
Dari tempatnya berdiri saat ini, Vania bagai kehilangan arah dan tujuan. Ia berjalan ke arah manapun yang dikehendaki oleh kakinya tanpa berpikir tujuan kakinya melangkah.
Vania merasa hampa, hidupnya tidak lagi berguna. Ia sempat berharap bisa bersama Darren lebih lama juga bersama bayi yang baru ia lahirkan. Namun kenyataan ia sendiri yang telah menghancurkan harapannya.
Sejak dari pengadilan, wanita itu berjalan tak tentu arah. Hingga malam, ia masih tidak tahu harus ke mana.
Wanita itu menangis sepanjang jalan, banyak orang merasa iba padanya, namun juga berpikir bahwa Vania adalah orang dengan gangguan jiwa hingga enggan membantu. Penampilan dan caranya berjalan, membuat orang-orang semakin tidak peduli.
Pagi-pagi sekali saat Darren hendak berangkat bekerja, ia menaiki sebuah sepeda motor dan melihat seorang wanita yang sangat ia kenal. Dengan pakaian yang sama seperti dikenakan saat menghadiri sidang perceraian, Vania terbaring di trotoar. Lalu lalang orang hanya melewatinya tanpa ingin membantu.
Entah di sengaja atau tidak, Vania berada tidak jauh dari kantor tempat Darren bekerja.
Melihat wanita yang belum sepenuhnya bercerai dengannya dalam keadaan memprihatinkan, Darren berniat membantu.
Darren meminta bantuan orang tak dikenal untuk membangunkan wanita itu, lalu memesan taksi untuk mengantar Vania pulang.
Meski merasa iba, namun Darren sudah enggan mengurus Vania secara langsung. Ia khawatir Vania hanya membuat drama agar ia bisa memaafkannya.
***
Berselang dua minggu sejak sidang pertama, ini adalah hari di mana sidang kedua di gelar. Darren berharap Vania tidak datang agar proses perceraian ini berjalan cepat tanpa banyak drama seperti sidang sebelumnya.
__ADS_1
Sejak menemukan Vania di trotoar, Darren sama sekali tidak menghubungi wanita itu atau melihat keadaannya. Darren yakin, Vania sudah cukup dewasa untuk menjaga diri dan mengelola emosinya sendiri. Darren bahkan memblokir semua akses komunikasinya pada Vania serta merahasiakan keberadaan dirinya dan Heera saat ini.
Kali ini, Daniel menemani sang kakak untuk datang ke persidangan. Sementara Heera, sudah lebih dulu diantar oleh Daniel ke pelukan Bianca.
"Sudah pukul sepuluh," gumam Daniel. Namun ia tidak melihat kehadiran Vania di manapun.
"Semoga dia tidak akan datang," ujar Darren. Ketidakhadiran Vania adalah keberuntungan baginya.
"Apa dia tidak pernah menanyakan keadaan Heera?" tanya Daniel penasaran.
"Tidak. Heera bukan salah satu prioritas di hidupnya," jawab Darren yakin. Daniel hanya mengangguk mendengar jawaban kakaknya.
Namun Darren tidak ingin terlalu banyak berpikir. Lagi pula kepedulian Vania tidak ada artinya. Ia masih sanggup mengurus dan memenuhi kebutuhan Heera tanpa bantuan Vania.
Karena ketidakhadiran Vania di persidangan, hal itu membuat hakim memutuskan bahwa perceraian mereka sudah ditetapkan. Berdasarkan keterangan Darren dan saksi dari Daniel, Darren berhak mendapatkan hak asuh penuh atas Heera.
"Selamat, Kak. Selamat memulai hidup baru," ujar Daniel setelah mereka keluar dari ruang sidang.
"Aku lega," gumam Darren.
"Kau tidak ingin memberitahu Vania?" tanya Daniel.
__ADS_1
"Pengadilan akan segera mengirim surat pemberitahuan padanya, untuk apa aku susah-susah," jawab Darren enteng.
Saat hendak naik ke dalam mobil Daniel, Darren mengecek ponsel yang sudah beberapa jam ia senyapkan. Laki-laki itu terkejut mendapati banyak sekali panggilan tak terjawab dari nomor tak di kenal.
"Ada apa, Kak?" tanya Daniel. Ia sudah masuk ke dalam mobil lebih dulu namun Darren terlihat kebingungan di samping bodi mobil.
"Ada banyak panggilan dari nomor baru," jawab Darren sambil menyusul Daniel masuk. Ia duduk di kursi depan.
"Siapa?"
"Entah," jawab Darren sambil mengangkat bahu.
Darren kembali memasukkan ponsel ke dalam saku, namun Daniel merasakan firasat buruk.
"Bukankah sebaiknya kau menelepon balik? Siapa tahu ada hal mendesak," ucap Daniel.
Beberapa saat Darren nampak berpikir, kemudian ia menuruti saran sang adik.
Dalam sekali panggilan, sebuah kabar mengejutkan membuat Darren dan Daniel kebingungan. Keduanya segera pergi dan memacu mobil dengan cepat menuju suatu tempat.
***
__ADS_1