Menikah Dengan Saingan Mantan Suami

Menikah Dengan Saingan Mantan Suami
Bab 37. Selamat Bekerjasama


__ADS_3

"Baiklah. Namun saya harus mengingatkan anda bahwa saya ini sangat tidak dapat menerima ketidaksempurnaan. Saya tidak akan menerima kerjasama yang tidak masuk akal seperti yang anda ajukan melalui sekretaris saya sebelumnya. Jadi pastikan terlebih dahulu apakah pengajuan kontrak kali ini sesuai. Jika tidak, lebih baik kita tunda sekali lagi sampai anda benar-benar dapat merevisinya dengan baik." Yasmin meminta dokumen kerjasama yang telah ia koreksi dari Surya. Ada beberapa coretan di dalamnya. Dengan keras ia lemparkan berkas itu ke atas meja.


Sammy semakin kesal. Ia semakin merasa dipermainkan oleh Yasmin. Sammy mengepalkan tangannya sambil menggertakkan giginya.


Melihat wajah Sammy yang memerah seperti hampir meledak itu, Yasmin semakin bersemangat. Namun ia tidak boleh melewati batas hari ini. Kalau tidak, semua rencananya akan gagal. Jadi dia harus menahan diri untuk menunggu saat yang tepat. Lagipula, menyiksa orang itu harus secar perlahan-lahan agar dapat menikmati ekspresi wajah orang itu dengan seksama.


"Tapi memandang hubungan kita di masa lalu yang cukup baik, saya akan melewatkannya untuk kali ini. Tapi ingat untuk lain kali, periksa semuanya sebelum diberikan padaku." Ucap Yasmin dengan santai. "Linda, berikan dokumen itu pada Surya." Lanjut Yasmin memandang Linda yang segera terkejut.


"Ba-baik Nyonya." Jawab Linda gugup. Tanpa sadar ia melakukan apa yang diperintahkan oleh Yasmin dan memberikan dokumen itu pada Surya. Sammy meliriknya kesal. Memang benar jika kontrak itu harus diserahkan pada Yasmin agar kerjasama yang telah ia impikan dapat segera terlaksana. Tapi melihat Yasmin yang begitu sombong membuatnya kesal.


Surya menerima kontrak itu. Membacanya dengan seksama dan memberikan kontrak itu pada Yasmin setelah ia selesai memeriksa nya. "Nyonya, kontrak ini sudah sesuai." Ucap Surya.


Yasmin mengangguk kan kepalanya. Ia tidak memeriksanya lagi. Surya adalah anak buah kepercayaan Noah. Kemampuan dan kesetiaannya tidak perlu lagi diragukan. Jika dia bilang kontraknya tidak ada masalah, maka berarti tidak.


"Bagus. Kalau begitu mulai saat ini kita bekerja sama. Untuk detailnya lakukan seperti yang tertulis di dalam kontrak. Ingat, sediakan satu ruangan di kantor Gutama untukku. Karena saya yang bertanggung jawab atas kerjasama ini, saya akan sering-sering datang untuk melihat-lihat pekerjaan. Bagaimana pun, Saya tidak mau perusahaan suamiku merugi sesen pun." Ucap Yasmin. "Kalau setuju tanda tangani. Kalau tidak, saya juga tidak akan memaksa." Lanjut Yasmin meletakkan dokumen itu di atas meja.


Sammy tidak perlu berpikir lama untuk menyetujui permintaan Yasmin. Lagipula hanya sebuah ruangan saja tidak masalah. Jadi dia segera membubuhkan tanda tangan nya di atas kertas itu sebelum menyerahkannya kembali pada Yasmin untuk ditandatangani.


"Pembicaraan ini telah selesai. Selamat atas kerjasama kita ini tuan Sammy. Saya sudah tidak sabar untuk dapat bekerja sama dengan orang seperti anda." Yasmin berdiri. Lalu mengulurkan tangannya untuk menjabat tangan Sammy.

__ADS_1


Sammy memandang Yasmin dengan terkejut. Dia tidak pernah menyadari jika wanita yang pernah menjadi istrinya ini terlihat sangat cantik saat dia bersemangat dan penuh energi seperti ini. Kenapa dia tidak pernah melihatnya di masa lalu? Namun saat ia Mengingat bagaimana Yasmin sangat mencintainya di masa lalu, tidak mungkin dapat menghilangkan cinta itu dengan begitu mudah. Apalagi dengan cepat menggantikan cintanya pada orang lain. Ini tidak mungkin. Melihat betapa bahagianya Yasmin, mungkinkah wanita ini begitu bersemangat untuk dapat bekerjasama sama karena dia ingin kembali bersama dan merebutnya dari Marsya?


Namun kenyataannya di dalam hati Yasmin sangat bertolak belakang dengan Sammy. Yasmin bukan karena dia bersemangat karena dia ingin bersamanya dan mengingat masa lalu, melainkan Yasmin yang saat ini sedang bersemangat menikmati perannya sebagai pemain utama wanita yang menindas laki-laki be-reng-sek. Yasmin baru tahu mengapa banyak di dalam cerita yang menulis pembalasan tentang pemeran wanita yang tertindas pada pasangan wanita ja-lang dan laki-laki be-reng-sek adalah karena perasaan itu memang sangat menyenangkan.


Setelah selesai meeting dengan Sammy, Surya mengantarkan Yasmin kembali ke rumah. Fokus Yasmin adalah kerjasama dengan PT.Gutama. Bukan bekerja seperti karyawan lainnya. Apalagi ini adalah hari pertamanya bekerja. Jadi tidak banyak yang dapat dia lakukan.


"Bagaimana kalau aku memasak makanan untuk Noah saja ya? Hari ini aku sangat bersemangat." Ucap Yasmin saat ia baru masuk ke dalam rumah. Lalu seperti yang dikatakannya, setelah mengganti pakaiannya dengan pakaian rumah yang santai, Yasmin pergi ke dapur.


"Nyonya, apa yang bisa saya bantu?" Seorang bibi pelayan datang bertanya. Dua orang pelayan lain ikut mendekat. Dulu Pelayan di apartemen itu tidak tinggal di sana sepanjang waktu. Mereka hanya bertugas untuk membuat sarapan saja. Lalu membersihkan rumah setelah Noah berangkat bekerja. Lalu pulang setelah itu. Tapi setelah Noah menikah dengan Yasmin, tugas mereka bertambah dengan memasak makan malam. Dan baru pulang setelah itu.


"Tidak apa-apa bibi Wati. Saya hanya ingin memasak sesuatu untuk Noah saja." Jawab Yasmin.


"Tidak apa-apa bibi. Hari ini aku senang. Jadi ingin memasak sendiri." Jawab Yasmin santai. Ia mulai mengikat rambutnya yang panjang agar tidak mengganggunya memasak.


"Tapi nyonya, jika tuan mengetahuinya, kami bisa dipecat." Kedua pelayan di belakang bibi Wati menganggukkan kepala mereka setuju.


"Tidak akan. Saya berani menjaminnya." Jawab Yasmin masa bodoh. Ia mulai membuka lemari es. Mencari bahan masakan yang dapat ia masak. Jujur, ia masih tidak tahu harus memasak apa. Lihat di dalam lemari es ada apa, baru dipikirkan.


"Kalau begitu nyonya, biarkan kami membantu anda." Ucap bibi Wati penuh harap.

__ADS_1


"Hemmm... Baiklah." Jawab Yasmin kemudian. Lagipula ia masih tidak mengenal isi dapur ini. Akan memerlukan waktu untuk menemukan beberapa hal di dalamnya. Jika ada bantuan, pasti akan lebih mudah.


Yasmin sibuk di dapur untuk memasak. Meskipun Yasmin setuju untuk menerima bantuan dari bibi Wati, namun tidak berarti bibi Wati akan membantu memasak. Yasmin hanya meminta bantuannya untuk menemukan beberapa bahan masakan. Selain itu meminta bibi Wati duduk dan menunggu perintah darinya. Namun bibi Wati tidak berani terlalu bebas. Dia tidak duduk dan hanya berdiri di samping. Sambil memperhatikan cara Yasmin memasak.


Setelah bergelut dengan perlengkapan dapur dan hanya tinggal menyiapkan satu masakan lagi, beberapa anak rambut yang awalnya diikat rapi mulai berantakan. Mengganggu pergerakan Yasmin. Namun tangan Yasmin sedang terbungkus plastik saat ini.


"Bibi Wati, tolong bantu saya mengikat rambut yang menggangu ini." Ucap Yasmin tanpa mengalihkan perhatiannya dari adonan perkedel yang sedang is persiapkan.


*


*


Menikah Dengan Saingan Mantan Suami #37


...Terima kasih sudah mampir 😘...


...Jangan lupa Like, vote dan komen ya...👍...


...Follow juga akun Author nya....

__ADS_1


...☘️Queen_OK☘️...


__ADS_2