Menikahi Calon Adik Ipar

Menikahi Calon Adik Ipar
Pejantan Tangguh


__ADS_3

Bianca mengulum senyum. Rupanya ada banyak cara untuk menyenangkan sang suami tanpa harus bersusah payah. Apa lagi, Daniel tipe laki-laki yang sederhana dan menerima apapun yang Bianca lakukan untuknya.


"Ayolah, Sayang. Ada apa ini?" tanya Daniel lagi. Bianca membuka pintu kamar utama pelan-pelan sambil mendorong tubuh suaminya agar berjalan di depan.


"Kau siap?" tanya Bianca.


"Aku sudah siap, bahkan jika langsung memasukkan senjataku pada intinya," jawab Daniel.


"Sepertinya kita sedang membahas hal yang berbeda, Sayang." Bianca menggelengkan kepala pelan. Mengapa pemikiran Daniel bisa ke arah sana.


"Buka matamu perlahan," punya Bianca.


"Satu, dua, tiga!" seru Bianca sambil melepaskan ikat kain di mata suaminya.


Perlahan, Daniel membuka mata. Ia melihat sekeliling. Daniel bahkan sampai tidak mengenali ruangan ini.


Lampu berkelap-kelip mengelilingi ruangan, balon-balon berwarna menggantung di langit-langit kamar. Terdapat sebuah tulisan indah di dinding sebagai ucapan selamat ulang tahun, juga sebuah kue coklat berbentuk tidak simetris di atas meja.


"Tadaaaaaaaaa!!!"


"Happy birthday to you, happy birthday to you. Happy birthday, happy birthday, happy birthday suamiku."


"Yeah, selamat ulang tahun!" seru Bianca sambil bertepuk tangan gembira.


Daniel menoleh ke arah sang istri sambil tersenyum.

__ADS_1


"Bagaimana kau tahu bahwa ini adalah hari ulang tahunku? Aku bahkan tidak ingat sama sekali," ucap Daniel.


"Terima kasih, Sayang. Terima kasih," lanjutnya sambil memeluk Bianca.


Daniel tidak menyangka bahwa Bianca bisa mengetahui hari ulang tahunnya. Karena selama ini, mereka tidak pernah membahas apapun tentang hari kelahiran. Daniel pikir, hanya ia yang peduli pada hal-hal semacam ini.


"Mari potong kue sebelum aku memberikan hadiah," ujar Bianca.


"Hadiah? Apa aku juga mendapatkan hadiah?" tanya Daniel. Melihat ruangan dihias bagai ulang tahun anak-anak, Daniel merasa tergelitik. Sejak kapan Bianca punya ide menggemaskan seperti ini?


"Tentu saja. Ini hari ulang tahunmu, maka kau juga akan mendapatkan hadiah," jawab Bianca. Ia pun menyalakan lilin yang ditancapkan di atas kue.


"Ucapkan permohonan terlebih dahulu sebelum tiup lilin," titah Bianca.


"Sudah," ucap Daniel. Ia meniup lilin diiringi tepuk tangan kecil Bianca.


"Selamat ulang tahun, Sayang. Semoga kau selalu bahagia, selalu menjadi suami idaman serta mendapatkan banyak keberkahan di sepanjang usiamu," ucap Bianca sambil merangkul pinggang suaminya.


"Terima kasih, cintaku. Kau adalah kebahagiaan terbesar bagiku," lirih Daniel. Ia tersentuh, ia sangat bahagia dengan semua yang Bianca lakukan untuknya.


"Jadi, kau mau hadiahmu terlebih dahulu, atau kita potong kue?" tanya Bianca.


"Emm, sepertinya aku lebih penasaran apa hadiahku," jawab Daniel. Melihat wujud kue ulang tahun yang aneh membuatnya ragu bahwa kue itu akan terasa enak jika di makan. Hal itu jelas membuatnya yakin bahwa Bianca sendiri yang membuatnya.


"Baiklah." Bianca membuka laci meja di dekatnya lalu memberikan sebuah kotak berukuran kecil. Kota hadiah berwarna putih dengan pita merah itu membuat Daniel sangat penasaran.

__ADS_1


"Wah, aku yakin ini hadiah yang luar biasa," gumam laki-laki itu.


"Tentu, bukalah." Bianca tersenyum.


Perlahan, Daniel menarik pita merah di bagian atas kotak. Dengan hati-hati ia membukanya. Bianca sangat tidak sabar, ia tidak sabar melihat reaksi sang suami.


"Kau ... Kau hamil?" tanya Daniel. Wajahnya sumringah, laki-laki itu membulatkan mata lebar untuk menajamkan penglihatannya, melihat dengan jelas kertas tipis yang ada di tangannya. Kertas bergambar tidak jelas berwarna kecoklatan.


"Hmm, dua bayi sekaligus." Bianca mengangguk sambil mengelus perutnya yang masih langsung.


"Kau tidak sedang bercanda kan?" ulang Daniel.


"Tidak!"


"Yes!" Daniel mengepalkan kedua tangan dan melompat kegirangan.


Bianca sangat bahagia, inilah reaksi yang ia harapkan. Ia bahkan sempat khawatir Daniel masih belum siap.


"Apa aku akan menjadi seorang ayah? Dari dua bayi sekaligus?" tanya Daniel.


"Hmm, dua sekaligus."


"Yes! Apa kau kini sudah percaya bahwa aku adalah seorang pejantan tangguh?"


***

__ADS_1


__ADS_2