Menikah Dengan Saingan Mantan Suami

Menikah Dengan Saingan Mantan Suami
Bab 31. Raja Dan Ratu Drama


__ADS_3

Yasmin mengikuti Noah pergi ke lantai dua. Lalu masuk ke sebuah kamar dengan pintu kayu dengan ukiran yang terlihat mewah. Di dalam kamar, kakek Noah berbaring di atas ranjangnya yang besar. Miranti duduk di sampingnya sambil memijiti kaki pria tua yang menjadi ayah mertuanya. Tidak jauh dari keduanya, seorang dokter paruh bay berdiri sambil membawa koper miliknya. Saat pintu dibuka, suara Miranti yang berbicara sambil sesenggukan mulai terdengar.


Merasa khawatir, Yasmin kembali menoleh pad Noah namun dia tetap mendapati ekspresi wajahnya yang tetap datar tampak tidak terpengaruh sama sekali.


"Terima kasih banyak dokter Roni. Mohon maaf telah merepotkan anda." Ucap Noah saat ia berpapasan dengan dokter paruh baya yang merupakan dokter keluarga Grayson.


"Tidak masalah tuan muda. Kalau begitu saya mohon pamit." Dokter Roni tersenyum. Lalu berbalik dan keluar dari ruangan itu.


"Sudah cukup. Cepat bangun." Ucap Noah.


"Noah, kakekmu benar-benar sakit. Jangan seperti itu." Miranti menghapus air matanya saat ia berbicara.


"Oh ya? Sejak kapan orang sakit diperbolehkan merokok di saat ada dokter di sekitar?" Sinis Noah sambil menatap puntung rokok yang masih mengeluarkan asap di dalam asbak kaca.


"Huh! Ketahuan ya?" Secara tiba-tiba, Kakek Andra, kakek tua yang sejak awal menutup matanya rapat membuka mata dan bangun.


"Huh!"


"Ayah, sudah aku bilang tadi agar ayah tidak merokok. Noah sangat teliti pasti akan tahu kan?" Gumam Miranti dengan suara yang agak rendah. Namun karena suasana uang sunyi di dalam kamar, suara Miranti yang rendah pun dapat terdengar.


"Aku mana tahu jika dia akan datang secepat itu. Biasanya dia kan datang hampir tengah malam." Bisik kakek Andra dengan suara yang rendah juga.


"Berhenti bermain-main. Apa kalian tidak malu dengan usia kalian?" Lanjut Noah mencibir pasangan menantu dan ayah mertua yang sedang berakting itu. Mereka memang sengaja tidak menahan suara mereka untuk didengar Yasmin dan Noah.


"Baiklah baiklah. Mau bagaimana lagi. Aku sebagai orang yang sudah tua ini juga bisa rindu pada cucunya sendiri kan? Tapi cucunya bahkan tidak pernah berinisiatif untuk datang menjenguk kakeknya yang sudah tua dan menyedihkan ini." Kakek Andra berbicara dengan nada yang seakan-akan sedang ditindas.

__ADS_1


Noah memijit pelipisnya tanpa daya. Ia memang jarang kembali ke kediaman lama selama ini. Setelah ia menikah dengan Yasmin satu bulan yang lalu pun ia juga tidak pernah datang atau mengajak Yasmin datang.


"Ada banyak pekerjaan di kantor." Jawab Noah singkat.


"Apa kamu juga mengerjakan semuanya sendiri? Bukankah ada banyak bawahan yang mengerjakannya untukmu? Kamu ini hanya cari-cari alasan saja kan?" Sengit Kakek Andra.


"Mana bisa seperti itu. Meskipun ada banyak bawahan yang bekerja di kantor, tetapi tidak semua pekerjaan dapat mereka kerjakan. Masih harus aku sendiri yang mengerjakannya. Lagipula Yasmin juga punya pekerjaan. Kediaman ini jauh. Jika aku sering membawanya datang, aku khawatir Yasmin akan kelelahan." Yasmin yang tiba-tiba masuk ke dalam percakapan dan menjadi alasan tanpa sebab melirik Noah tidak terima. Selama ini bukannya ia yang tidak mau. Ia beberapa kali bertanya pada Noah apakah tidak pergi ke kediaman lama, tapi Noah yang selalu beralasan ini dan itu.


"Huh! Meskipun aku tidak suka, tetapi harus aku akui jika kamu memang benar. Namun meskipun begitu, aku harap kalian masih dapat menyempatkan diri untuk datang kemari. Setidaknya satu bulan sekali saja sudah cukup."


"Tenang saja kakek. Yasmin dapat menjamin jika setiap bulan kami akan datang menjenguk kakek dan mama di sini. Jika Noah tidak bersedia datang, Yasmin bisa kok datang sendiri." Yasmin melirik Noah dengan puas. Siapa suruh dia menjadikannya alasan.


"Anak baik. Kamu memang cucu menantu yang sangat pengertian. Kalau begitu aku sudah dapat tenang."


"Baiklah paman Adi. Kami akan segera turun." Miranti berdiri dan tersenyum.


"Sayang, kamu baru datang pasti belum makan malam kan? Ayo ayo Mama akan membawamu makan." Miranti segera menggamit lengan Yasmin. Merebutnya dari Noah yang memeluk pinggangnya dengan posesif sejak mereka masuk. Yasmin tidak keberatan dan mengikuti Miranti dengan bahagia.


Noah sebenarnya juga tidak sepenuhnya acuh. Melihat ibunya yang meninggalkan kakeknya sendirian segera mendekat dan membantu kakeknya turun dari ranjang.


Di atas meja makan yang besar, berbagai macam makanan tersaji rapi di atasnya. Semua makanan yang tersedia semuanya dimasak oleh koki yang dulunya pernah bekerja di salah satu hotel bintang lima. Karena rasa masakannya yang lezat, kakek Andra menariknya untuk menjadi juru masak di kediamannya sampai saat ini. Jadi rasa makanannya tidak perlu diragukan lagi.


Setelah Miranti mengambilkan makanan untuk ayah mertuanya dan dirinya sendiri, Yasmin juga segera mengambilkan makanan untuk Noah. Memilihkan beberapa lauk yang disukai oleh Noah. Sejak kecil Noah tidak pernah dilayani untuk mengambil makanannya karena ia tidak akan pernah mau makan makanan yang telah disentuh oleh orang lain, jadi saat semua orang melihat bagaimana Yasmin mengambilkan makanan untuknya Noah dan Noah yang menerimanya dengan senang hati masih membuat semua orang bahagia. Melihat interaksi keduanya, kakek Andra dan Miranti telah melepaskan sedikit rasa kekhawatiran mereka selama ini yang khawatir jika Noah akan menghabiskan sisa hidupnya sendirian selamanya.


"Sayang terima kasih telah datang dalam hidup Noah kami." Miranti berbicara dengan tulus dengan penuh keharuan.

__ADS_1


"Mama tidak perlu berterima kasih padamu. Justru Yasmin yang harusnya berterima kasih telah dipertemukan dengan Noah dan membuat Yasmin dapat kembali merasakan hangatnya cinta sebuah keluarga. Yasmin sangat bersyukur untuk ini semua ma." Yasmin menatap Miranti.


"Sudah. Jangan bicara saat makan." Kakek Andra segera menghentikan kedua wanita yang mulai terbawa perasaan itu. Di hari yang bahagia jangan sampai rusak gara-gara hal yang menyedihkan.


Setelah ditegur oleh kakek Andra, meja makan kembali tenang. Hanya menyisakan suara dentingan sendok dan garpu yang bersentuhan dengan piring.


"Tuan besar, tuan Andika datang meminta bertemu." Paman Adi datang dan melaporkan.


Mendengar nama orang yang akan datang, tiba-tiba gerakan Noah yang masih menikmati makanan nya tiba-tiba berhenti dan raut wajahnya juga berubah menjadi suram. Yasmin tentu saja melihat dengan jelas perubahan besar itu. Yasmin mengingat tamu yang dibicarakan oleh paman Adi itu. Dia adalah salah satu sepupu papa Noah. Dia lah yang selama ini menginginkan posisi Noah dan berusaha keras untuk menjatuhkan Noah dengan mencari-cari masalah dengan keponakannya itu.


"Wah wah. Sepertinya aku datang di waktu yang tepat." Tanpa diundang, pria paruh baya bernama Andika itu tiba-tiba masuk ke dalam ruang makan. Berdiri di ujung meja dan duduk tanpa dipersilahkan.


*


*


Menikah Dengan Saingan Mantan Suami #31


...Terima kasih sudah mampir 😘...


...Jangan lupa Like, vote dan komen ya...👍...


...Follow juga akun Author nya....


...☘️Queen_OK☘️...

__ADS_1


__ADS_2