Menikahi Calon Adik Ipar

Menikahi Calon Adik Ipar
Bukan Sebuah Kelemahan


__ADS_3

Bianca tidak ingin membantah, ia menuruti perkataan Daniel dan bergegas meninggalkan rumah sakit begitu saja.


Sepanjang perjalanan, Daniel dan Bianca saling diam hingga cukup lama. Keduanya tenggelam dalam pikiran mereka masing-masing.


"Aku akan mengantarmu pulang, Sayang. Kau harus cukup istirahat," ujar Daniel saat mereka tiba di sebuah persimpangan dekat kampus.


"Hei, kau sudah berjanji akan ke kampus setelah pemeriksaan," jawab Bianca.


"Aku akan pergi sendiri." Daniel mengusap kepala istrinya. "Kau harus berada di rumah agar aku tidak khawatir," lanjutnya.


Bianca mengangguk. Ia merenung, melihat jalanan yang mulai ramai dipadati para anak sekolah serta para pekerja yang hendak berjuang menyambung hidup.


"Sayang," lirih Bianca. Ia menoleh pada sang suami yang fokus mengemudikan mobil.


"Hmm, kau mau sesuatu?"


"Apa aku terlihat lemah hanya karena memaafkan perbuatan orang yang telah menyakitiku? Apakah memaafkan membuat seseorang menjadi lemah?" tanya Bianca.

__ADS_1


Beberapa saat Daniel terdiam, ia berpikir dan merenungi kata-kata Bianca.


"Tidak, kau tidak lemah, Sayang. Justru orang-orang yang ikhlas memaafkan setelah tersakiti dengan kejam adalah orang yang sangat kuat. Mereka lebih kuat dari ego mereka, mereka mengalahkan sifat buruk dan jahat pada diri mereka sendiri."


"Orang yang lemah adalah orang yang mudah putus asa. Saat tersakiti ia terpuruk, menderita, dan hanyut dalam rasa sakit hati dan dendam. Orang lemah adalah orang yang dipenuhi dengan dendam hingga membutakan mata hatinya," jelas Daniel.


Bianca tersenyum, ia mengusap pundak Daniel dengan lembut.


"Apa kau tahu mengapa apa tidak pernah berniat untuk membalas dendam setelah apa yang mereka lakukan padaku?" tanya Bianca.


"Tidak, aku hanya tidak mau menjadi seperti mereka. Jika aku melakukannya, maka apa bedanya aku dengan mereka? Kami sama-sama jahat dan kejam, hanya beda versi," jelas Bianca.


"Dunia ini memang sedang kekurangan orang baik. Aku beruntung mendapatkan salah satu yang terbaik di antara semua orang baik," gumam Daniel.


Setelah keduanya sampai di depan rumah, Daniel turun untuk mengantarkan Bianca masuk. Laki-laki itu kini menjadi ekstra hati-hati dan waspada untuk menjaga sang istri.


"Aku harus pergi, istirahatlah," ucap Daniel sambil mencium kening Bianca.

__ADS_1


"Sayang." Bianca menahan tangan suaminya saat Daniel hendak berbalik.


"Hmm?"


"Aku jatuh cinta padamu karena kebaikan hatimu dan ketulusanmu. Aku tahu kau pasti merasa sakit hati, sama sepertiku. Tapi bagaimanapun, tidak ada yang bisa memutuskan tali persaudaraan, kalian lahir dari rahim yang sama dan tumbuh bersama."


"Terima kasih, itu nasehat terbaik," ujar Daniel sambil tersenyum. Ia kembali memeluk Bianca untuk beberapa saat lalu pergi.


***


Di kampus, Daniel mengikuti beberapa mata kuliah yang sempat ia ikuti. Karena harus mengantar Bianca ke rumah sakit, ia membolos beberapa mata kuliah di jam awal.


Selama duduk dan melihat dosen menjelaskan, perasaan Daniel tidak bisa tenang. Ia tahu apa yang Darren lakukan adalah sebuah perbuatan yang sangat buruk dan sulit di maafkan.


Tapi bagaimanapun, mereka bersaudara. Darren adalah kakaknya, orang yang selalu membelanya saat mereka masih kecil, orang yang selalu menjaganya saat kedua orang tua mereka sedang sibuk bekerja. Mereka pernah menangis dan tertawa bersama, berbagi makanan dan mainan. Mereka lahir dari rahim yang sama, dan bahkan sampai mau menjemput, mereka tetaplah saudara.


***

__ADS_1


__ADS_2