Menikahi Calon Adik Ipar

Menikahi Calon Adik Ipar
Kenapa?


__ADS_3

Suatu hubungan yang dimulai dengan cara yang tidak baik tentu tidak akan pernah bisa berjalan lancar. Darren bahkan tidak menyadari hal itu sejak awal, bahwa ia telah salah melangkah.


Kini, hanya penyesalan yang bisa Darren rasakan. Hidupnya sulit, serba pas-pasan, kedua orang tuanya enggan membantunya dalam hal pekerjaan dan financial, namun ia masih beruntung Daniel mau menolongnya.


Semenjak meninggalkan Bianca dan memilih untuk bersama Vania, citra yang selama ini terbangun apik pun nampak buruk di mata banyak orang. Karena penghianatan yang Darren lakukan pada mantan kekasihnya, membuat Darren kehilangan kepercayaan dari orang-orang terdekat serta teman dan sahabatnya. Tentu saja, mereka meragukan Darren dan khawatir akan dihianati, sama seperti Darren menghianati Bianca.


"Kau tahu, Kak. Aku merasa beruntung sekali bisa menikah dengan Bianca," ujar Daniel lirih. Ia menatap kosong pada jendela kaca di hadapannya.


Darren menoleh, melihat wajah berbinar sang adik setiap kali menyebut nama Bianca. Tanpa perlu dikatakan, Darren paham apa yang dirasakan oleh Daniel. Hanya dilihat dari cara ia menatap Bianca dan menyebut namanya, Darren tahu sebesar apa cinta sang adik pada wanita itu.


"Dia wanita yang sangat baik, hatinya bahkan lebih luas dari samudra. Dia selalu berusaha menjaga perasaan orang lain, padahal dia sendiri sedang terluka. Terlepas dari rasa sakit hatinya, diam-diam dia masih peduli," ungkap Daniel.


"Dia memang sangat baik, mungkin hanya aku yang tidak menyadarinya," gumam Darren.

__ADS_1


"Kau menyia-nyiakan wanita yang salah!"


"Ada sesuatu yang tidak pernah kau tahu, Daniel. Hubungan kami, tidak semulus yang terlihat. Karena dia berasal dari keluarga konglomerat sementara aku hanya berasal dari pebisnis restoran biasa, membuat aku sering mendapatkan banyak ejekan dari banyak teman," jelas Darren.


Kini Daniel merasa tertarik, ia menatap saudaranya dan menunggu Darren melanjutkan kalimatnya.


"Aku malu setiap kali bertemu dengan teman dan keluarganya. Mereka tentu berbeda kelas dengan keluarga kita. Terlebih, kedua orang tua Bianca juga kurang setuju dengan hubungan kami, dulu mereka menerimaku karena paksaan Bianca," lanjut Darren.


"Bagaimana kau tahu kalau mereka menerimamu karena terpaksa? Setahuku, orang tua Bianca memprioritaskan kebahagiaan anaknya, mereka tidak akan peduli status keluarga kita," bantah Daniel.


Daniel tersenyum miring. Rupanya semua kekacauan yang terjadi berasal dari satu orang. Dan kesalahan terbesarnya, adalah Darren yang minim kepercayaan pada dirinya sendiri serta Bianca.


"Kau mempercayai wanita lain dibandingkan kekasihmu sendiri? Itu kesalahan terbesar!" seru Daniel.

__ADS_1


Darren memejamkan matanya. Kilas balik masa lalu terulang kembali di ingatannya.


"Mereka sama sekali tidak menyukaimu, mereka terpaksa bersikap baik padamu demi Bianca. Jika mereka menolakmu, Bianca pasti akan marah. Kau tahu Bianca adalah anak satu-satunya," ucap Vania dua tahun lalu.


"Tapi kami sudah mendapat restu," bantah Darren.


"Memang, karena mereka terpaksa. Keluarga konglomerat seperti mereka pasti menginginkan anaknya menikah dengan laki-laki yang sederajat!"


Kata-kata itu selalu terngiang-ngiang di kepala Darren, membuatnya semakin lama semakin menjauhi Bianca dan menjadi lebih dekat dengan Vania.


Sejak lama, Darren seakan berusaha untuk mengakhiri hubungannya dengan Bianca, namun Vania melarangnya dengan berbagai alasan.


"Jika kau sudah menjalin hubungan dengan Vania selama itu bahkan sejauh itu, kenapa kau masih tega menyentuh Bianca, Kak?" Pertanyaan Daniel membangunkan Darren dari kilas balik masa lalunya.

__ADS_1


***


__ADS_2