
Yasmin datang ke kantor PT.Gutama untuk melihat ruangan barunya di kantor itu. Dia sengaja datang pada saat jam istirahat baru saja dimulai sehingga akan ada banyak orang yang akan melihatnya. Benar saja, kedatangan Yasmin ke kantor itu setelah sekian lama para karyawan itu tidak pernah melihat Yasmin lagi setelah ia bercerai dengan Sammy langsung membuat semua orang gempar.
Selain Linda, masih belum ada yang tahu jika orang yang akan mewakili Grayson Grup adalah Yasmin. Yang mereka tahu adalah utusan dari Grayson akan datang dan pada saat ini Presdir mereka sedang mempersiapkan ruangan khusus untuknya.
"Selamat siang Nyonya." Sapa beberapa karyawan yang sedang berada di depan lobi.
"Hm. Selamat siang." Yasmin menjawab. Namun kali ini tidak seramah biasanya. Tidak ada sedikitpun senyum yang terukir di bibir yang biasanya terlihat lembut itu. Memberikan perasaan dingin yang acuh. Membuat aura yang tidak mudah didekati. Merasakan perbedaan aura itu, semua orang perlahan mulai menyingkir. Mereka khawatir menyinggung yang tidak boleh mereka singgung. Meskipun mereka tidak tahu jika saat ini Yasmin adalah nyonya Grayson, hanya melihat auranya saja mereka sudah sadar diri untuk menyingkir.
"Katakan pada pemimpin kalian bahwa aku sudah datang." Ucap Yasmin di depan resepsionis.
"Apa anda salah bicara nyonya? Anda bukannya sudah bercerai dengan tuan ya?" Salah satu resepsionis berkata dengan sinis.
"Lakukan saja seperti yang aku katakan." Ucap Yasmin dengan tenang. Ekspresi nya sama sekali tidak berubah. Sepertinya apa yang dikatakan oleh gadis itu sama sekali tidak berpengaruh padanya.
"Hehe.... Apa anda masih berharap pada tuan? Mohon maaf, tuan sudah memiliki istri baru sekarang yang sedang mengandung. Sepertinya tidak baik bagi anda untuk menjadi roda ketiga dalam hubungan orang lain." Gadis itu tidak menyerah dan bahkan sengaja menghina Yasmin.
"Huft.... Sepertinya memang benar-benar tidak dapat diselamatkan. Bahkan seorang petugas resepsionis rendahan saja bisa dengan mudah menghina orang. Apa ini cara kalian menyambut tamu?" Surya yang baru saja menyusul Yasmin setelah menyiapkan berkas-berkas menatap gadis resepsionis dengan sinis. Ia tidak menyangka jika Yasmin akan diperlakukan seperti itu saat dia tidak ada. Jika Noah tahu, dia pasti akan mendapatkan masalah.
"Nyonya, mohon maafkan saya karena lama menunggu." Lanjut Surya sambil menatap Yasmin dengan hormat.
Gadis resepsionis itu segera ketakutan saat melihat Surya. Sebagai seorang resepsionis, ia telah melihat semua orang yang masuk. Juga mengetahui siapa saja tamu penting yang harus ia prioritas kan dan hormati. Jadi secara otomatis Surya adalah salah satu dari mereka.
"Tidak apa-apa. Jangan buang waktu kita di sini." Yasmin melirik gadis resepsionis itu sebelum berjalan diikuti oleh Surya.
"Bagaimana ini?" Gadis resepsionis itu bertanya pada rekannya dengan panik.
"Aku juga tidak tahu. Kamu sih kenapa sembarangan menyinggung orang?" Rekannya juga panik. Dia berada di tempat yang sama. Bisa saja dia juga disalahkan dalam hal ini.
__ADS_1
"Mana aku tahu nyonya Yasmin bisa berhubungan dengan tuan Surya. Apalagi sepertinya tuan Surya sangat menghormatinya. Apa yang harus aku lakukan? Jika tuan Sammy tahu, aku bisa dipecat."
"Sekarang lebih baik hubungi nona Linda. Katakan jika tuan Surya datang. Dia pasti akan mengerti."
"Benar. Benar. Kalau begitu akan segera aku lakukan." Gadis resepsionis itu dengan cepat menghubungi Linda untuk memberitahukan kedatangan Yasmin dan Surya.
Di dalam lift yang membawa mereka naik ke lantai atas, Surya tidak dapat melepaskan rasa bersalahnya begitu saja. Ia menatap punggung Yasmin dengan rumit. "Apa nyonya tidak apa-apa?" Tanyanya gugup.
"Eh? Saya baik-baik saja. Kenapa?" Yasmin menoleh dengan bingung.
"Saya tidak menyangka orang-orang itu akan memperlakukan Anda dengan begitu buruk." Ucap Surya prihatin.
"Tidak masalah. Sebelumnya aku memang sudah punya masalah dengannya. Jadi saat ini dia ingin memberiku sedikit pelajaran juga tidak mengherankan." Jawab Yasmin acuh. Dulu Yasmin pernah menegur gadis resepsionis itu yang sedang dengan sengaja menggoda tamu penting yang datang.
"Tapi tetap saja mereka kurang ajar. Nanti saat bertemu dengan tuan Sammy, minta dia memecat karyawan yang kurang ajar seperti itu saja." Ucap Surya semangat. Di Grayson Grup, begitulah cara kerja mereka. Karyawan yang tidak bekerja dengan baik dan dengan sengaja atau tidak sengaja melanggar peraturan yang telah ditetapkan, mereka akan langsung dipecat. Bukan hanya itu, namanya juga akan diblacklist sehingga tidak akan dapat bekerja di perusahaan manapun di bawah Grayson Grup.
"Baik Nyonya. Saya mengerti." Surya mengangguk paham.
Tepat setelah mereka selesai berbicara, pintu lift terbuka. Yasmin dan Surya segera keluar dari lift dan langsung menuju ke ruangan Sammy yang berada tidak jauh dari Lift. Linda sudah menunggu di meja kerjanya setelah memberitahu Sammy tentang kedatangan Yasmin.
"Selamat siang Nyonya. Tuan Sammy sudah menunggu anda di dalam." Linda segera menyapa. Lalu membukakan pintu ruangan Sammy untuk mempersilahkan Yasmin dan Surya masuk. Setelah kedua tamunya masuk, Linda juga ikut masuk.
"Selamat siang nyonya Grayson, tuan Surya. Silahkan duduk." Sammy berdiri saat melihat Yasmin dan Surya masuk. Lalu mempersilahkan mereka masuk dengan hormat.
"Terima kasih." Surya menjawab. Lalu berdiri di belakang Yasmin yang sudah duduk.
Pada tahap ini Sammy berusaha untuk bertindak seprofesional mungkin. Ia mengabaikan seluruh perasaan kesal dan marahnya. Menurunkan egonya dan menghadapi Yasmin dengan normal dan... Cukup hormat.
__ADS_1
"Saya sudah menyiapkan ruangan seperti yang anda katakan pada pertemuan terakhir. Anda ingin langsung melihatnya sekarang atau nanti dulu mengingat sekarang sudah masuk jam makan siang, apakah nyonya dan tuan berkenan untuk makan siang terlebih dahulu?" Ucap Sammy dengan senyum lebar di bibirnya.
"Tidak perlu. Kami tidak datang untuk meminta makan. Langsung melihat ruangannya saja." Yasmin menolak dengan tegas.
"Baiklah kalau begitu. Mari saya akan menunjukkan pada anda ruangan anda." Sammy menggertakkan giginya saat ia terpaksa menahan senyumnya. Lalu dengan santai berdiri dan memimpin Yasmin dan Surya keluar dari ruangannya.
Ruangan yang dipersiapkan Sammy berada tidak jauh dari ruangan Sammy. Awalnya ini adalah ruangan Sammy ketika Yasmin masih menjabat sebagai Presdir menggantikan ayahnya yang meninggal. Lalu setelah Yasmin mengundurkan diri dan digantikan oleh Sammy, ruangan itu dibiarkan tidak terpakai sampai saat ini. Namun karena penghuninya kali ini berganti, semua perabot dan penataannya juga dirubah sepenuhnya.
"Bagaimana Nyonya, apakah anda puas dengan ruangan yang kami persiapkan?"
"Tidak buruk." Jawab Yasmin singkat. Meskipun tidak mau mengakui namun Yasmin tidak menyangkal jika ruangan itu ditata sesuai dengan seleranya.
Braak!
Pintu ruangan itu tiba-tiba dibuka dengan paksa. Membuat semua orang yang ada di dalam ruangan menoleh ke arah pintu dimana seorang wanita hamil berdiri dengan dada naik turun seraya menenteng tas bermerek nya.
*
*
Menikah Dengan Saingan Mantan Suami #39
...Terima kasih sudah mampir 😘...
...Jangan lupa Like, vote dan komen ya...👍...
...Follow juga akun Author nya....
__ADS_1
...☘️Queen_OK☘️...