" Miranti sedikit kecewa.


"Tidak apa-apa ma. Sebentar lagi mereka juga pasti akan sampai."

__ADS_1


"Baiklah kalau begitu. Mama tinggal dulu ya." Miranti memegang lengan Yasmin sebelum ia pergi setelah melihat Yasmin mengangguk.


Sebenarnya Yasmin belum menghubungi mereka lagi. Namun saat ini kakinya masih sakit dan pegal. Bibirnya juga masih kaku dan belum bisa terangkat untuk tersenyum lagi.


Yasmin menghela napas lega setelah ia ditinggalkan sendirian. Ia berencana untuk diam di sana beberapa waktu. Apalagi Noah juga berkata akan kembali ke sana untuk mengenalkannya dengan sahabat nya. Namun sayangnya, ketenangan yang diharapkan nya tidak berlangsung lama. Marsya yang masih tidak terima melihat Yasmin sendirian dan mengajak Sammy pergi ke sana untuk membalas.


"Yasmin!" Marsya menyilangkan tangannya di depan dada.


"Huh! Ternyata kalian. Apa sebenarnya yang kalian inginkan? Sulit sekali mencari ketenangan di saat kalian di sekitar." Yasmin bahkan tidak repot-repot untuk berdiri. Dia masih duduk dan malah menyilangkan kakinya dengan angkuh.


"Yasmin kamu jangan terlalu melewati batas! Mentang-mentang ada tuan Noah yang mendukungmu, kamu menjadi sombong!" Marsya tidak tahan dan langsung memarahi Yasmin.


"Oh? Lalu memang ya kenapa? Orang yang mendukungku juga suamiku sendiri. Pantas jika aku sombong. Memangnya seseorang yang suaminya adalah suami hasil menjadi pe-la-kor!" Yasmin berkata dengan santai. Ia menekankan kata pe-la-kor dengan sengaja. Ia ingin melihat sejauh mana Marsya akan mampu menahan diri.


"Yasmin tolong jangan campur adukkan masalah ini dengan masa lalu kita. Aku tahu kamu pasti masih tidak dapat menerima jika aku pada akhirnya akan lebih memilih Marsya dibandingkan denganmu. Kamu tahu sendiri aku sejak dulu menginginkan keturunan. Tapi kamu tidak dapat memberikan keturunan untukku. Di saat aku putus asa, amrsya datang dan memberiku anak. Jadi tolong jangan salahkan Marsya atas masalah ini. Kasihan dia sedang hamil. Tolong jangan membuatnya marah dan menyakiti anak kami." Wajah Sammy berubah-ubah saat ia mengatakan semuanya. Mulai dari emosi, lalu berganti dengan penyesalan dari rasa bersalah, berganti lagi dengan ekspresi tidak berdaya dan terus menjadi memohon belas kasih. Jika ada orang lain yang melihatnya, mereka pasti akan mengira jika Yasmin telah menindas mereka. Beruntung tempat itu sedikit tersembunyi sehingga tidak banyak orang yang datang.


"Eh? Apa kamu sudah salah sangka? Sepertinya kalian terlalu memandang tinggi kalian sendiri dan menganggap diri kalian sangat mampu membuat orang iri hingga kalian memiliki pemikiran seperti itu. Sayangnya, aku bukanlah orang yang akan terus menengok ke masa lalu. Lagipula masa lalu itu sudah menjadi sesuatu yang bobrok. Untuk apa lagi aku masih mengurusinya? Mengenai permintaanku, itu juga karena dari segi formalitas, bukankah memang sudah seharusnya seperti itu? Bahkan aku malah menyelamatkan kalian dari kemungkinan ketidaksengajaan mengungkapkan sifat asli kalian di depan umum. Karena jika ada orang yang melihat sikap kalian pada nyonya Grayson, orang lain akan menilai kalian kurang ajar dan tidak sopan. Bukankah aku benar?" Yasmin berbicara dengan santai. Menatap kedua pasangan di depannya dengan jijik. Ingin sekali ia mengusir keduanya pergi dari tempat itu. Sungguh merusak pemandangan dan mencemarkan udara saja!


"Kau!" Sammy sudah mengangkat tangannya hendak menampar Yasmin. Namun melihat Yasmin yang masih dengan percaya diri menatapnya dan bahkan tidak memiliki sedikit pun rasa takut, ia segera berhenti. Ia langsung mengingat jika mereka saat ini berada di acara pesta. Apalagi pesta ini adalah pesta keluarga Grayson. Jika sampai mereka membuat masalah, kerjasama yang dengan susah payah ia pastikan akan menghilang begitu saja.


"Kenapa? Sudah kalah melawan dengan mulut sekarang mau ganti melawan dengan tangan? Ayo! Aku mau lihat apakah kalian ada yang berani." Yasmin menantang mereka.


"Sammy, kenapa berhenti? Cepat beri dia pelajaran karena telah sombong di depan kita!" Marsya memarahi Sammy yang tiba-tiba berhenti.

__ADS_1


"Sayang, sebaiknya kita pergi dulu. Sekarang kita dalam keadaan yang tidak dapat menyerang. Kita harus sabar menunggu sebentar lagi. Tunggu sampai tuan Noah kehilangan minatnya padanya, baru kita bisa melawannya."


"Tapi..."


"Tidak ada tapi-tapian. Kali ini mengalah dulu. Kita harus ingat bahwa nasib perusahaan berada di tangan Yasmin saat ini. Jangan sampai membuat masalah." Tidak menunggu waktu lama, Sammy menarik Marsya pergi.


"Huft... Akhirnya tenang juga." Gumam Yasmin menghela napas lega.


*


*


*


Menikah Dengan Saingan Mantan Suami #22


...Terima kasih sudah mampir 😘...


...Jangan lupa Like, vote dan komen ya...👍...


...Follow juga akun Author nya....


...☘️Queen_OK☘️...

__ADS_1


__ADS_2