
Sesuai dengan yang ditebak Yasmin, Nisa dapat membuat roti dengan baik. Bahkan Nisa dapat membuat Roti lebih baik dari Yasmin. Namun karena awalnya roti-roti yang dijual di toko roti Yasmin adalah buatan Yasmin, jadi Yasmin memutuskan untuk tetap mempertahankan cita rasa yang lama namun dengan menambah beberapa ragam roti yang dibuat oleh Nisa. Tentu saja dengan persetujuan gadis itu.
"Baiklah kalau begitu lakukan seperti yang kita sepakati. Lalu kamu langsung bisa pindah besok dan mulai bekerja lusa." Ucap Yasmin setelah mereka selesai membicarakan kesepakatan antara mereka.
"Ya mbak. Tapi mengenai aku tinggal di sini, apakah karyawan lain tidak keberatan?" Tanya Nisa tidak enak. Tempat kosnya lumayan jauh dari tempat ini. Bisa dibilang saling berseberangan. Jadi jika dia harus pulang pergi dari tempatnya ke toko roti itu, akan menghabiskan begitu banyak waktu dan juga sumber daya. Jadi Yasmin menyarankan untuk tinggal di lantai dua toko roti itu saja. Lagipula masih ada kamar kosong yang tidak terpakai. Apalagi kampus tempat Nisa kuliah juga tidak jauh dari sana. Bahkan lebih dekat dari jaraknya dari tempatnya saat ini.
"Tidak apa-apa. Mereka semua baik-baik. Mereka juga pasti akan mengerti. Dulu aku juga sudah pernah menawarkan hal yang sama pada mereka. Hitung-hitung juga supaya bisa sekaligus menjaga toko ini saat malam hari. Namun mereka semua tidak ada yang bersedia." Ucap Yasmin jujur.
"Oh..." Nisa menganggukkan kepalanya mengerti.
Seperti yang dikatakan oleh Noah sebelum ia kembali hari ini, pria itu datang menjemputnya. Meskipun semua karyawan di toko roti Yasmin sudah pernah melihat Noah sebelumnya, mereka masih sulit untuk mengalihkan pandangan mereka padanya. Saat mereka melihat Noah datang, mereka semua heboh.
"Bu Yasmin, pak bos datang!" Susi datang ke ruangan Yasmin untuk memberitahu nya.
"Oh sudah datang ya. Baiklah aku akan segera menemuinya." Ucap Yasmin. "Nisa, ayo ikut aku. Aku akan mengenalkanmu pada semua orang." Lanjut Yasmin sambil menoleh pada Nisa.
"Ya mbak."
Yasmin, Nisa dan Susi keluar bersama. Yasmin meminta Susi membawa Nisa terlebih dahulu sementara ia menemui Noah dan memintanya menunggu.
"Nah semuanya, mulai saat ini Nisa sudah menjadi bagian dari kita. Aku berharap kalian semua bisa memperlakukan Nisa dengan baik dan bekerja sama sebagai satu tim yang hebat." Ucap Yasmin setelah selesai memperkenalkan Nisa pada semua karyawannya.
"Tentu saja Bu Yasmin. Kami akan menjaganya dengan baik." Susi berseru semangat. "Nisa, kamu tenang saja kami di sini semuanya anak baik dan tidak menggigit." Lanjut Susi sambil menyenggol bahu Rani yang ada di sampingnya. Lalu gelak tawa segera terdengar dari sana.
"Baiklah kalau begitu. Nisa akan pindah kemari mulai besok. Jadi aku berharap kalian juga bersedia membantunya untuk pindahan." Lanjut Yasmin melihat semuanya menyambut Nisa dengan baik.
"Siap Bu Yasmin." Seru semuanya.
"Ya sudah. Kalau begitu aku pulang duluan. Kalian bisa pulang setelah semuanya selesai dibereskan oke." Yasmin memandang semua semua orang tegas.
__ADS_1
"Siip."
"Nisa, aku pulang dulu ya. Kamu bisa kan pulang sendiri?" Yasmin menoleh dan bertanya pada Nisa.
"Bisa Bu Yasmin." Jawab Nisa.
"Eh? Kok jadi panggil Bu?" Yasmin mengerucutkan bibirnya.
"Mulai saat ini saya adalah karyawan Bu Yasmin. Jika saya masih memanggil seperti sebelumnya saya takut tidak akan ada rasa hormat."
"Aih! Sebenarnya sama saja. Tapi karena semua orang juga seperti ya sudahlah." Yasmin menganggukkan kepalanya.
"Oke semuanya. Aku pulang dulu. Jangan lupa mengunci toko nanti." Semua orang mengacungkan jempolnya melihat Yasmin yang sudah berbalik keluar dari toko.
Noah sudah menunggunya di depan. Evan berdiri di belakangnya dengan takdzim. Saat ia melihat Yasmin datang, Noah mendongak dan memperhatikan setiap langkah Yasmin. Membuat wanita itu menjadi salting.
"Tidak apa-apa. Kunci mobil mu berikan pada Evan. Dia akan mengantar mobilmu pulang." Ucap Noah.
"Baiklah. Memangnya kita mau kemana?" Tanya Yasmin sambil memberikan kunci mobil pada Evan. Setelah menerima kunci dari Yasmin, ia segera pergi dari sana dengan menggunakan mobil Yasmin. Meninggalkan pasangan pengantin baru itu berduaan.
"Ke kediaman lama. Kakek sakit dan kita akan menjenguknya."
"Kenapa tidak bilang dari tadi sehingga aku bisa menyiapkan kue untuk kakek." Keluh Yasmin.
"Tidak perlu repot-repot. Aku yakin sebenarnya ini hanyalah alasan saja."
"Alasan?"
"Ya. Kamu akan tahu saat tiba di sana nanti." Ucap Noah sambil membukakan pintu mobil untuk Yasmin.
__ADS_1
Selama perjalanan, Yasmin sudah mengatakan jika dia sudah mendapatkan pembuat roti untuk tokonya dan hanya perlu beberapa hari penyesuaian sebelum ia bisa meninggalkan toko rotinya dengan tenang. Noah yang sebenarnya sudah tahu mengangguk mengerti. Lagipula tanpa Yasmin memberitahunya, ia juga sudah mengetahuinya.
Tanpa sepengetahuan Yasmin, Noah telah menempatkan beberapa orang untuk menjaga Yasmin dari jauh. Pada saat Yasmin yang hampir menjadi korban pencopetan, orang suruhan Noah sebenarnya sudah akan bertindak. Namun saat mereka melihat jika dengan bantuan Nisa Yasmin dapat terhindar dari bahaya, mereka hanya mengamati dari jauh lalu melaporkan yang terjadi pada Noah.
Ketika Noah mendengar laporan dari anak buahnya jika Yasmin sempat berada dalam bahaya, Noah sangat marah. Ia memang pernah berpesan pada mereka untuk tidak menunjukkan diri di depan Yasmin kecuali ada situasi khusus. Namun mendengar bahwa mereka hanya diam saja saat melihat Yasmin melawan seorang pencopet, ia tidak bisa tidak marah. Jika Evan tidak berhasil menenangkan Noah saat itu, kedua orang yang telah mengikuti Noah sejak delapan tahun yang lalu itu pasti akan kehilangan pekerjaan mereka. Tapi demi menebus kesalahan mereka, Noah memerintahkan pada mereka untuk mencari tahu semua hal mengenai Nisa yang diajak pergi oleh Yasmin pada akhirnya.
Noah memiliki banyak musuh yang mengintainya setiap harinya dan saat ini Yasmin yang menjadi istrinya pasti mau tidak mau ikut menjadi sasaran mereka. Noah khawatir jika Nisa adalah mata-mata yang dikirim oleh musuhnya. Baru setelah ia mendapatkan hasip penyelidikan mereka bahwa Nisa 'bersih', Noah membiarkannya tinggal.
Yasmin sudah pernah dua kali datang ke kediaman lama. Satu kali saat Noah memperkenalkan nya pada Kakek dan ibunya yang merupakan satu-satunya kelurga inti dan satu kali setelah mereka menikah. Namun setiap kali datang, Yasmin masih tidak bisa tidak kagum pada bangunan megah yang tampan anggun itu.
Saat mobil Noah datang, beberapa pengawal segera datang dan membukakan pintu untuk nya dan Yasmin. Lalu di pintu utama, barisan pelayan juga berjajar menyambut kedatangan mereka.
Sambutan seperti ini sepertinya tidak cocok dengan situasi nya dimana salah satu majikan mereka sedang sakit. Bukankah ini tidak pantas dilakukan?
Yasmin menoleh dan melihat jika Noah tampak biasa-biasa saja. Agaknya hal semacam ini memang biasa terjadi.
*
*
Menikah Dengan Saingan Mantan Suami #30
...Terima kasih sudah mampir 😘...
...Jangan lupa Like, vote dan komen ya...👍...
...Follow juga akun Author nya....
...☘️Queen_OK☘️...
__ADS_1