
Noah menatap mata Yasmin untuk memastikan bahwa wanita yang kini menjadi istrinya itu memang mengatakan hal yang sebenarnya ada di dalam hatinya. Ia selalu memiliki prinsip untuk menikah hanya sekali seumur hidupnya. Dia tidak akan melepaskan siapapun wanita yang akan menjadi istrinya seutuhnya, itulah mengapa ia akan bertanya untuk terakhir kali yang akan berlaku untuk selamanya. Namun di dalam mata Yasmin, selain kepercayaan diri yang tinggi, hanya ada keyakinan yang membuatnya tenang.
"Yasmin, kamu harus tahu jika kamu sudah menjawabnya, kamu tidak akan memiliki kesempatan untuk mengubahnya lagi. Jadi apakah kamu yakin?" Noah bertanya sekali lagi dan membuat Yasmin mengerutkan alisnya. Sebenarnya Noah ini serius apa tidak sih?
"Apa menurutmu seperti ini kurang serius?" Yasmin tiba-tiba duduk di pangkuan Noah lalu tanpa aba-aba mencium bibir pria itu ketika ia mengalungkan tangannya di leher Noah dengan manja. Yasmin juga bukan seorang amatir dalam hal berciuman. Dengan Sammy, ia sudah sering melakukan nya.
Sementara Noah yang belum pernah berciuman sama sekali sebelumnya, sedikit terkejut. Namun saat ia berpikir jika Yasmin pasti mendapatkan kemampuan berciuman ini dari Sammy, ia seperti tersulut. Mengimbangi permainan Yasmin seperti seorang ahli. Sepertinya menghapus jejak Sammy pada bibir Yasmin.
"Huh huh huh..." Yasmin mengambil napas dengan rakus setelah mereka berciuman cukup lama.
"Yasmin, karena kamu sudah memutuskan, aku harap kamu tidak menyesal." Dengan sekali gerakan, Noah mengangkat tubuh Yasmin dan menindihnya di atas ranjang. Yasmin sedikit terkejut dengan perkembangan yang sangat cepat. Namun ia sudah memutuskan untuk menyerahkan hidupnya. Jadi dia dengan cepat menyesuaikan diri. Membalas ciuman Noah dengan intens.
Tangan Noah bergerak lincah. Namun karena ia baru pertama kali membuka pakaian tidur wanita, ia kesulitan. Yasmin yang menyadari kesulitan Noah ingin membantunya namun didahului oleh suara sobekan yang keras. Gaun tidur itu sobek dengan sekali tarikan. Yasmin juga tidak bisa berbuat apa-apa karena tangan Noah yang terus bergerak.
Napas mereka kian memburu. Ciuman Noah mulai turun sehingga Yasmin dengan alami mengangkat wajahnya. Membiarkan Noah menikmati miliknya.
Awalnya, Yasmin dapat menahan suaranya agar tidak sampai terdengar. Namun saat Noah semakin agresif, ******* yang sejak awal ia tahan lolos dari bibirnya yang sedikit bengkak.
"Aaah!"
__ADS_1
Seperti sebuah permainan yang ditelan tombol pause-nya, gerakan Noah yang sebelumnya sangat intens dan menuntut tiba-tiba saja berhenti. Lalu wajah Noah yang berkabut seketika menjadi sadar. Pada akhirnya, Noah turun dari atas tubuh Yasmin secara mengejutkan.
Yasmin juga terkejut. Ia duduk setelah menutupi bagian tubuh atasnya yang sudah dibuka oleh Noah dengan menggunakan selimut.
"Ada apa?" Tanya Yasmin penasaran.
"..." Noah tidak tahu apa yang terjadi padanya. Jelas-jelas ia merasa jika tubuhnya secara alami tidak menolak sentuhan bahkan merespon keinginan pada Yasmin, tapi mengapa rasa itu tiba-tiba hilang tanpa bekas seperti tidak pernah ada sebelumnya padahal senjatanya masih menunggu digunakan?
"Yasmin, maafkan aku. Tolong beri aku sedikit waktu." Noah berbalik dan masuk ke dalam kamar mandi setelah berbicara yang membuat Yasmin semakin tidak mengerti.
"Apa yang sebenarnya terjadi? Padahal aku jelas-jelas merasakan jika milik Noah masih berdiri tadi. Kenapa dia turun? Apa dia tidak takut merasa tidak nyaman?" Gumam Yamsin bingung. Namun saat ia mendengar suara guyuran air dari kamar mandi, ia tahu jika Noah pasti meredakan has-ratnya dengan mandi air dingin. Kasihan sekali. Memiliki istri yang cantik namun malah harus mandi air dingin di malam pertamanya.
Jika hal ini berkenaan dengan penyakit happephobia yang Noah alami, Masalah ini tidak dapat dibiarkan terus menerus. Masalah ini harus diselesaikan cepat atau lambat.
"Tapi jika dipikir-pikir begini juga bagus juga. Jadi kami bisa menunggu hingga rasa cinta tumbuh sehingga kami akan melakukannya di saat kami benar-benar saling menerima satu sama lain tanpa ada niat lain. Ya. Tentu saja aku pasti harus mencari tahu masalahnya sebelum menemukan solusi untuk itu." Yasmin seperti tercerahkan. Mengambil gaun tidur sobeknya yang dilempar Noah ke lantai untuk menutupi dirinya saat ia berjalan ke ruang ganti di samping kamar mandi. Ia harus mengganti gaun tidurnya yang sudah tidak berbentuk lagi.
Noah keluar dari kamar mandi hampir empat puluh lima menit kemudian. Dengan rambut yang basah dan juga kulit tubuh yang dingin. Saat iaa keluar, Yasmin sudah tidur dengan damai di atas ranjang. Dengan tubuh yang tertutup selimut dengan sempurna dan hanya menyisakan kepala dan rambutnya yang terlihat menyembul dari selimut.
Noah menatap dalam wajah Yasmin yang sudah tidur dengan damai itu sambil mengeringkan rambutnya yang basah. Dilihatnya terus wajah Yasmin yang cantik terlihat menawan meskipun ia sedang tidur. Malam ini ia sudah gagal mendapatkan Yasmin, namun karena Yasmin sudah setuju untuk bersamanya, ia pasti tidak akan melepaskannya sampai kapanpun.
__ADS_1
"Huh!" Noah mengambil napas dalam sebelum ia naik ke atas tempat tidur dengan hati-hati agar tidak sampai membangunkan Yasmin.
Yasmin memang sudah tidur pada awalnya, namun ia bangun saat ia merasa seseorang naik ke atas ranjangnya lalu memeluknya dengan hati-hati. Ia merasa pelukan Noah sangat nyaman dan segera tidur kembali. Di dalam hatinya, ia semakin bertekad untuk menyembuhkan Noah.
*
*
*
Menikah Dengan Saingan Mantan Suami #25
...Terima kasih sudah mampir 😘...
...Jangan lupa Like, vote dan komen ya...👍...
...Follow juga akun Author nya....
...☘️Queen_OK☘️...
__ADS_1