Menikahi Calon Adik Ipar

Menikahi Calon Adik Ipar
Kabar Mengejutkan


__ADS_3

Sebelum Bianca sampai di rumah, tanpa sepengetahuan Daniel ia telah membuat janji temu dengan salah seorang dokter yang sudah dikenal dekat oleh keluarganya.


Bagi keluarga kaya seperti Bianca, ia selalu mendapatkan prioritas saat berkunjung atau berobat di rumah sakit. Terlebih, keluarga Bianca adalah donatur tetap di beberapa rumah sakit besar.


Saat tiba di rumah sakit, Bianca langsung mendapatkan pelayanan khusus oleh para tenaga medis. Bianca melakukan pemeriksaan lengkap, ia ingin memastikan dirinya benar-benar sehat sebelum mendapatkan kepastian tentang apa yang beberapa hari ini telah ia alami.


Setelah melakukan beberapa pemeriksaan, ini adalah salah satu tempat yang membuatnya berdebar-debar, yaitu ruangan dokter kandungan.


"Selamat datang, Nona Bianca. Silahkan duduk," sapa salah seorang dokter wanita berusia akhir tiga puluhan.


Dengan hati-hati, Bianca menjelaskan keluhannya selama beberapa waktu terakhir. Beberapa hari lalu Bianca mengalami flek ringan dari organ intimnya, ia juga sudah terlambat menstruasi selama hampir dua pekan.


Bianca merasakan tubuhnya menjadi mudah lelah, sulit tidur, bahkan pusing dan sakit kepala yang datang tiba-tiba.


Dengan banyaknya keluhan itu, Bianca sama sekali tidak memberi tahu Daniel. Wanita itu tidak mau suaminya akan panik dan mengkhawatirkan keadaannya.


Setelah mendengar penjelasan Bianca, dokter tampak tersenyum sambil mengangguk-anggukkan kepalanya pelan.

__ADS_1


Selang beberapa saat, Bianca langsung diminta untuk menjalani pemeriksaan USG untuk memastikan apa ada yang terjadi pada rahimnya.


"Wah, ini kabar baik," ucap dokter tersebut sambil tersenyum menatap layar monitor.


"Apa aku ...."


"Benar, Nona. Anda bisa melihat sesuatu yang bergerak di sini, ini adalah janin anda yang sedang tumbuh. Anda bisa melihat, ini adalah detak jantungnya," jelas dokter sambil menampilkan setiap detail yang terlihat di layar.


Kini perasaan Bianca berbunga-bunga. Tanpa sadar, kedua mata wanita itu berkaca-kaca dan meneteskan air mata.


"Tunggu, di sini ada dua detak jantung yang berbeda. Ini kehamilan kembar," lanjut dokter.


"Benar, Nona. Ada dua detak jantung dan dua janin di sini."


"Tapi dari keluargaku dan keluarga suamiku tidak memiliki riwayat keturunan kembar, Dok. Apa itu mungkin?"


"Tentu saja, Nona. Tidak ada yang tidak mungkin saat Tuhan sudah berkehendak." Dokter meyakinkan.

__ADS_1


Setelah rasa sakit atas kehilangan bayi pertamanya, kini Tuhan memberikan ganti bahkan lebih baik dari yang ia perkirakan. Ini benar-benar di luar dugaan, Bianca bahkan tidak memimpikan hal ini.


"Selamat, Nona. Ini adalah kehamilan yang sangat berharga. Kehamilan kembar bagi pasangan yang tidak memiliki keturunan keluarga kembar merupakan sebuah keajaiban," ucap dokter.


Bianca tidak bisa menahan rasa bahagianya, ia berulang kali menyeka air mata yang jatuh membasahi pipinya.


Dokter membantunya bangun dari ranjang pemeriksaan. Bianca mendapatkan banyak nasehat juga petuah tentang menjaga kesehatan ibu dan bayi demi kehamipan yang sempurna.


Karena Bianca pernah mengalami riwayat keguguran, maka dokter meminta Bianca untuk benar-benar menjaga kondisi kesehatan tubuh serta psikisnya.


Setelah semua pemeriksaan selesai dan Bianca mendapatkan vitamin serta obat penguat kandungan, wanita itu pulang dengan sangat hati-hati.


Sesampainya di rumah, Bianca sudah kebingungan. Dua hari lagi adalah hari ulang tahun ke dua puluh Daniel. Ia ingin memberi kejutan sang suami dengan kabar kehamilannya.


Namun di satu sisi, Bianca merasa ini terlalu cepat bagi Daniel. Di usianya yang baru saja menginjak dua puluh tahun, ia akan segera menjadi seorang ayah.


"Akankah dia siap?" batin Bianca bertanya.

__ADS_1


***


__ADS_2