
Mendengar nama orang yang akan datang, tiba-tiba gerakan Noah yang masih menikmati makanan nya tiba-tiba berhenti dan raut wajahnya juga berubah menjadi suram. Yasmin tentu saja melihat dengan jelas perubahan besar itu. Yasmin mengingat tamu yang dibicarakan oleh paman Adi itu. Dia adalah salah satu sepupu papa Noah. Dia lah yang selama ini menginginkan posisi Noah dan berusaha keras untuk menjatuhkan Noah dengan mencari-cari masalah dengan keponakannya itu.
"Wah wah. Sepertinya aku datang di waktu yang tepat." Tanpa diundang, pria paruh baya bernama Andika itu tiba-tiba masuk ke dalam ruang makan. Berdiri di ujung meja dan bersiap untuk duduk.
"Pelayan siapkan piring untukku." Ucap Andika begitu ia duduk. Paman Adi segera mengambilkan peralatan makan untuknya.
"Ada apa kamu datang?" Tanya Kakek Andra langsung.
"Paman, aku hanya datang untuk berkunjung. Sebagai junior, aku juga tidak bisa akan melupakan kewajiban terhadap seniorku kan?" Jawab Andika dengan sengaja menyinggung Noah.
"Baiklah. Kalau begitu duduk dan makanlah dengan baik. Jangan sampai kamu mengatakan jika sebagai senior, aku menindas juniorku." Kakek Andra menjawab dengan datar. Ia menatap Andika dengan wajah memperingatkan. Tidak apa jika Andika bertindak semaunya pada hari biasa. Tetapi hari ini adalah hari pertama cucu menantunya datang berkunjung. Ia tidak boleh membiarkannya melihat jika keluarga Grayson mudah ditindas dan dijadikan lelucon oleh orang lain. Atau Yasmin akan mengira jika dia juga akan ditindas suatu hari nanti.
"Pftt." Miranti hampir saja tidak dapat menahan tawanya. Sebenarnya kakek Andra memperlakukan Andika seperti seorang anak kecil dengan membujuknya untuk makan. Lalu sekaligus untuk memperingatkan nya untuk bertindak kurang ajar.
"Ehem. Baiklah paman." Andika berdehem sebelum mulai makan dengan tenang.
Setelah Andika bergabung di meja makan, suasana yang tadinya terlihat harmonis menjadi tidak nyaman. Apalagi Noah yang sejak Andika datang sudah tidak baik. Jika dia tidak datang bersama dengan Yasmin hari ini dan mengingat jika Yasmin masih belum makan banyak malam ini, ia akan segera pergi dari sana. Sejak awal Noah memang tidak menyukai pamannya ini.
"Kakek, kami sudah selesai. Kami akan naik dulu." Noah mengelap bibirnya dengan tisu. Lalu menggandeng tangan Yasmin yang memang juga sudah selesai makan.
"Baiklah. Kalian tidur di sini saja malam ini. Terlalu melelahkan untuk pulang larut malam. Aku sudah menyuruh seseorang untuk menyiapkan kamar kalian." Ucap Miranti sambil tersenyum, namun ia sebenarnya tidak ingin kedua orang ini pergi lebih cepat. Jika bukan karena ada Andika yang datang yang pasti akan membuat masalah, dia tidak akan membiarkan Noah membawa Yasmin pergi. Sebaliknya, ia akan menahan menantu perempuannya untuk diajak berbicara sesama wanita.
"Hei bukankah kalian terlalu tidak sopan?" Tetapi agaknya Andika tidak akan puas sebelum ia membuat masalah. Jadi ia berdiri dan berbicara dengan lantang.
"Aku sudah memberi kalian contoh bagaimana caranya menyapa yang lebih tua. Namun kalian bukan hanya tidak berlajar tetapi masih mengabaikan aku dengan sengaja. Apa di mata kalian tidak memandang orang yang lebih tua?" Lanjut Andika dengan sengaja memprovokasi.
__ADS_1
Noah berhenti. Secara otomatis Yasmin juga berhenti. Noah lalu menoleh dan memandang Andika dengan sinis. "Oh.... Jadi seseorang masih merasa menjadi orang yang lebih tua sementara beberapa hari yang lalu, demi merusak nama reputasi juniornya masih menyuruh orang datang untuk membuat keributan di proyek hingga menyebabkan kekacauan di perusahaan dan saham perusahaan yang hampir saja anjlok?" Ucap Noah tanpa ragu. Awalnya ia ingin menyembunyikan hal ini dari kakeknya, namun pamannya ini benar-benar tidak tahu diuntung.
"Apa maksudmu? Aku benar-benar tidak mengerti." Tentu saja Andika tidak akan mengakui apapun. Selama tidak ada bukti, jika dia sendiri tidak mengakuinya juga tidak ada yang akan percaya dengan tuduhan tanpa dasar.
"Hem... Sepertinya usia yang sudah tua menjadi salah satu penyebab seseorang melupakan beberapa hal dengan mudah. Tapi tak apa, aku sebagai junior yang baik akan menyimpan dengan baik pelajaran dari seniornya." Noah mencibir. Lalu menoleh dan berkata pada paman Adi.
"Paman Adi, tolong ambilkan tas kerjaku."
"Baik tuan muda." Paman Adi segera bergegas. Naik ke lantai dua dan masuk ke dalam ruang kerja Noah.
"Kalian berdua ikut aku ke ruang kerjaku sekarang." Kakek Andra memerintah dengan tegas. Yang ia maksud adalah Noah dan Andika, dilihat dari pandangan matanya.
"Yasmin ayo ikut mama. Kita ngobrol dengan santai. Biarkan saja para lelaki yang mengobrol dengan serius." Miranti ikut bangun dari duduknya dan menghampiri Yasmin yang ada di samping Noah.
"Pergilah. Nanti aku akan mencarimu." Ucap Noah saat Yasmin bertanya dengan tatapan matanya.
Meskipun Yasmin sudah menjadi menantu di keluarga Grayson selama satu bulan, ia sama sekali tidak mengenali semua tempat dan ruangan di kediaman yang sangat besar itu. Yasmin selalu datang dengan Noah dan hanya sebentar di sana. Selain kamar, ruang tamu dan ruang makan, Yasmin belum pernah datang ke tempat yang lainnya.
Kali ini Miranti sedikit memperkenalkan seluk beluk ruangan di kediaman Grayson. Miranti sendiri sudah menghabiskan lebih dari setengah usianya tinggal di tempat ini.
Dan dari penjelasan Miranti, Yasmin baru mengetahui jika sebenarnya rumah yang sangat besar ini pada dasarnya hanya ditinggali oleh tiga orang saja. Kakek Andra, Miranti dan juga paman Adi sebagai kepala pelayan sekaligus orang kepercayaan. Semua pelayan yang dilihat Yasmin sangat banyak itu sebenarnya memiliki tempat tinggal yang terpisah dari bangunan utama.
"Nah, tour kita malam ini sudah selesai. Pada dasarnya semua ruangan di rumah ini semuanya boleh kamu masuki bahkan ruang kerja ayah sekalipun." Ucap Miranti setelah mereka selesai berkeliling dan duduk di bangku di pinggir kolam.
"Terima kasih ma." Yasmin mengangguk paham. Namun meskipun begitu, ia tetap saja tidak bisa masuk ke beberapa ruangan itu dengan seenaknya.
__ADS_1
"Mama sudah tinggal di sini sangat lama ya?" Tanya Yasmin saat melihat Miranti yang menatap langit malam yang luas. Tampak binar kerinduan di mata sendu itu.
"Ya. Keluarga mama bukanlah Tidka berasal dari sini. Keluarga mama tinggal di sebuah pulau kecil. Mama bertemu dengan mendiang papanya Noah saat mama sedang kuliah sambil bekerja paruh waktu."
Setelah itu, cerita yang panjang mengenai kisah-kisah masa lalu yang indah pun terdengar. Namun kebahagiaan tidak selamanya akan bertahan. Ujian, cobaan dan musibah silih berganti datang di sela-sela kebahagiaan.
Mendiang Papa Noah adalah anak tunggal. Namun beberapa sepupu papa Noah selalu saja menargetkan posisi pemimpin dari perusahaan Grayson yang seharusnya menjadi milik Noah karena Noah lah pewaris sah Grayson Grup.
Demi mempertahankan posisi Noah dalam perusahaan, sejak suaminya meninggal lebih dari dua puluh tahun yang lalu, ia menggantikan posisi Papa Noah dalam memimpin perusahaan yang sempat mengalami penurunan setelah kematian papa Noah. Pada saat itu, hampir tidak ada orang yang membantunya. Bahkan para sepupu yang awalnya ingin cepat-cepat berebut posisi juga menghindar.
Kakek Andra dan Miranti bekerja keras selama beberapa tahun sampai pada Akhirnya sedikit demi sedikit mereka dapat membalikan keadaan dan kembali membesarkan Grayson Grup.
Setelah Grayson Grup mulai bangkit, semua orang kembali memasang mata mereka dan berniat merebut posisi dengan alasan Miranti yang seorang wanita dan hanya menantu tidak berhak menjadi pemimpin. Mereka bahkan berkelit jika mereka hanya akan menjadi pemimpin sementara dan akan mengembalikannya pada Noah pada saatnya nanti. Tetapi hari manusia dapat menyembunyikan kejahatan dengan sangat dalam. Dengan tegas Miranti menolaknya.
Mendapatkan penolakan dari Miranti, semua orang segera memusuhi Miranti. Mereka akan memikirkan banyak cara untuk menjatuhkan wanita pekerja keras itu. Berkecimpung di dalam dunia bisnis yang kejam selama hampir dua puluh tahun membuat Miranti yang ceria perlahan-lahan menghilang. Menjadi seorang wanita karir yang berkharisma. Sehingga pada saat ini, meskipun Yasmin melihat Miranti yang terlihat santai namun memancarkan aura yang tidak dapat ia jelaskan.
*
*
Menikah Dengan Saingan Mantan Suami #32
...Terima kasih sudah mampir 😘...
...Jangan lupa Like, vote dan komen ya...👍...
__ADS_1
...Follow juga akun Author nya....
...☘️Queen_OK☘️...