Menikah Dengan Saingan Mantan Suami

Menikah Dengan Saingan Mantan Suami
Bab 26. Menonton Film Dewasa Bersama


__ADS_3

Setelah malam itu, tidak ada satupun dari mereka baik Yasmin maupun Noah yang membahas malam pertama mereka yang gagal sampai saat ini, satu Minggu setelahnya. Membicarakan masalah seperti itu pasti sangatlah canggung bagi siapapun. Yasmin yang memang mungkin mengetahui penyebab gagalnya malam pertama mereka juga tidak memaksa Noah untuk memberinya penjelasan. Begitu juga dengan Noah. Karena dirinya lah penyebab gagalnya malam pertama mereka, rasa mengganjal di dalam hatinya sulit untuk dihilangkan. Namun ia juga tidak dapat memberikan penjelasan pada Yasmin sementara dirinya sendiri juga tidak mengerti. Namun yang jelas masalah ini perlu diselidiki lebih lanjut.


"Noah, sepertinya aku akan pulang telat malam ini. Salah satu karyawanku, Rani mengadakan pesta ulang tahun kecil-kecilan dan mengundangku datang." Ucap Yasmin ketika mereka sedang sarapan bersama. Ngomong-ngomong setelah mereka keluar dari hotel malam itu, Noah membawa Yasmin tinggal bersamanya di sebuah rumah mewah di tengah kota.


"Kalau begitu bawa sopir pergi bersamamu. Mengendara malam-malam sendirian akan berbahaya bagimu." Jawab Noah.


"Tidak apa-apa. Acaranya pasti juga tidak terlalu malam. Rencananya kami hanya akan makan malam di sebuah restoran saja, setelah itu pulang."


"Makan malam di restoran?"


"Ya."


"Kalau begitu bawa mereka ke restoran X. Nanti tagihannya biar aku yang bayar."


"Benarkah? Bukankah restoran X bisa dipesan begitu saja?" Yasmin mengerucutkan bibirnya. Sejak lama ia penasaran dengan restoran X itu karena ia mendengar dari teman-temannya jika tidak semua orang dapat makan di restoran itu. Selain memiliki uang, orang yang bisa makan di sana hanyalah orang-orang terpilih saja.


"Kenapa? Tidak percaya?" Noah meletakan sendoknya dan bertanya.


"Kalau kamu yang mengurusnya, tentu saja aku percaya. Kalau begitu aku mewakili Rani untuk berterima kasih padamu." Yasmin tersenyum manis.


"Boleh. Tapi ada syaratnya."

__ADS_1


"Ada syaratnya. Syarat apa?"


Yasmin menutupi wajahnya dengan kedua tangannya saat ia melihat apa yang ditampilkan di layar televisi di kamar mereka. Yasmin tidak pernah menyangk jika film yang ingin ditonton oleh Noah Sebagai syarat ia mengatakan restoran mewah untuk pesta ulang tahun Rani adalah film adegan dewasa tanpa sensor.


"Noah, apa yang kamu tonton? Aku tidak percaya kamu memiliki hobi yang begitu aneh." Ucap Yasmin sambil terus menutupi wajahnya dengan rapat. Ia sama sekali tidak berani mengintip.


"Bukan begitu. Setelah malam itu aku menemui psikiater." Jawab Noah. Mana mungkin ia memiliki kebiasan yang sangat aneh dan memalukan seperti itu. Jika bukan karena ini mungkin satu-satunya cara untuk mengetahui apa yang salah dengan dirinya, dia pasti tidak akan pernah melihat film dewasa seperti ini.


Yasmin membuka matanya setelah mendengar jawaban Noah. Jika itu memang apa yang dikatakan oleh psikiater untuk membantu Noah mengatasi masalahnya, ia harus bekerjasama membantu.


"Maaf karena aku menceritakan masalah ini pada psikiater tanpa memberitahumu sebelumnya." Noah menoleh dan menatap Yasmin.


"Tidak apa-apa. Jika demi kebaikan, aku akan bekerja sama denganmu. Jadi sekarang ayo kita lihat film ini bersama." Yasmin mengambil napas dalam. Lalu menyandarkan punggungnya agar nyaman.


Adegan dewasa selalu diawali dengan pemanasan yang membuat tegang. Melihat hal semacam itu dilakukan oleh orang lain seperti di depan mereka sendiri, membuat Yasmin dan Noah merasa malu. Wajah keduanya sudah memerah sejak awal. Beruntung lampu kamar yang dimatikan dan hanya cahaya dari layar televisi yang membuat rona keras wajah mereka tidak terlihat. Yasmin melirik Noah untuk melihat perubahan wajah Noah setelah melihat adegan mesra orang lain itu.


Saat permainan kedua orang di dalam layar semakin panas, Yasmin semakin mengeratkan pegangan tangannya pada Noah karena ia ingat bahwa saat itulah Noah tiba-tiba saja berubah. Benar saja, tanpa Yasmin sempat mengerti, Noah tiba-tiba saja turun dari ranjang dan berlari ke kamar mandi. Lalu muntah di wastafel. Dengan panik Yasmin menyusulnya setelah memastikan televisi. Membantu memijat tengkuk Noah. Adegan ini seperti nya cukup familiar di dalam film yang normal. Namun sayangnya perannya sudah berubah.


"Terima kasih." Ucap Noah setelah ia selesai.


"Hem. Kita sudahi dulu malam ini sampai di sini. Kamu tenang saja, aku akan menemanimu melewati semua ini." Ucap Yasmin tulus.

__ADS_1


"Terima kasih telah mengerti. Aku sangat malu..."


"Tidak apa-apa. Kita masih muda. Tidak perlu terburu-buru. Bukannya juga bagus seperti ini. Kita bisa menumbuhkan perasaan di antara kita terlebih dahulu. Aku yakin setelah itu semuanya akan semakin mudah."


"Ya. Kamu benar. Sekarang mari kita tidur." Yasmin menganggukkan kepalanya. Lalu bersama dengan Noah, ia berbaring di tempat tidur dan tidur dengan cepat.


Yasmin memang masih tidak mengetahui apa yang sebenarnya terjadi pada Noah. Tetapi Noah kini mengetahuinya. Pada saat ia berada di kamar mandi, kilatan-kilatan masa lalu yang merupakan bagian terpenting yang membuatnya sampai menderita happephobia masuk begitu saja ke dalam pikirannya. Tetapi meskipun Noah kini mengetahuinya, ia masih tidak bisa memberitahukannya pada siapapun bahkan Yasmin sekali pun. Kini ia mengerti kenapa ia sama sekali tidak mengerti penyebab gejala happephobia itu muncul, itu karena alam bawah sadarnya kemungkinan besar memang sengaja melupakan semuanya.


Setidaknya, ia sudah mengetahui penyebabnya sehingga ia bisa mencari solusinya. Ia tidak boleh berada dalam kondisi yang seperti ini selamanya.


*


*


*


Menikah Dengan Saingan Mantan Suami #26


...Terima kasih sudah mampir 😘...


...Jangan lupa Like, vote dan komen ya...👍...

__ADS_1


...Follow juga akun Author nya....


...☘️Queen_OK☘️...


__ADS_2