Menikah Dengan Saingan Mantan Suami

Menikah Dengan Saingan Mantan Suami
Bab 33. Kejadian Malam Itu


__ADS_3

Yasmin menatap wanita di sampingnya dengan kagum. Bagaimana pun meskipun Miranti tidak menceritakan bagaimana dia menjadi pahlawan, Yasmin dapat melihatnya. Namun anehnya, dari cerita Miranti dan juga reaksi Noah terhadap wanita sepertinya itu berawal dari Miranti. Ibu kandungnya sendiri. Tapi mengapa? Jika melihat dari bagaimana Miranti yang berjuang demi keluarga nya, khususnya Noah, bukankah seharusnya Noah justru akan sangat dekat dan kagum padanya. Bukannya malah menjauh. Pasti ada sesuatu yang menjadi misteri di sini.


"Ma, apa Yasmin boleh menanyakan satu hal?" Tanya Yasmin ragu-ragu. Bagaimana pun, masalah yang akan ia tanyakan sangat sensitif dan mudah membuat orang tidak nyaman.


"Eh? Tentu saja sayang. Katakan saja." Jawab Miranti tanpa ragu.


"Jika mama tidak mau menjawab, mama tidak perlu menjawabnya." Ucap Yasmin dengan hati-hati yang membuat Miranti semakin bingung.


"Ada apa sayang? Kenapa sepertinya sangat misterius sekali?" Miranti mengerutkan alisnya.


"Yasmin ingin menanyakan masalah yang sedikit pribadi dan sensitif. Jadi sedikit ragu untuk bertanya."


"Baiklah. Kalau begitu kamu katakan apa yang ingin kamu tanyakan. Jika mama bisa menjawabnya, mama akan jawab."


"Kalau begitu, sebelumnya Yasmin meminta maaf dulu jika Yasmin nantinya tidak sengaja menyinggung perasaan mami atau mungkin menanyakan hal yang tidak boleh Yasmin tanyakan."


"Baik. Baik. Sekarang katakan. Jangan buat mama semakin penasaran."


Yasmin mengambil napas dalam sebelum membuka mulut untuk berbicara. "Ini mengenai paman Andika ma."


"Aku kira apa tadi. Buat mama deg degan saja. Ternyata tentang laki-laki itu. Apa yang ingin kamu tanyakan tentangnya. Mama akan menjawabnya dengan senang hati." Miranti menghela napas lega.

__ADS_1


"Ma, apakah sikap paman Andika pada Noah selalu seperti itu?" Tanya Yasmin hati-hati. Ini adalah masalah internal keluarga. Dia baru saja masuk menjadi anggota keluarga yang agaknya tidak pantas menanyakan masalah senior. Namun Yasmin merasa jika Andika ada hubungannya dengan Hapephobia yang diderita oleh Noah selama ini. Jadi dia harus menanyakannya meskipun ia tidak enak hati.


"Ya seperti yang kamu lihat tadi. Sebenarnya membiarkanmu melihat semua itu sudah cukup membuat malu. Tetapi kamu sekarang juga merupakan anggota keluarga Grayson yang juga seharusnya tahu dan mengerti siapa saja kawan dan siapa saja lawan yang menyamar menjadi kawan. Salah satunya adalah Andika." Miranti menghela napas panjang. Sebenarnya dia tidak ingin wanita lain mengalami hal yang sama dengannya yang harus ikut campur dalam masalah pertempuran bisnis yang kotor. Namun Yasmin adalah istri Noah yang mau tidak mau juga akan terseret masuk ke dalam dunia yang menjengkelkan itu. Jadi sebaiknya memang memberitahu Yasmin sejak awal.


"Di mata orang luar mungkin melihat Grayson Grup dengan takjub. Penuh dengan gemerlap yang menyilaukan mata. Mereka mungkin akan berpikir jika menjadi salah satu dari anggota keluarga Grayson pastilah sangat mudah. Namun seperti pepatah. Semakin tinggi sebuah pohon, semakin kencang pula angin yang menerpanya. Seperti itulah sebenarnya di dalam Grayson Grup." Jelas Miranti dengan serius. Wajah ramah yang sejak awal ia tunjukkan pada Yasmin saat ini telah lenyap.


"Mendiang papa Noah memang adalah anak tunggal. Tetapi memiliki beberapa sepupu. Setelah papa Noah meninggal, mereka satu persatu datang dan menawarkan bantuan. Namun tentu saja tidak akan ada makan siang gratis. Itulah mengapa aku dan papa menolak semua orang dan membuat mereka semua marah dan tersinggung. Namun meskipun begitu, mereka itu seperti bekas permen karet yang sulit sekali dihilangkan. Mereka selalu saja mengganggu." Miranti memandang langit malam yang gelap.


"Dan Andika adalah orang yang paling membuat orang kesal. Dia memang terlihat ramah. Tapi lidahnya lebih tajam dari pisau. Dan isi otaknya, tidak ada hal lain selain memikirkan hal licik. Dia akan melakukan apa saja demi ambisinya tercapai. Bahkan dia pernah..." Miranti berhenti berbicara. Matanya yang awalnya terlihat tenang saat ini penuh dengan kebencian.


"Jika mama tidak bersedia mengatakannya, jangan dipaksakan. Yasmin akan..."


"Tidak. Kamu harus tahu seberapa jauh yang bisa laki-laki itu lakukan demi mencapai tujuan nya sehingga kamu akan bisa menentukan langkah saat kamu menemui suatu masalah yang mungkin disebabkannya." Miranti memotong ucapan Yasmin.


"Laki-laki itu tiba-tiba masuk ke kamarku dengan sengaja. Lalu memintaku melakukan hal yang tidak pantas dengannya. Tentu saja aku menolak. Namun aku curiga saat itu dia memiliki tujuan yang lain."


"Tujuan lain?"


"Ya. Karena meskipun aku langsung menolaknya. Di juga tidak memaksaku tetapi malah menyalakan ponselnya." Miranti mengerutkan alisnya saat mengingat kejadian malam itu. Sebenarnya, selain Yasmin, dia tidak pernah menceritakan hal ini pada siapapun. Bahkan tidak juga pada Kakek Andra.


"Menyalakan ponsel?" Tanya Yasmin penasaran. Memang aneh.

__ADS_1


"Ya. Dan kamu tahu apa yang dia lakukan dengan ponselnya?" Miranti bertanya dengan antusias dengan berharap Yasmin dapat menebaknya.


"Apa ma?" Yasmin tentu saja tidak tahu dan tidak ingin berpikir untuk menemukan jawaban nya. Saat ini ia sudah sangat penasaran.


"Dia menyalakan Video por-no dari ponselnya. Dia bahkan menyalakan suaranya dengan sangat keras. Jika ada orang yang ada di depan pintu, aku yakin orang itu pasti akan mendengarnya juga. Namun untungnya hari sudah cukup malam dan semua pelayan sudah kembali ke paviliun mereka. Jika tidak, aku yakin mereka pasti akan mengira jika aku berbuat macam-macam dengannya." Miranti menyipitkan matanya. Satu hal yang menjadi perhitungan nya bahwa ia tidak pernah menceritakan masalah ini adalah kemungkinan bahwa meskipun ia menceritakan hal ini, belum pasti akan ada orang yang akan percaya. Jadi dia menyembunyikan nya di dalam hati selama ini.


Yasmin sangat terkejut mendengar cerita Miranti. Karena masalah ini bukan hanya sangat aneh, tetapi juga mencurigakan. Sepertinya. Tujuan Andika bukanlah untuk membuat sensasi yang akan merusak nama baik Miranti. Jika tidak, dia tidak akan bertindak di malam hari saat rumah dalam keadaan sepi. Tapi apa tujuannya?


Tanpa disadari oleh keduanya, seseorang sedang menguping pembicaraan mereka dari balik daun pintu yang tidak jauh dari tempat mereka. Mata orang itu tampak rumit.


*


*


Menikah Dengan Saingan Mantan Suami #33


...Terima kasih sudah mampir 😘...


...Jangan lupa Like, vote dan komen ya...👍...


...Follow juga akun Author nya....

__ADS_1


...☘️Queen_OK☘️...


__ADS_2