
Ternyata, setelah pertemuan pertama dengan keluarga Grayson, itu bukanlah pertemuan satu-satunya sebelum pernikahannya dengan Noah seperti yang Yasmin kira. Sehari setelahnya, Miranti, ibu kandung Noah menjemputnya di toko rotinya dan mengajaknya keluar untuk pergi berbelanja.
Miranti hanya memiliki Noah saja, suaminya sudah lama meninggal bahkan sejak Noah masih sangat kecil. Sebagai seorang menantu di keluarga Grayson, Miranti mendapatkan kehormatan yang pantas didapatkan oleh seorang wanita bangsawan. Apalagi Miranti tidak menikah lagi setelah itu dan memilih untuk tetap menjanda. Membantu kakek Noah mengurus perusahaan yang hampir bangkrut setelah kematian ayah Noah. Membesarkan Noah dengan penuh kasih sayang. Selalu berusaha memberikan yang terbaik bagi Noah baik itu dari sisi kasih sayang, perhatian maupun pendidikan nya. Ia berharap agar Noah tumbuh tidak hanya menjadi anak yang cakap namun juga menjadi anak yang hangat dan bersahabat. Jujur saja, Miranti juga tidak tahu bagaimana Noah bisa berubah menjadi orang yang menolak segala macam sentuhan dengan lawan jenisnya. Bahkan menolak sentuhan dengannya yang merupakan ibu kandungnya sendiri.
Miranti sangat mengingat hari itu, hari dimana Noah pertama kalinya menolak sentuhannya dan bahkan muntah saat ia melihatnya. Hal ini membuat Miranti sebagi ibu sangat terpukul. Melihat menantunya sedih, kakek Noah membawa Noah pergi ke psikiater untuk melihat apakah ada yang salah dengan cucunya itu.
Menurut Psikiater, Noah mengalami hal yang membuat jiwanya tergoncang. Namun psikiater juga tidak tahu dengan pasti apa itu karena Noah sama sekali tidak ingin mengatakannya. Sejak saat itu hingga sekarang, Noah tidak pernah menyentuh seorang wanita. Dan yang lebih membuatnya tidak nyaman bahkan adalah ibunya sendiri.
Dengan keadaan putranya yang seperti itu, Miranti tidak bisa tidak mengkhawatirkan masa depan putranya. Dibandingkan dengan dewan direksi selalu menekan putranya dan memaksa putranya untuk menikah, Ia lebib mengkhawatirkan jika putranya tidak akan menikah selama hidupnya dan hidup sendirian sampai kapanpun. Jadi saat Noah berkata bahwa ia akan menikah, Miranti sangat bahagia dan penasaran wanita seperti apa yang membuat Noah memutuskan untuk menikah dengan nya.
Dua hari lalu saat Noah membawa Yasmin pulang ke rumah untuk menemui keluarga mereka, Miranti sangat bahagia karena melihat kedekatan Yasmin dan Noah, ia yakin bahwa mereka menikah bukan karena para orang tua itu yang memaksanya. Melihat calon menantunya, Miranti bahkan sangat puas dengannya. Yasmin baik hati dan juga lembut. Dia sopan santun dan tahu etika di dalam keluarga. Jadi meskipun ia juga tahu jika ini adalah pernikahan kedua Yasmin, ia tidak akan mempermasalahkan nya. Yang paling penting adalah saat ini Yasmin bersama putranya dan dapat membuat putranya bahagia. Masalah lain tidak ada hubungannya dengannya.
"Selamat siang Tante." Sapa Yasmin begitu ia masuk ke dalam mobil Miranti yang menjemputnya.
"Aduh aduh. Kenapa masih panggil Tante? Panggil mama saja ya." Miranti memeluk Yasmin hangat. Dengan sambutan Miranti yang sangat ramah padanya, membuat Yasmin sedikit tidak terbiasa. Bagaimana pun, ibu mertuanya yang dulu tidak menyukainya sejak awal dan bahkan tidak repot-repot bersandiwara untuk menyukainya di depannya. Saat ini tiba-tiba wanita yang akan menjadi ibu mertuanya memperlakukannya dengan sangat baik, Yasmin tidak bisa berkata-kata.
"Ba-baik mama. Mama tiba-tiba saja datang dan menjemput ku kemari. Ada apa ma?" Jawab Yasmin setelah Miranti melepaskan pelukannya.
"Ah ini, aku mau mengajakmu makan siang. Mama tidak menggangu kan?" Tanya Miranti dengan semangat.
"Tidak ma. Mama tidak menggangu sama sekali." Jawab Yasmin. Dia pemilik toko roti itu dan semua pegawainya dapat dipercaya. Jadi ia dapat dengan tenang menyerahkan urusan toko pada mereka.
__ADS_1
"Baguslah kalau begitu. Mama sekalian mau mengajak kamu berbelanja bersama. Mama ingin membeliknmu hadiah selamat datang. Ini semua slaah Noah itu, dia tidak pernah mengajakmu datang. Jadi mama tidak memiliki waktu untuk mempersiapkan hadiah untuk menantu mama yang cantik ini."
"Tidak apa-apa mama. Mama juga tidak perlu repot-repot." Yasmin menolak dengan ramah.
"Beberapa hari lagi kita sudah akan menjadi keluarga. Jadi tidak perlu sungkan seperti ini. Mertua mama dulu juga memberikan banyak hadiah sebelum mama masuk ke dalam keluarga Grayson. Jika mama tidak melakukan hal yang sama terhadap menantu mama, mama akan merasa sangat bersalah."
"Baiklah kalau begitu terserah mama saja." Yasmin menyerah. Ia rasa ia tidak akan bisa menolak Miranti saat ini.
Setelah makan siang mewah di sebuah restoran bintang lima, Miranti membawa Yasmin pergi ke butik langganannya untuk membeli beberapa setel pakaian yang dikenakan sehari-hari dan juga beberapa setel gaun pesta. Selain itu, Miranti juga membelikan beberapa pasang sepatu yang indah. Meskipun Yasmin sudah menolak dengan keras, Miranti akan memasang wajah memelasnya dan membuat Yasmin tidak memiliki pilihan lain selain menerima.
Miranti dan Yasmin Keluar dari butik dengan membawa banyak paper bag berisi pakaian dan juga sepatu untuk Yasmin.
"Baik mama. Terima kasih."
"Sama-sama sayang. Sekarang pakaian sudah dibeli, jadi tinggal membeli perhiasan. Pak sopir, antar kami ke toko perhiasan langganan ku." Perintah Miranti yang segera disanggupi oleh sopir itu.
"Mama, mama sudah membelikan banyak baju dan juga sepatu, jadi tidak perlu memberi perhiasan ya?" Yasmin benar-benar tidak enak hati. Meskipun ia tumbuh di dalam keluarga yang kaya, ia tidak menyukai kemewahan. Perhiasan miliknya hanya akan digunakan pada saat acara tertentu saja. Apalagi semua perhiasannya juga masih ada, jadi ia rasa membeli perhiasan tidak akan ada gunanya.
"Bagaimana bisa. Memberi hadiah pada menantu juga harus dengan perhiasan. Jadi jangan menolak." Sekali lagi, Yasmin tidak dapat menolak dan menurut saat Miranti membawanya ke sebuah toko perhiasan mewah dan membuatnya mencoba beberapa koleksi toko tersebut.
"Sayang, mama pergi ke kamar kecil sebentar. Kamu di sini dulu ya. Kamu pilih-pilih saja dulu mana yang kamu suka." Ucap Miranti tiba-tiba saat Yasmin baru saja dipaksa untuk mencoba satu set perhiasan mewah yang merupakan set perhiasan termahal di toko itu.
__ADS_1
"Baik mama." Yasmin mengangguk sambil tersenyum.
"Mbak, tolong jagain calon menantu saya. Berikan mana saja yang dia mau. Jika ada satu helai rambut pun yang hilang darinya, aku akan membuat kalian membayarnya." Ekspresi lembut Miranti yang baru saj dia tunjukan pada Yasmin hilang sudah dan digantikan dengan ekspresi wajah garang saat ia memperingatkan para penjaga toko yang segera mengangguk patuh. Mereka semua tahu siapa wanita itu dan tidak ada satu pun dari mereka yang mampu memprovokasi nya.
Melihat Miranti yang menjauh, Yasmin memandang semua orang dengan tidak enak. Semua orang yang bekerja di sini bukanlah orang sembarangan. Sekarang mereka harus memperlakukan nya dengan baik, ia merasa tidak pantas.
*
*
*
Menikah Dengan Saingan Mantan Suami #13
...Terima kasih sudah mampir 😘...
...Jangan lupa Like, vote dan komen ya...👍...
...Follow juga akun Author nya....
...☘️Queen_OK☘️...
__ADS_1