
Marsya harus dibawa ke rumah sakit setelah ia kembali. Di tengah perjalanan pulang tiba-tiba saja perutnya sakit dan Sammy segera membawanya pergi ke sana untuk diperiksa. Akhir-akhir ini Marsya sangat sering kontraksi dan dokter berkata jika Marsya tidak dapat mengontrol amarahnya dan kondisi ini terus berlanjut, kondisinya akan memprihatinkan. Bahkan resiko paling parahnya adalah mereka terpaksa mengeluarkan bayinya lebih awal untuk menyelamatkan keduanya.
Dan malam ini untuk dapat memantau kondisi Marsya dan juga kandungannya, ia harus menginap di rumah sakit. Namun bukannya menyadari jika kondisinya menjadi seperti ini karena ia yang selalu ingin membuat masalah dengan Yasmin tetapi malah melimpahkan semua kesalahan atas kondisinya pada Yasmin. Menurutnya, karena Yasmin lah yang membuatnya selalu ingin marah.
"Sammy, kamu membiarkan saja wanita itu menindasku. Apalagi kamu malah menyetujui syaratnya. Apa kamu mau aku dan putra kita meninggal karena marah?" Marsya menggerutu setelah dokter selesai melakukan pemeriksaan dan keluar dari ruangan rawat inapnya.
"Mau bagaimana lagi. Meskipun syarat yang diajukan Yasmin memang agak berlebihan, itu memang sudah sewajarnya. Apalagi si Noah itu sepertinya sangat memanjakan Yasmin. Membiarkannya mengambil keputusan besar perusahaan begitu saja. Aku khawatir jika aku tidak setuju, kesempatan untuk dapat bekerja sama dengan perusahaan Grayson tidak akan ada sama sekali di masa depan. Sayang, bersabarlah dulu. Untuk sementara ini kamu menajuh saja dari Yasmin agar kamu tidak dibuat marah olehnya. Jangan menyakiti diri sendiri dengan wanita seperti Yasmin. Kamu harus ingat jika kamu masih ada aku. Aku tidak akan membiarkan kamu dan anak kita ditindas di masa depan." Sammy memeluk Marsya dengan lembut. Mengelus kepalanya dengan penuh kasih sayang.
"Huh! Meskipun aku kesal. Aku juga harus setuju untuk menjauhi wanita si-al seperti Yasmin itu!" Umpat Marsya mengepalkan tangannya.
Sementara itu, di kamar presidential suite yang mewah di hotel bintang lima, Yasmin yang sedang membersihkan wajahnya dari tumpukan make up yang diaplikasikan di wajahnya tiba-tiba tersedak dan terbatuk cukup parah. Noah yang baru saja keluar dari kamar mandi segera menghampirinya. Namun sayangnya, ia tidak memiliki pengalaman untuk membantu Yasmin. Jadi dia hanya menunggu diam berdiri di samping.
"Ada apa? Apakah perlu ke rumah sakit?" Tanya Noah setelah batuk Yasmin berhenti dan meminum seteguk air yang diambilnya sendiri.
"Eh? Tidak perlu." Yasmin mengernyitkan alisnya.
"Tapi kamu batuk-batuk barusan. Apa kamu flu?"
"Tidak tidak. Tidak perlu. Aku tidak apa-apa. Mungkin suhu kamarnya terlalu dingin saja. Lagipula meskipun memang flu juga tidak perlu ke rumah sakit." Yasmin menggelengkan kepalanya. Hanya flu saja tidak perlu menemui dokter dan menambah pekerjaan mereka. Biarkan dokter mengobati mereka yang benar-benar sakit saja.
"Tidak bisa begitu. Meskipun hanya flu juga tidak boleh diremehkan. Cepat ganti baju aku akan membawamu ke rumah sakit sekarang juga." Noah memegang tangan Yasmin dengan khawatir.
__ADS_1
"Tidak Noah. Aku tidak sakit. Flu memang tidak boleh diremehkan. Namun juga tidak harus selalu diperiksa ke dokter karena kita bisa melakukan beberapa langkah awal untuk mengobati flu ringan sehingga tidak menjadi semakin parah. Lagipula aku juga tidak sedang terkena flu. Ini sepertinya karena seseorang sedang mengumpat di belakangku saja. Tidak apa-apa." Yasmin mencoba memberi penjelasan. Ia sangat tersentuh melihat betapa perhatiannya Noah padanya, namun perhatian ini sepertinya terlalu berlebihan.
"Jadi kamu benar-benar tidak perlu ke rumah sakit?" Tanya Noah sekali lagi. Ia masih tidak tega.
"Hah? Apa maksudmu?" Noah mengerutkan alisnya. Ia tidak mengerti ucapan Yasmin.
"Seperti ini, orang-orang tua bilang jika tiba-tiba saja kita merasa punggung kita dingin atau tersedak tanpa sebab, itu mungkin sebuah pertanda jika ada seseorang yang sedang memaki atau memarahi kita. Seperti itu."
"Apa ada hubungannya?"
"Entahlah. Tapi kenapa kita malah membicarakan hal tidak penting seperti ini. Coba saja pikirkan, malam ini adalah malam pertama kita. Jika aku tiba-tiba pergi ke rumah sakit saat ini, di jam tengah malam seperti ini, apa yang akan mereka pikirkan?" Noah termenung mendengar ucapan Yasmin.
"Tidak perlu. Aku sungguh tidak apa-apa."
"Baguslah, kalau begitu bukankah sekarang waktunya menyempurnakan malam pertama kita." Secara tiba-tiba, Noah memeluk Yasmin. Membisikkan beberapa kata di telinganya hingga membuat seleuruh wajah Yasmin memerah.
"Mm. Aku rasa memang begitu." Yasmin tidak ingin kalah. Ia mengabaikan rasa malu sekaligus canggungnya dan mengalungkan tangannya di leher Noah dengan memasang senyum menggoda.
Noah tidak menyangka akan melihat sisi Yasmin yang centil. Namun sepertinya ia memang menyukai sisi Yasmin yang seperti ini.
"Yasmin, aku memang pernah mengatakan jika niatku menikahimu adalah untuk mendapatkan keturunan. Tapi aku ingin bertanya padamu sekali lagi sebelum kita melanjutkan hal ini. Pikirkan baik-baik karena setelah kamu memutuskan, aku tidak akan membiarkanmu mengubah keputusan meskipun kamu memohon padaku." Noah menatap mata Yasmin dengan serius. Membuat Yasmin mau tidak mau teralihkan dari tindakannya yang berani barusan dan membalas tatapan Noah.
__ADS_1
"Yasmin, apa kamu bersedia menjadi ibu dari anak-anakku meskipun saat ini kita tidak saling mencintai?" Lanjut Noah.
Yasmin tertegun. Sejak ia memutuskan untuk membalas dendam pada Sammy dengan bekerjasama dengan Noah, ia sadar jika tidak akan ada jalan untuk kembali. Jadi sejak awal ia sudah memantapkan hati nya. Ia tidak menyangka jika Noah akan bertanya padanya mengenai masalah ini.
"Noah, sejak aku memutuskan untuk menerima kerjasama diantara kita, aku sudah memutuskan untuk hidup denganmu. Seperti yang kita setujui pada perjanjian kita. Mengenai cinta, bagi orang yang pernah disakiti oleh cinta seperti aku ini, cinta sudah bukan lagi prioritas. Kurang cinta apa aku dulu pada Sammy, tapi pada akhirnya, aku tersakiti. Yang terpenting bagiku saat ini adalah membalas dendam atas kematian papa dan juga anakku. Lalu hidup dengan baik bersamamu." Jawab Yasmin dengan yakin.
*
*
*
Menikah Dengan Saingan Mantan Suami #24
...Terima kasih sudah mampir 😘...
...Jangan lupa Like, vote dan komen ya...👍...
...Follow juga akun Author nya....
...☘️Queen_OK☘️...
__ADS_1