
Selama seharian, Bianca cukup mmbuat Daniel semakin sedih. Sikap Bianca yang tidak biasa, membuat hati Daniel terganggu, apa yang sebenarnya terjadi?
Bahkan saat hendak tidur, Bianca nampak tidak berselera untuk bermesraan dengannya. Bianca memilih untuk tidur cepat sebelum jam delapan, sementara Daniel hanya bisa menarik napas dalam-dalam setiap kali istrinya tidak merespon saat diajak bicara.
Karena merasa lelah berpikir, Daniel akhirnya memutuskan untuk mengikuti Bianca dengan tidur lebih cepat. Lagi pula tidak ada yang bisa ia lakukan jika Bianca mengabaikannya. Daniel hanya bisa terus berpikir positif jika Bianca hanya sedang tidak mood.
Pukul sebelas malam, saat Daniel telah tertidur dengan nyenyak. Bianca turun dari atas tempat tidurnya pelan-pelan. Ia berusaha keras agar Daniel tidak menyadari ketidakberadaannya.
Dengan berjalan jinjit dan menutup pintu sangat hati-hati, Bianca menuju kamar utama.
Wanita itu telah menyiapkan segalanya dengan sangat baik, berharap suaminya akan suka dan menjadikan ini sebagai kejutan besar tak terlupakan.
Bianca menyiapkan kue ulang tahun buatannya sendiri, serta merangkai hadiah di dalam kotak kecil. Beberapa balon berwarna pun telah menempel di langit-langi kamar, bunga-bunga indah menghiasi beberapa pot di setiap pojokan.
Pukul dia belas kurang lima menit, Bianca kembali menutup pintu kamar utama dan menemui Daniel di kamarnya.
"Sayang," bisik Bianca. Ia berusaha membangunkan Daniel dengan menggoyangkan tubuh suaminya. Bianca juga mendaratkan beberapa kecupan di wajah Daniel agar laki-laki itu segera tersadar.
"Hmm."
"Ayo bangun," pinta Bianca.
"Hmm." Daniel hanya berdehem, ia sama sekali tidak membuka mata.
__ADS_1
"Hei, ayo bangun."
"Kenapa kau mengabaikanku, Bianca? Kenapa? Kau tega," ucap Daniel dengan suara serak dan lirih.
"Sayang, kau mengigau? Ayo bangun."
"Kau jahat!" seru Daniel lirih. Ia membalikkan badan dan tidur terlentang. Matanya terpejam erat namun bibirnya terus berbicara.
Bianca hampir tergelak mendengar suaminya mengeluh dalam tidur. Rupanya diam-diam Daniel memendam perasaan saat ia diabaikan. Bahkan laki-laki itu kesal sampai terbawa ke alam mimpi.
"Sayang, ayo bangun. Aku punya sesuatu untukmu," ucap Bianca sedikit keras.
"Ah!" Daniel masih enggan.
Bianca menarik napas panjang. Ini pukul dua belas lewat beberapa menit, namun ia tak kunjung bisa membangunkan sang suami.
"Ayo bangun, kau mau aku melakukan ini untuk membangunkanmu?" tanya Bianca.
Tangan wanita itu mulai bergerak, meraba dan membelai dengan penuh kelembutan. Sedikit demi sedikit, sesuatu itu menjadi lebih keras dan menegang. Bianca tersenyum, rupanya benda ini lebih mudah dibangunkan daripada si pemiliknya.
"Ayo bangun, Sayang!" seru Bianca.
"Ah, Sayang. Apa yang kau lakukan?" tanya Daniel. Sebelah matanya terbuka sambil menyipit. "Terus lakukan," lanjut Daniel meminta.
__ADS_1
Bianca menarik selimut dan melihat seberapa besar dan berurat kepemilikan sang suami. Karena Daniel terus merengek, Bianca memberikan sentuhan dengan lidahnya, hingga beberapa saat ia mengu*lum dengan gerakan cepat hingga seluruh tubuh Daniel menegang. Dalam waktu singkat, Bianca mampu membuat Daniel tersadar seratus persen lengkap beserta senjatanya yang berharga.
Setelah sesuatu berwarna putih keruh keluar membasahi selimut, Bianca membersihkannya dengan tisu dan kembali menutupinya.
"Ah, ini menyenangkan. Apa kau tiba-tiba ingin setelah dua hari mengabaikanku?" tanya Daniel. Ia mencium Bianca dan menarik tubuh wanita itu ke dalam pelukannya.
"Tidak, kau sulit sekali dibangunkan. Ternyata cara ini sangat ampuh," jawab Bianca.
"Ada apa? Ini masih tengah malam." Daniel melirik jam dinding yang bertengger di depannya.
"Ayo, aku punya sesuatu. Tapi kau harus menutup mata," pinta Bianca. Ia telah menyiapkan selembar kain sebagai penutup mata sang suami.
"Kenapa harus menutup mata?" tanya Daniel tidak paham. Sepertinya jelas bahwa ia tidak ingat bahwa hari ini adalah hari ulang tahunnya.
"Sudahlah, ayo cepat!"
Bianca menarik tubuh Daniel, menutupi matanya dengan kain dan menuntun laki-laki itu ke kamar utama.
"Ada apa, Sayang? Apa ini kejutan?" tanya Daniel. "Siapa yang sedang berulang tahun?" tanya laki-laki itu sambil meraba-raba.
"Sudahlah, pelan-pelan jalannya," ujar Bianca. Daniel berjalan sempoyongan.
"Tubuhku masih terasa merinding setelah kau membuatku lemas. Bagaimana aku bisa berjalan dengan normal?"
__ADS_1
***
Note : Author memberi tips seputar cara membangunkan suami dengan singkat dan cepat. Hahaha.