Menikah Dengan Saingan Mantan Suami

Menikah Dengan Saingan Mantan Suami
Bab 20. Mengajukan Syarat


__ADS_3

"Uh." Pekik Marsya sambil menunjukkan ekspresi terkejut saat ia mengelus perutnya yang buncit. Ia harus mendapatkan kembali perhatian Sammy.


"Ada apa?" Sammy menoleh dengan cemas. Ia khawatir jika tiba-tiba Marsya kontraksi seperti saat mereka berada di dalam bandara. Bukankah saat itu mereka juga bertemu dengan Yasmin? Tiba-tiba hatinya yang saat itu terasa aneh segera menghilang dan diganti dengan kebencian. Ia berpikir jika Yasmin memang sumber dari kesialannya.


"Sepertinya bayi kita baru saja menendang tadi." Marsya memasang wajah bahagianya. Menarik yangan Sammy untuk menyentuh perutnya. Dengan begitu, selain ia bisa mendapatkan kembali perhatian Sammy ia juga sekalian mengingatkan Yasmin jika dia pernah kehilangan bayinya.


"Benarkah? Ha-ha-ha-ha. Maaf ya Noah, aku..."


"Panggil saja tuan Grayson seperti orang lain. Seingatku, Kita tidak sedekat itu baik di masa lalu maupun saat ini." Noah segera memotong ucapan Sammy.


"Eh? Eh? Ehem. Maaf-maaf. Ha ha. Sepertinya memang begitu. Tapi karena mengingat hubungan tuan Grayson dan Yasmin, bagaimana jika kita mulai dengan bekerja sama? Bukankah Anda berkata jika ingin berterima kasih?"


Yasmin menatapnya dengan perasaan kesal. Bagaimana dia bisa masuk ke dalam perangkap pria yang sangat tidak tahu malu seperti itu dulu. Dia saja dapat mengerti jika maksud Noah yang sebenarnya bahkan lebih untuk menyindirnya. Bagaimana dia bisa berpikir untuk memanfaatkan hal memalukan seperti itu untuk mendapatkan kerjasama dengan Noah?


"Uh kalau ini aku harus meminta pendapat dari nyonya Grayson untuk menyetujuinya. Bagaimana pun mengingat masa lalu yang membuat orang marah akan sangat tidak nyaman. Dan sebagai seorang pria sejati dan suami yang baik, aku tidak akan membiarkan istriku menderita sekecil apapun itu." Ucap Noah dengan sengaja. Ia tidak dapat membuat Sammy mengerti dengan hanya menyindirnya, jadi dia katakan saja dengan begitu jelas.


Sammy yang mendengar ucapan Noah tertegun beberapa saat. Bukankah menghitung waktu antara Yasmin berpisah dengannya sampai saat ini tidak sampai satu tahun? Apakah mungkin ada cinta secepat itu padahal ia tahu Yasmin bukanlah orang yang mudah diambil hatinya.


"Sayang, Mantan suamimu mengajukan kerjasama dengan perusahaan kita. Bagaimana menurutmu?" Noah mengelus bahu Yasmin dengan lembut.


Yasmin menoleh dan tersenyum manis menatap Noah sebelum ia menoleh dan memiringkan bibirnya melirik Sammy yang tidak tahu malu. "Suamiku, Karena mengingat hubungan kami di masa lalu, bagaimana jika kita membiarkan mereka merasakan bagaimana bekerja sama dengan kita? Tapi tentu saja, juga karena melihat hubungan kami di masa lalu, yah.... Agar tidak ada ganjaln dalam kerjasama ini di masa depan, Sepertinya aku harus merepotkan tuan Sammy untuk menunjukkan ketulusannya." Yasmin tersenyum manis. Menatap Sammy dan Marsya bergantian.

__ADS_1


"Kamu! Apa yang kamu inginkan sebenarnya? Apa kamu lupa bhwa perusahaan itu adalah perusahaan yang didirikan oleh orang tuamu."


"Tentu saja saya tidak akan pernah lupa. Apa anda pikir setelah semua, saya akan melupakannya begitu saja?" Yasmin menggertakkan giginya. Bagaimana mungkin ia lupa! Tanpa sadar, ia mengepalkan tangannya yang menggamit lengan Noah. Noah tahu jika Yasmin hati Yasmin pasti sangat tidak nyaman saat ini. Jadi dia mengelus tangan kecil itu sebelum menggenggamnya untuk menenangkannya. Yasmin juga menyadari jika Noah pasti merasakan apa yang dia raskaan saat ini dan tahu jika pria itu sedang menenangkannya. Dengan adanya Noah di sampingnya, Yasmin dengan cepat dapat tenang dan kembali mendapatkan kepercayaan dirinya. Lalu dengan sombongnya, Ia melanjutkan kalimatnya sambil menatap Sammy merendahkan.


"Baru karena saya mengingat semua itulah saya berbaik hati mengizinkan suami saya memberi anda kesempatan. Itu hanya jika anda mau. Kalau tidak juga tidak apa-apa." Yasmin tersenyum licik. Dilihat dari manapun, senyum itu seperti menyimpan sesuatu yang buruk.


Sammy diam sementara waktu. Ia masih memikirkan apa yang ingin Yasmin minta padanya sebagai syarat. Ia tidak mau dirugikan dalam hal ini. Marsya juga cemas. Ia selalu melihat Yasmin yang penurut dan lemah di masa lalu, ia tidak pernah menyangka akan melihat Yasmin yang seperti ini.


"Bagaimana tuan Sammy? Apakah anda setuju? Saya sedikit lelah saat ini dan ingin segera beristirahat. Jika anda tidak segera memutuskan, lebih baik tidak usah saja." Ucap Yasmin tegas. Lalu menoleh dan merengek pada Noah dengan nada suara yang manja. Sangat bertolak belakang dengan saat ia berbicara pada Sammy. "Suamiku, aku lelah. Bolehkah aku undur diri sebentar?"


"Tentu saja. Aku akan mengantarmu beristirahat. Jangan sampai pengantin wanitaku menderita sedikit pun hari ini." Jawab Noah dengan lembut. Ia segera berbalik dan bersiap mengajak Yasmin pergi dari tempat itu.


"Tunggu! Katakan apa yang harus aku lakukan agar kalian setuju bekerja sama dengan perusahaan ku?" Sammy melihat mereka akan pergi dan segera memanggilnya kembali. Yasmin menarik sudut bibirnya. Ia berbalik. Begitu juga dengan Noah.


Dalam hal ini, Marsya lah yang lebih khawatir dibandingkan dengan Sammy. Bagaimana pun, dia lah yang telah merusak rumah tangga Yasmin. Saat ini ada kesempatan untuk membalasnya, apa Yasmin akan membalasnya saat ini? Bagaimana jika Yasmin meminta Sammy kembali. Atau memintanya untuk meninggalkannya? Memikirkannya, Marsya takut. Ia memegang erat lengan Sammy.


"Eh? Marsya, kenapa kamu terlihat sangat ketakutan? Tenang saja, aku tidak memiliki kebiasaan mengambil kembali apa yang sudah dibuang dan tidak aku inginkan. Jadi jangan khawatir jika aku akan meminta suamimu. Lagipula suamiku saat ini bahkan lebih baik berkali-kali lipat. Jadi jangan khawatir aku akan berebut barang rongsokan denganmu."


"Terima kasih atas pujuanmu sayang." Noah mengecup pucuk kepala Yasmin.


"Itu memang yang sebenarnya."

__ADS_1


"Yasmin, tolong jaga ucapanmu! Sekarang katakan saja dengan cepat. Jika tidak keterlaluan, aku akan melakukannya." Sammy ingin sekali menampar pipi Yasmin dengan keras untuk memberinya pelajaran. Namun melihat siapa yang ada di samping wanita itu dan bahwa berhasilnya kerjasama bergantung padanya, tentu saja Sammy tahu apa yang harus adalah menahan amarahnya. Setidaknya sampai ia memastikan kerjasama itu.


"Ah ha ha ha. Maaf. Maaf. Lihatlah aku yang sangat mudah lupa ini." Yasmin tertawa garing sebelum melanjutkan ucapannya.


"Yah, seperti yang telah saya katakan sebelumnya bahwa ini memang hal yang sudah seharusnya. Ini mengenai formalitas. Menurut tingkatannya, posisi kami berada jauh di atas kalian, jadi bukankah seharusnya kalian harus menunjukkan rasa hormat kalian pada kami?"


Sammy terkejut dengan apa yang dikatakan Yasmin. Memang benar seharusnya memang seperti itu. Tapi membayangkan jika dia harus memberi hormat pada Yasmin, membuatnya kehilangan kata-kata.


*


*


*


Menikah Dengan Saingan Mantan Suami #20


...Terima kasih sudah mampir 😘...


...Jangan lupa Like, vote dan komen ya...👍...


...Follow juga akun Author nya....

__ADS_1


...☘️Queen_OK☘️...


__ADS_2