Menikah Dengan Saingan Mantan Suami

Menikah Dengan Saingan Mantan Suami
Bab 12. Mengantar Noah Ke Bandara


__ADS_3

Sejak Yasmin bersedia memutuskan untuk menikah dengan Noah, Evan beberapa kali datang menemui Yasmin baik di tokonya maupun di tempat lain. Mereka akan menikah sebentar lagi, jadi dia harus memastikan jika Yasmin mengetahui beberapa hal penting mengenai Noah. Noah juga terkadang datang. Jadi mereka harus segera menyesuaikan diri dengan peran mereka sebagai suami dan istri.


Setelah mengenal Noah lebih dalam, ternyata pria ini baik. Noah juga memperlakukan Yasmin dengan lembut dan sopan. Membuat Yasmin dengan cepat merasa nyaman dengannya.


Hari ini Noah akan berangkat ke luar negeri untuk urusan pekerjaan dan baru akan pulang seminggu kedepan. Setelah mereka pulang nanti, mereka akan menikah. Jadi Yasmin mengantar Noah pergi sampai di bandara setelah menemui keluarga Noah di kediaman besar mereka untuk mengenal mereka sebelum pernikahan. Keluarga inti Noah juga orang baik. Mereka menerima Yasmin dengan baik dan ramah.


"Setelah kita menikah nanti, aku akan mengajakmu pergi. Jadi setelah aku menyelesaikan pekerjaan ku, aku akan menemanimu jalan-jalan di sana." Ucap Noah dengan lembut. Ia dengan kaku menyentuh kepala Yasmin. Bagaimana pun, ia tidks terbiasa menyentuh orang lain terlebih seorang wanita. Jadi dia masih terlihat canggung saat melakukannya.


"Mm baiklah. Hati-hati. Semoga perjalanan mu lancar." Ucap Yasmin juga dengan canggung. Mereka hanya bertemu beberapa kali. Pada saat ini Yasmin merasa jika mereka seperti pasangan yang akan menikah dengan perjodohan. Belum mengenal sebelumnya namun mereka telah sama-sama memutuskan untuk bersama.


"Heum. Oke." Noah menjawab sebelum ia berbalik dan masuk ke dalam ruang tunggu.


Yasmin melihatnya sampai menghilang dan juga segera kembali. Pagi ini Evan menjemputnya untuk datang ke kediaman Grayson untuk acara pertemuan keluarga sebelum pernikahan, jadi dia tidak membawa mobil.


"Nona, saya akan mengantar anda pulang." Seorang sopir dengan pakaian rapi yang sejak awal menunggu menyapa Yasmin yang baru saja terlihat. Sopir itu bernama Andi. Evan yang membawa sopir laki-laki itu padanya pagi ini dan mulai saat ini akan bertugas untuk menjadi sopir sekaligus bodyguard Yasmin.


Hari ini Yasmin telah datang ke kediaman Grayson bersama dengan Noah. Orang-orang yang mengawasi Noah sepanjang waktu pasti akan melihatnya dan mungkin saja Yasmin akan menjadi target mereka. Apalagi undangan pernikahan Noah dan Yasmin telah disebar. Jadi untuk berjaga-jaga, Noah mengatur orang di sisi Yasmin untuk menjaganya.


"Terima kasih Andi." Yasmin tersenyum canggung. Ia tidak pernah diikuti orang sebelumnya. Juga tidak memiliki sopir lagi sejak ia masuk kuliah.


"Nona jangan sungkan. Itu sudah merupakan tugas saya." Andi tidak enak hati diperlakukan dengan sangat baik.


"Baiklah kalau begitu. Oh ya Andi, apa kamu bisa mengantarkan aku ke toko rotiku dulu sebelum pulang? Aku ada sesuatu yang aku ingin ambil di sana." Ucap Yasmin.


"Tentu saja nona. Saya akan mengantar anda kemanapun anda pergi."


Setelah itu, Yasmin sedikit mempercepat langkahnya. Hari ini sungguh melelahkan bagi Yasmin. Meskipun keluarga Noah snagat baik dan menerimanya dnegan terbuka, namun ia tidak bisa melepaskan kekhawatiran nya dan berusaha keras untuk terlihat baik di depan mereka. Jadi saat ini, Ia ingin segera pulang dan beristirahat di kamarnya dengan santai.

__ADS_1


Namun sepertinya, keinginannya sangat sulit dikabulkan. Tepat saat ia sudah akan keluar dari bandara, ia tidak sengaja melihat di orang yang paling sangat ia hindari.


Sammy dan Marsya berjalan dari arah yang berlawanan dengannya. Di belakangnya seorang sopir membawakan tas dan koper mereka. Sepertinya mereka akan pergi keluar negeri untuk waktu yang cukup lama.


Yasmin ingin berpura-pura tidak melihat mereka. Suasana hatinya yang baik tidak ingin tiba-tiba menjadi buruk karena bertemu dengan mereka. Namun sayangnya, pihak lain tidak akan tenang melihatnya lewat begitu saja. Terutama Marsya yang dengan sengaja berkata keras menyapa Yasmin dengan cara yang memalukan Yasmin. Apalagi setelah mereka melihat Andi yang berjalan di belakang Yasmin. Merkea slaah sangka dan mengira jika Andi adalah pria kaya yang diincar Yasmin.


"Hei sayang coba lihatlah. Bukanlah ini mantan istrimu yang baru saja kamu ceraikan. Bukankah dia pernah berkata bahwa dia tidak akan menjadi wanita murahan untuk hidup? Tapi ini masih beberapa bulan dan dia sudah merubah prinsip hidupnya." Ucap Marsya mengejek. Ia melipat kedua tangannya di depan dadanya.


"...." Yasmin mengabaikannya. Lagipula tidak ada gunanya berbicara pada orang-orang ini. Tidak hanya membuat hati kesal juga menguras energi yang sudah menipis. Jadi lebih baik ia menghindar dari mereka.


"Hei Yasmin! Aku berbicara denganmu! Apa kau dengar?" Marsya marah. Ia memegangi perutnya saat ia berjalan cepat dan menghampiri Yasmin. Saat ia ingin menarik tangan Yasmin, Andi segera menghalanginya. Memasang badan di depan Yasmin untuk melindunginya. Tubuh Marsya bahkan limbung setelah disenggol Andi dan hampir jatuh jika Sammy tidak menangkapnya.


"Kamu! Apa kamu masih laki-laki? Apa kamu tidak melihat jika dia sedang mengandung sehingga kamu sangat kasar?" Sammy marah dan berteriak pada Andi.


"Oh...ternyata masih ingat jika sedang hamil? Lalu kenapa terus memuntahkan omong kosong seperti itu? Apa tidak takut jika apa yang dikatakan ibunya akan dipelajari anak di dalam kandungan?" Yasmin yang menjawab.


"Eh? Aku tidak bisa punya anak? Apa aku harus mengingatkan kalian bagaimana kalian membuat bayiku celaka?" Yasmin mengepalkan tangannya. Kedua orang tak tahu malu ini ternyata berani mengungkit kematian bayinya. Jika bukan karena mereka, bukankah sekarang dia sudah menggendong seorang bayi?


Marsya dan Sammy tidak menyangka Yasmin akan mengatakan hal itu. Apakah dia tahu bahwa mereka lah yang sengaja melenyapkan bayi di dalam perut Yasmin?


Semua orang di sekitar yang sejak awal menikmati kesenangan segera berbisik-bisik. Mereka mulai menunjuk Marsya dan Sammy dengan penuh selidik.


"Yasmin, kamu jangan keterlaluan. Kamu kehilangan bayi tidak ada hubungannya dengan kami. Jika kamu tidak memiliki bukti, jangan berbicara sembarangan di depan umum. Atau kamu akan membuat orang salah paham."


"Oh? Jadi seperti itu? Bukankah kamu yang lebih dulu mengucapkan kata-kata tanpa bukti? Sekarang saat hal yang sama berbalik, kamu langsung marah? Hah? Lucu sekali."


"Yasmin, kamu benar-benar wanita yang tidak tahu malu. Bukti sudah ada di depan mata masih mau mengelak. Kamu ini memang perempuan ah!!" Marsya tidak sempat menyelesaikan kalimatnya karena ia mengalami kontraksi akibat amarahnya yang tidak stabil. Ia memegangi perutnya yang sakit.

__ADS_1


"Sayang kamu kenapa?" Sammy bertanya dengan panik. Saat ia menopang tubuh Marsya yang terduduk di lantai.


"Perutku sakit." Marsya meringis dan mulai menangis.


"Mas Sammy, sepertinya Marsya mengalami kontraksi. Sebaiknya mas Sammy segera membawanya ke rumah sakit." Yasmin juga ikut khawatir. Ia menyarankan dengan tulus.


"Ini semua gara-gara kamu! Jangan sok baik! Kamu ini wanita yang jahat!" Marsya kembali berteriak dengan marah sambil menatap Yasmin dengan emosi.


"Tuan, tolong kendalikan istri anda. Semua orang juga tahu siapa yang mulai membuat keributan. Namun sekarang malah mau melimpahkan kesalahan pada orang lain. Nona kami dengan tulus memberikan saran namun tanggapan istri anda sungguh kasar. Semua orang juga tidak buta."


"Sudahlah Andi. Tidak ada gunanya berbicara pada mereka. Aku lelah sekarang, jadi ayo kita pulang." Yasmin berkata sebelum berbalik dan meninggalkan kerumunan yang ramai.


*


*


*


Menikah Dengan Saingan Mantan Suami #12


...Terima kasih sudah mampir 😘...


...Jangan lupa Like, vote dan komen ya...👍...


...Follow juga akun Author nya....


...☘️Queen_OK☘️...

__ADS_1


__ADS_2