
Yasmin pulang lebih awal hari itu. Ia ingin melihat toko rotinya. Sejak ada Nisa yang bertanggung jawab membuat roti, ia menjadi jarang pergi ke toko. Apalagi Noah juga mengirim orang untuk membantu di sana yang menggantikan Yasmin menjadi pemimpin. Mengambil keputusan yang bisa diwakilkan. Lalu akan melaporkan masalah yang harus dilakukan oleh Yasmin sendiri.
Akhir-akhir ini toko roti Yasmin menjadi viral karena banyak remaja yang datang dan memviralkannya. Pengunjung yang datang ke toko lebih banyak dari hari biasanya. Sasaran utama Yasmin awalnya adalah para mahasiswa yang tinggal di sekitar tempat itu, namun sekarang pelanggan toko bukan hanya dari kalangan mahasiswa melainkan masyarakat umum terutama mama-mama muda yang aktif di sosial media. Bukan hanya itu, bahkan para karyawan juga akan pergi ke toko roti ada jam istirahat maupun pulang kerja seperti ini.
"Nyonya, toko sangat ramai saat ini. Jika Nyonya ada sesuatu yang ingin diketahui, nyonya bisa meminta orang yang bertanggung jawab di toko untuk datang melapor. Jadi tidak perlu nyonya yang datang sendiri." Ucap Surya setelah ia menghentikan mobilnya di parkiran.
"Tidak. Aku hanya ingin membawa pulang sedikit roti. Aku juga sudah lama tidak bertemu dengan mereka. Sekalian melihat pekerjaan mereka." Tolak Yasmin. Dia sudah terbiasa bekerja di tempat yang banyak orangnya. Apalagi mereka semuanya masih muda dan sangat ramai. Sekarang harus bekerja di dalam ruangan sendirian dan sibuk sendiri, dia sedikit rindu suasana dikelilingi oleh para karyawannya yang semuanya lengket.
"Baiklah kalau begitu saya akan menemani anda masuk." Surya segera turun. Membukakan pintu untuk Yasmin dan berjalan mengikuti di belakangnya.
Saat Yasmin dan Surya masuk ke dalam toko, suasana bahkan lebih ramai lagi. Antrian mengular. Antrian sendiri saat ini didominasi oleh kurir yang datang mengambil barang. Yasmin melirik antrian panjang itu dan terkejut. Dulu antrean di tokonya meskipun ada tidak sampai sepanjang ini. Dengan tergesa-gesa, Yasmin masuk ke dalam dapur untuk melihat Nisa. Pengunjung yang datang ke toko sangat banyak, pasti dia kelelahan jika memasak semua rotinya seorang diri.
"Bu Yasmin. Selamat datang." Susi yang berada di belakang kasir bahkan tidak dijawabnya saat ia menyapa. "Ada apa dengan Bu Yasmin hari ini? Seperti dikejar-kejar hantu saja." Lanjutnya bingung sambil menggaruk belakang kepalanya.
Yasmin mengira akan ada kesibukan yang sangat sibuk di dapur. Lalu stok roti yang kosong, namun ternyata tidak seperti yang dibayangkannya. Nisa sedang menunggu roti yang dioven sambil bersiap-siap membuat adonan roti lagi. Dan stok roti yang sudah matang juga tidak sedikit. Karyawan lainnya sedang mengemas mereka di dalam.
"Apa ada yang perlu aku bantu?" Semua orang terkejut dan menoleh saat mereka mendengar suara Yasmin.
"Bu Yasmin!" Semua orang menyapa dengan semangat. Yasmin sendiri sudah menghampiri Nisa yang sedang membuat adonan.
"Nisa, aku tidak menyangka jika akan ada begitu banyak pembeli. Apakah kamu kerepotan?" Tanya Yasmin setelah ia sampai di depannya.
"Tidak juga Bu. Pembeli yang lebih banyak adalah delivery order. Jadi mereka akan memesan terlebih dahulu sehingga kami tahu roti apa yang mereka perlukan sebelum mereka datang. Jadi saat mereka datang, semuanya sudah siap." Jawab Nisa.
"Itu tidak sepenuhnya benar Bu. Nisa memang bisa menghandle semuanya, tapi dia tidak pernah berhenti membuat roti sejak toko dibuka. Bahkan untuk makan siang saja harus menunggu toko agak sepi dan stok roti banyak." Rani yang sedang mengemas roti ke dalam kotak menyela pembicaraan.
"Aih... bagaimana kalau kita menambah pegawai di bagian dapur saja. Meskipun tidak bisa membuat adonan, yang penting bisa membantu kamu memanggang rotinya. Bagaimana menurutmu Nis?" Tanya Yasmin.
"Terserah Bu Yasmin saja."
__ADS_1
"Nah. Kalau begitu jika kalian memiliki rekomendasi, kalian bisa membawa mereka kemari. Jika tidak, kita tempel pemberitahuan lowongan pekerjaan. Yang penting ulet dan mau belajar." Ucap Yasmin.
"Oke Bu Yasmin. Nanti saya sampaikan pada teman-teman yang lain barangkali mereka punya kenalan yang bisa direkomendasikan." Pembicaraan mereka terhenti saat mendengar suara ribut-ribut dari dalam toko.
"Ada apa? Kalian tetap di sini. Aku akan lihat apa yang terjadi." Ucap Yasmin sambil berjalan keluar dapur.
Di dalam toko, terlihat seorang wanita yang sedang marah-marah. Ia berteriak dan mengumpat semua orang.
"Aku sudah antre di sini sejak sepuluh menit yang lalu, lalu saat giliranku, kalian bilang jika roti yang aku inginkan sudah tidak ada. Tapi aku lihat roti itu masih ada di etalase. Aku tidak buta. Kenapa kalian menipuku?" Wanita itu marah-marah sebab pelayan toko memberitahunya jika roti yang diinginkannya habis.
"Itu benar Bu. Roti itu masih ada tetapi semuanya adalah pesanan yang tinggal menunggu diambil." Jawab Sinta, yang kala itu melayaninya.
"Jika pembelinya belum datang, kenapa tidak memberikannya padaku dulu lalu membuat yang lain untuknya?" Wanita itu marah lagi.
"Mohon maaf Bu. Untuk roti itu stok hari ini sudah habis. Jika ibu menginginkannya, bisa datang lagi besok."
"Apa?! Kamu kira kamu siapa menyuruhku datang lagi? Kamu tidak mengenalku? Aku bisa membeli seluruh toko roti ini jika mau!" Wanita itu menyilangkan tangannya dengan sombong.
"Kamu ini buta ya? Apa kamu tidak melihat jika aku sedang hamil? Aku menginginkan roti itu sekarang. Bukan besok. Jika nanti anakku ileran, apa kalian pikir kalian mampu menanggungnya?" Wanita itu terus marah.
"Ada apa ini?" Yasmin yang mendengar keributan segera keluar dari dapur. Surya yang berada di dalam toko melihat Yasmin keluar dan segera menghampirinya. Semua orang yang berkerumun menyingkir untuk memberi jalan pada Yasmin dan Surya.
"Bu Yasmin, ibu ini ingin membeli roti, tetapi semua roti jenis itu sudah habis. Yang ada di etalase semuanya sudah dipesan." Jawab Sinta mengabaikan Marsya yang sangat terkejut melihat Yasmin. Yasmin melirik Marsya yang masih melototkan matanya ke arahnya.
"Oh.... ternyata kamu adalah atasan mereka. Pantas saja mereka begitu tidak tahu diri." Setelah mengetahui jika Yasmin ada hubungannya dengan toko roti itu, Marsya semakin kesal. Kenapa yang membuatnya kesal selalu saja berhubungan dengan Yasmin. Mereka memang tidak dijodohkan untuk bertemu satu sama lainnya.
"Heh... kamu baru datang dan membuat ribut. Apa kamu tidak bisa berbicara baik-baik? Jujur, aku sudah lelah menghadapimu yang selalu seperti ini." Yasmin menghela napas.
"Kalian yang tidak bisa mengelola toko dengan baik. Masih mau mengusir pelanggan pergi. Masih bisa menghina pembeli seperti itu." Marsya tidak terima.
__ADS_1
"Aih sudahlah. Aku tidak ingin berdebat dengan wanita hamil lagi. Sinta, berikan dulu apa yang wanita hamil ini inginkan. Lalu buat beberapa roti ini lagi. Nanti jika pembelinya datang dan rotinya belum ada, aku yang akan menemuinya." putus Yasmin pada akhirnya.
"Baik Bu Yasmin." Sinta dengan cepat mengerti. Lalu memberi isyarat pada Susi yang segera masuk ke dapur memberi perintah. Sementara dia mengemas roti itu untuk diberikan pada Marsya.
"Kamu mau menghinaku? Kamu pikir aku ini pengemis?!" Marsya bukannya senang karena mendapatkan apa yang dia minta tetapi malah marah. Ia merasa jika Yasmin sudah menghinanya.
"Sebenarnya apa yang mau kamu inginkan? Kamu berkeras meminta roti itu, aku sudah memberikannya. Mau kamu apa lagi?"
"Apa di matamu aku ini seorang pengemis yang kekurangan uang sehingga tidak dapat menemukan toko roti lainnya?"
"Aduh duh! Siapa yang menghinamu. Sejak awal tidak ada yang menghinamu. Ambil jika mau, jika tidak juga tidak apa-apa. Pergi saja temukan toko roti lainnya dengan uangmu itu." Yasmin menggelengkan kepalanya. Ia benar-benar tidak paham bagaimana cara berpikir wanita ini.
"Benar. Jika tidak mau cepat pergi. Orang lain juga ingin segera membeli roti. Bukan cuma kamu." Salah satu pengunjung toko ikut berbicara dengan keras.
"Ya. Katanya uangmu banyak. Ngapain masih di sini? Cepat pergi sana!" Satu persatu orang mulai berteriak.
"Kalian semua berani mengusirku! Yasmin ini semua gara-gara kamu! Aku akan memberimu pelajaran!" Marsya dengan tiba-tiba menerjang Yasmin. Bersiap memukul dan mendorongnya. Semua orang terkejut. Apa wanita Ini sudah gila?
*
*
Menikah Dengan Saingan Mantan Suami #43
Terima kasih sudah mampir 😘
Jangan lupa Like, vote dan komen ya...👍
Follow juga akun Author nya.
__ADS_1
☘️Queen_OK☘️